
Keesokan harinya Ica mau berangkat ke sekolah, ayahnya bersiap untuk mengantarnya ke sekolah.........
" Yah,...... ayah gak usah antar aku ke sekolah........ nanti ada temen aku yang nganterin " Sahut Ica.
" Siapa ? " Tanya ayahnya Ica dengan heran.
" Yang semalem itu loh, yang nolongin aku " Jawab Ica.
" Oh........ bilangin sama dia gak usah repot-repot ayah aja yang anterin " Ayahnya Ica.
" Dia gak repot kok yah, dia yang mau anterin aku ke sekolah......... " Ica.
Ayah Ica terdiam sejenak.
" Yaudah kalau begitu, tapi nanti pulang suruh kesini ayah mau ngomong sama dia "
" Oke yah, terima kasih....... " Jawab Ica sambil memeluk ayahnya (senang).
Kemudian suara klakson motor berbunyi Rizal sudah ada di depan, dan Ica berjalan ke depan rumahnya.
Mereka pun naik dan jalan, ayahnya Ica hanya melihat dari halaman rumah, ibunya Ica berjalan menghampiri ayahnya.
" Akhirnya ayah setuju sama Rizal " Sahut ibunya Ica.
" Apaan sih Bu, Ayah mau tau emangnya Rizal itu baik atau enggak sih bu ? " Tanya ayahnya Ica.
" Baik lah Yah, selama ayah gak ada dia yang nganterin Ica ke sekolah terus dia juga yang antar Ica kesini, pokoknya Rizal orangnya baik Yah........ dia gak akan berani macam-macam kalau ayahnya aja begini " Jawab ibunya Ica dengan tersenyum.
Ibunya Ica lalu masuk ke dalam rumah, ayahnya Ica tetap berada di halaman depan.
Tiba-tiba ada sebuah mobil datang ke rumahnya Ica. Mobil itu adalah punya Aldo, ia ke rumah Ica untuk menjelaskan apa yang terjadi........
" Sebelumnya saya minta maaf om, kemarin saya ninggalin Ica sendirian " Maaf Aldo.
" Saya sudah maafin kamu tapi, saya sudah terlanjur kecewa sama kamu, saya percaya kalau kamu bisa menjaga Ica dengan baik, tapi nyatanya seperti ini......... " Ayahnya Ica.
" Saya minta maaf om sekali lagi,...... " Aldo.
Ayahnya Ica memaafkan Aldo tetapi ia sangat kecewa. Setelah itu Aldo pergi meninggalkan rumah Ica.
Sampai di sekolah Ica turun dari motor Rizal, dan mereka berjalan ke kelas sambil bergandengan tangan.
Mereka berpisah ke kelasnya masing-masing untuk menaruh ransel..........
saat Rizal ingin berjalan ke kelas Ica ia terkejut karena melihat Budi yang sudah pulang, ia langsung memeluknya, karena imam mendengarnya ia juga menghampiri mereka berdua dan mereka sangat senang.
Setelah itu mereka mengobrol di kelasnya Budi, Ica saat itu sedang ke kamar mandi bersama Raisa, Imam, Budi, dan Rizal mengobrol.
" Sudah lama banget kita gak ketemu " Sahut Budi.
" Iya,..... waktu itu gw pergi ke Malang kan " Sahut Rizal kembali.
" Ngomong-ngomong gimana kamp kita ? " tanya Budi.
" Udah hampir selesai lu nanti mau ke sana, bareng-bareng aja " Jawab Rizal.
" Iya gw juga mau ke sana " Sahut Imam.
__ADS_1
" Yaudah kalau begitu nanti ke sana bareng " Budi.
" Oh iya kemarin, anggota gang MM1 nyerang kamp...... " Rizal
" Hah serius...... " imam kaget begitu juga dengan Budi.
" kok lu gak bilang sama gw..... " Imam.
" gw mau ngomong kalau sudah ada Budi. " Rizal.
" Kayaknya mereka mau balas dendam " Budi.
" iya tapi Maichel gak ada disana......... " Sahut Rizal.
" Kayaknya mereka sengaja " Imam.
" Iya jadi kita harus lebih waspada lagi. " Budi.
" iya..... " Imam.
Setelah itu Bel pun berbunyi dan pelajaran dimulai.
Saat jam sekolah berakhir para siswa berjalan ke gerbang depan, Rizal dan Ica bersiap-siap untuk pergi
" Oh iya...... aku mau liat kamp aku yang udah di renovasi kamu mau lihat, sekalian kenalan sama teman-teman ku " Sahut Rizal.
" Boleh...... " Jawab Ica.
