Perang Dan Cinta

Perang Dan Cinta
Perang Dimulai II


__ADS_3

Keesokan harinya Rizal pergi ke kampnya karena hari ini adalah hari Minggu ia seperti biasa berkumpul dengan teman-temannya.


Imam dan Budi pun juga ada disana.


" Kamu kenapa senyum-senyum sendiri ? " Tanya Budi kepada Rizal.


" Aku kemarin habis jalan sama Ica " Jawab Rizal.


" Hah,...... serius ? " Imam yang kaget.


" Imam kayaknya cuman kamu doang deh yang jomblo " Budi (bercanda).


" Ya ampun trus aku harus gimana dong ? " Tanya Imam kebingungan.


" Mending kamu pacarain adik kelas aja " , Budi.


Rizal dan Budi pun tertawa.


Tak lama kemudian. Anggota gang Orb datang dan ingin bicara dengan Rizal dan yang lain.


" Rizal Aku menemukan surat yang isinya ini !!!! " Anggota gang Orb.


Rizal pun mengambilnya dan membacanya.


Surat itu dari salah satu gang terbesar di Jakarta yaitu Gang MM1. Kekuatan gang ini setara dengan gang Orb jumlahnya pun hampir sama dengannya.


Alangkah terkejutnya Rizal, surat ini berisi ancaman kalau Rizal dan gangnya tidak mau perang dengannya malam ini, mereka akan membakar kamp gang Orb. Budi, Imam, dan anggota gang Orb terkejut dengan isi surat itu.


" Jadi kita harus bagaimana ? " Tanya salah satu anggota gang Orb.


" Rizal bagaimana ? " Tanya Budi kepada Rizal.


" Siapkan yang lain kita berangkat nanti malam !!! " Perintah Rizal.


Imam pun berteriak bahwa nanti malam akan melakukan perang. Semuanya pun Berteriak dan siap melakukan peperangan.


Malam Harinya.


Malam hari pun tiba, semua anggota gang Orb bersiap menuju lokasi yang dijanjikan.


Sampainya disana mereka sudah disambut oleh gang MM1, Imam dan Budi terkejut dengan jumlah gang MM1 yang setara dengan gangnya.


Rizal pun turun dari motornya dan berjalan perlahan menuju kumpulan gang MM1.


Karena Rizal belum pernah melihat ketuannya ia berinisiatif untuk berbicara terlebih dahulu.


" Aku ingin bicara dengan ketua kalian " Sahut Rizal kepada anggota gang MM1.


Tak lama kemudian anggota gang MM1 memberikan jalan kepada salah 1 orang, dia adalah ketua mereka yang bernama Maichel.


" Rizal akhirnya kita bertemu, beritamu sudah tersebar di seluruh Jakarta " Sahut Maichel Kagum kepada Rizal.


" Kita baru bertemu, aku juga baru tau kalau gang ini sudah mulai berkembang kembali " , Rizal.


Sebenarnya dulu waktu gang Orb belum diciptakan, gang MM1adalah gang terkuat di Jakarta. Tapi karena pemimpin mereka ditembak oleh polisi karena suatu pertarungan membuat gang MM1 menjadi tidak terkenal lagi.


" Aku yang memegang gang ini akan membuat MM1 kembali ke kedudukan aslinya yaitu di puncak langit, sekarang gang kalian lah yang menduduki puncaknya, jadi aku ingin melakukan pertarungan dimalam ini, untuk memperebutkan gang mana yang terkuat di Jakarta " , Maichel menantang Rizal.


" 1 lawan 1, hanya kau dan aku " , Sahut Rizal


Rizal belum tau kemampuan anggota gang MM1 juga karena pertarungan 3 hari yang lalu mungkin banyak anggota gang Orb yang masih kesakitan, jadi Rizal mengajak Maichel untuk satu lawan satu.


" Boleh....... " Jawab Maichel.


Mereka pun bersiap dan akan melakukan pertarungan satu lawan satu.


Maichel yang memulai pertarungan berhasil memukul Rizal pertama kalinya, tetapi Rizal bisa memukul kembali Maichel. Karena kekuatan mereka seimbang belum ditentukan siapa pemenangnya.


Karena Anggota gang Orb dan MM1 memberi dukungan terlalu kencang hal itu memancing polisi untuk datang.


Mereka semua pun panik dan bergegas menaiki motornya.


" RIZAL AYO ......... !!!!!! " teriak Budi.


" Rizal ....... " Teriak juga Imam.


" Sepertinya pertarungan kita belum selesai, kita lanjut lain kali !! " Sahut Maichel dengan wajah tersenyum.


Rizal pun menatap Maichel dan berlari menaiki motornya, lalu mereka semua pun bubar seketika.


Sampai di Kamp.


Mereka semua pun duduk begitu juga dengan Rizal. Budi dan Imam mengobati luka Rizal.


" Aduh......... " Teriak Rizal kesakitan.

__ADS_1


" Tahan..... " , Imam.


" Ternyata gang MM1 sudah setara dengan kita ya " Imam dengan heran.


" Apa kita pernah ketemu sama pemimpin mereka ? " Tanya Imam kepada Budi dan Rizal.


" Sepertinya dia baru memegang gang MM1 " Jawab Budi.


" Dia kuat !!! " , Rizal.


" Aku juga merasa kalau dia itu kuat " , Budi yang mengakui kekuatan pemimpin gang MM1.


" Siapa nama pemimpinya ? " Tanya Imam.


" Maichel " Jawab Rizal .


" Kalau begitu kita tidak bisa tinggal diam kita harus cari orang lagi !! " Imam dengan semangat.


" Mau cari orang dimana lagi Imam, kita udah tidak punya kenalan. " Jawab Budi.


" Iya ya,........... "


" Aku yakin kita bisa mengalahkan dia " , Rizal dengan yakin.


Budi dan Imam pun kembali percaya diri.


" Oh iya,........ kamu tadi belom ceritain, kau jalan kemana sama Ica ? " Budi dengan tersenyum.


" Yah,...... begitu lah aku mengajak ke tempat yang biasa aku sering datengin " , Rizal.


" Jadi kapan kamu jadian sama dia ? " Tanya Imam.


" Dia bilang mau mengenal aku lebih jauh lagi, "


" Itu tandanya dia suka sama kau Rizal, udah kamu sabar aja " , sahut Budi.


" Iya ........ " , Rizal dengan kesakitan.


Setelah diobati Rizal pun pulang, begitu juga dengan Budi dan Imam.


Pagi harinya di rumah Rizal.


Seperti biasa iya makan bersama dengan ibu, kakaknya dan adiknya.


" Siapa Ica ? " Tanya bunda Rizal dengan kebingungan.


" Oh iya aku lupa kasih tau bunda,.......... Ica itu cewe yang pernah aku bicarakan Bun " Jawab Rizal.


" Oh namanya Ica, baguslah Bunda mau ketemu sama dia, seperti apa sih orangnya " , Bunda Rizal.


" Nanti ya Bu setelah pulang sekolah oh iya, aku mau jalan sekarang mau jemput dia " Rizal bergegas pergi.


" Asik...... pake di jemput segala " Kakak Rizal, Yuda.


" Iya lah kak biar romantis " Jawab Rizal (bercanda).


Bunda dan Yuda pun tersenyum.


Rizal pun pamit dengan Ibunya dan menaiki motornya, ia bergegas untuk menjemput Ica.


Sampai di Rumah Ica.


Ica sudah bersiap dan mau menuju pintu rumah.


Tak lama kemudian Rizal pun Sampai.


Ica pun pamit dengan ibunya dan jalan ke gerbang rumahnya.


Ica naik motornya Rizal lalu mereka pun jalan.


Mereka pun sampai di sekolah. lalu mereka jalan ke kelas bersama.


Saat sudah sampai di koridor kelas, Rizal terkejut karena musuhnya di sekolah sudah kembali namanya Aldi, Ia habis dikenakan skors karena Aldi sering sekali bertengkar dengan Rizal, Aldi suka menggangu perempuan sedangkan Rizal tidak suka ada laki-laki yang menggangu perempuan.


Rizal menatap Aldi. Aldi tidak sadar kalau dirinya ditatap oleh Rizal.


Ica pun kebingungan ada apa dengan Rizal.


" Rizal kamu kenapa ? " tanya Ica kepada Rizal karena Rizal serius menatap Adli


Rizal pun tak menjawab pertanyaan Ica.


Ica sangat kebingungan ada apa dengan Rizal kemudian Rizal berjalan perlahan ke arah Aldi untuk menyerangnya. Tiba-tiba datanglah Budi untuk menghentikan Rizal.


" Wet,....wet Rizal santai dia baru Dateng ke sekolah masa lu langsung menghajar dia " Budi berbisik kepada Rizal.