" Tapi kamu telepon dulu ayah kamu takutnya dia khawatir. "
Disana mereka bersama dengan imam dan Budi. Budi juga membawa Raisa.
Sampai di sana ia sudah disambut oleh banyak orang. Imam, Budi, Raisa, Ica dan Rizal berkeliling melihat kampnya yang baru walaupun belum selesai mereka sudah merasakan bagaimana rasanya.
Setelah selesai berkeliling Rizal menyuruh seluruh anggotanya yang hadir untuk berkumpul. Ia mau memberitahukan pacarnya yaitu Ica.
" Perkenalkan ini adalah pacar gw Namannya Ica, dia adalah ibu negara kita " Teriak Rizal.
Anggota gang yang lain pun bertepuk tangan, dan mengucapkan selamat.
Ica saat itu sangat senang dan bahagia, karena dapat mengetahui lebih dalam tentang Rizal dan gang nya.
Imam, Budi, dan Rizal sedang berbicara di dekat pinggir kamp.
" Oh iya Bud, kemarin Rizal nanya saudara lu itu siapa ? kok dia baik banget mau nolongin kita. " Tanya Imam.
" Oh...... dia saudara gw dari kecil, dia anak orang kaya orangtuanya punya perusahaan gitu terus dia anaknya pinter, trus dia kuliah di luar negeri " jawab Budi.
" Mana orangnya gw mau ngucapin terima kasih " Imam.
" Nanti dia mau kesini saat kampnya mau jadi,..... tungguin aja " Budi.
" Oh yaudah....... "
Setelah selesai mengobrol mereka pun pulang Rizal mengantarkan Ica ke rumahnya.
Sampai di rumah.
__ADS_1
" Ayah minta aku buat nyuruh kamu masuk dulu, mungkin ayah mau ngertiin hubungan kita " Sahut Ica.
" Benarkah....... " Rizal mendengarnya dengan kaget.
Rizal lalu turun dari motornya, Ica menarik tangan Rizal untuk segera masuk ke rumahnya.
" Assalamu'alaikum, Yah ini Rizalnya. "
" Walaikumsalam,............... "
Ayahnya Ica mempersilahkan Rizal untuk duduk, sementara Ica memasuki kamarnya.
Rizal sangat gerogi.........
" Saya mau ngomong sama kamu " Ayahnya Ica dengan tegas.
" Mau ngomong apa om ? " tanya Rizal dengan lembut.
" Kamu benar-benar cinta sama Ica ? " Tanya ayahnya Ica kembali.
" Iya om........ " jawab Rizal.
" Kenapa kamu suka sama dia, apa karena Ica cantik...... ? " tanya ayahnya Ica.
" Jelas cantik om, tapi cinta saya lebih dari sekedar kata cantik, Ica itu baik, saat pertama saya bertemu dengan dia, saya yakin kalau dia adalah jodoh saya om. " Jawab Rizal dengan yakin.
" Kenapa kamu bisa sangat yakin ? "
" Karena saat saya bertemu dengan Ica hati saya merasa lebih tenang,........ " jawab Rizal.
" Baiklah........ saya sebenarnya suka dengan kamu, kamu mempunyai sikap tidak pantang menyerah...... Tapi saya belum terlalu mengenal kamu jadi karena besok libur sekolah kan, saya mau kamu datang ke rumah pagi-pagi "
" Siap om, saya akan berangkat pagi-pagi sekali " Sahut Rizal dengan tersenyum.
Karena jawaban Rizal sungguh yakin ayahnya Ica pun mulai mempercayai Rizal, lalu setelah Rizal ingin pulang ia di antar oleh Ica.
" Cieee....... yang udah dapat restu dari ayah " goda Ica.
" Cie...... yang mau jadi istri aku " Gado kembali Rizal.
" Apaan sih....... kamu " Ica dengan tersenyum.
" Katanya ketua gangster tapi, berhadapan sama ayah aku aja gemetar....... " Ica (bercanda).
" Ini kan pertama kalinya bagiku ca, dapat bicara serius dengan calon mertua....... " Sahut Rizal.
" Jangan lupa nanti kesini pagi-pagi !!! " Ica.
" Siap komandan...... " Jawab Rizal sambil menaiki motornya.
" Selamat malam Ica....... "
" Selamat malam juga....... hati-hati ya "
" Pasti..... " Rizal.
Rizal pun pergi dari rumah Ica. diperjalanan Rizal sangat senang, begitu juga dengan Ica dia berjalan masuk ke kamarnya layaknya anak kecil, sambil meloncat-loncat.
__ADS_1