__ADS_1


Budi pun membawa Rizal ke kelasnya. Ica yang sudah kelasnya kebingungan ada apa dengan Rizal. Tak lama kemudian Budi pun datang.


Ica yang kebingungan menyuruh Budi untuk duduk disampingnya lalu bertanya......


" Budi itu kenapa sama Rizal kok dia menatap anak baru ? " tanya Ica kepada Budi.


" Oh ...... itu bukan anak baru Ca, namanya Aldi, dia habis di skors seminggu, " ,Budi.


" Memangnya gara-gara kenapa ? " Tanya Ica.


" Dia selalu berantem sama Rizal. " Jawab Rizal.


" Berantem, sama Rizal " Ica dengan heran.


" Iya, Aldi selalu nyakitin perempuan disini, Rizal gak suka ada seorang laki-laki yang sukanya nyakitin perempuan. " , sahut Budi.


Ica pun terdiam sejenak.


" Ca, lebih baik Kamu jangan Deket-deket sama Aldi ya, aku takutnya itu memancing emosinya Rizal, soalnya sekali lagi Rizal berantem ia akan di skors juga " Saran Budi.


Ica pun kaget, dan mulai berfikir apakah dia bisa melakukannya.


" Oke, aku bakal usahain....... " Jawab Ica.


Budi pun pergi ke kelas Rizal dan Imam.


Sampai di kelas Imam imam mengajak Budi untuk bicara diluar.


" Eh,...... apaansih ? " , Budi heran.


" Aku mau ngomong sama Kau " Jawab Imam.


" Ini gimana sekali lagi Rizal berantem sama Aldi dia bakal diskors, baru liat aja tadi udah mau diajak berantem aku takutnya kita gak bisa nahan emosinya dia. " Imam Kebingungan.


" Aku juga bingung harus gimana !! " , Budi yang juga kebingungan.


" Gimana kalo Ica ? "


" Ica, kenapa sama Ica ? " Tanya Budi kembali.


" Rizal kan suka sama Ica, kita bisa bilang Ica buat selalu disamping Rizal. ? " , Saran Imam.


" Justru itu yang bisa menyebabkan Aldi sama Rizal berantem, kau tau sendiri kan Aldi orangnya bagaimana "


" Trus..... kita harus gimana ? " Tanya Imam.


" Nanti aja, gw pikir-pikir dulu " , Budi.


Mereka pun kembali masuk ke kelas Rizal dan berbicara dengannya.


Di kelas Ica.


Raisa dan Putri sudah sampai di kelasnya.


" Raisa aku mau nanya sama kamu, Emangnya Rizal sama Aldi suka berantem ya ? " Ica yang nanya dengan Raisa.


" Kamu tau dari mana nama Aldi ? " Tanya balik Raisa dengan heran.


" Kamu tidakk tau ? " Putri yang datang tiba-tiba.


" Aldi udah balik lagi ke sekolah "


" Hah, Aldi sudah balik lagi kesekolah !!!! " Raisa kaget.


" Waduh gawat ini " Raisa yang khawatir


" Ceritain ke aku dong ada apaan sih Rizal sama Aldi ? " Tanya Ica.


" Dulu Aldi suka banget godain cewe bahkan aku sama putri pun juga kena, Rizal tidak suka dengan perlakuan Aldi jadi dia sering berantem"


" Nah pemenangnya belum ketahuan karena sering banget ke dilihat sama guru-guru jadinya belum selesai-selesai, karena Rizal pernah berjasa buat sekolah, jadi dia tidak pernah diskors, beda kalo Aldi dia tidak pernah berguna buat sekolah jadi dia aja yang diskors "


" Memangnya Aldi gak takut sama Rizal ? dia kan ketua gang di Jakarta " Tanya Ica.


" Aldi tidak pernah takut sama Rizal bahkan dia sama 2 orang temannya tidak pernah mau bergabung sama Rizal, bahkan waktu itu pernah Aldi memprovokasi anak-anak yang lain buat tidak takut sama Rizal tapi mereka tetap aja tidak berani sama Rizal "


" Sebenarnya Rizal juga tidak memperdulikan mau yang lain takut sama dia apa tidak yang penting jangan pernah ganggu perempuan "


" Ca mending kamu jauh-jauh dari Aldi yah......" saran Raisa .


" Iya Ca takutnya malah kamu yang bisa mancing emosinya Rizal " Lanjut Putri.


" Iya aku akan berusaha " Jawab Ica.


Tak lama kemudian bel pun berbunyi menandakan jam pelajaran dimulai.

__ADS_1


__ADS_2