Perang Dan Cinta

Perang Dan Cinta
Ke Khawatiran


__ADS_3

Keesokan harinya


Rizal bersiap-siap untuk berangkat kesekolah


ia pamit ke bundanya.


" Bun aku jalan.... " , Rizal.


" Eh ........... Kamu udah gak ngajak Ica lagi kesini ? " Tanya bunda.


" Aku udah jarang anterin dia pulang Bun " Jawab Rizal.


" Kenapa ? " Tanya Bunda sekali lagi.


" Kemarin aku ketemu sama ayahnya, trus ayahnya gak suka kalo Ica pacaran " Jawab Rizal.


" Lah kenapa ....... ? "


" Karena Ica sama adiknya itu perempuan jadi ayahnya takut mereka kenapa-napa " Jawab Rizal.


" Emangnya kamu apa..............bunda mau bicara sama ayahnya Ica " Bunda Rizal dengan nada tinggi.


" Bun gak usah......... " Rizal sambil memegang bundanya.


" Nanti aku aja yang bilang sama ayahnya, biar ayahnya percaya kalau aku benar-benar cinta sama Ica. " Rizal dengan serius.


" Yaudah............. bunda tetap dukung kamu "


Setelah itu Rizal berangkat ke sekolah.


Sampai disekolah, Rizal langsung ke kelasnya Ica.


" Selamat pagi........ my princess " Rizal bicara kepada Ica.


" Pagi juga my prince " Jawab Ica dengan bahagia.


Raisa dan Putri yang berada di sebelah mereka berkata............


" Ih........ kalian gemes banget sih........... kayak di film-film aja " Sahut Putri.


" Apaan sih put...... " Jawab Ica tersipu malu.


" Put temenin gw ke kamar mandi yuk..... ! " Raisa dengan maksud ingin memberikan waktu kepada Rizal dan ica.


Raisa dan Putri pun pergi.


" Ada apa kamu kesini ? " Tanya Ica kepada Rizal.


" Mau liat kamu ..... " Jawab Rizal.


" Gimana kemarin ayah kamu marah ke kamu ? " tanya Rizal.


" Enggak, tapi kayaknya aku gak dibolehin pulang sendiri lagi deh...... " Jawab Ica.


" Oh............ " Rizal.


" Kamu gak marah......... ? " Tanya Ica.


" Buat apa aku marah itu kan ayah kamu. " Jawab Rizal.


" Tapi aku gak suka......, aku mau dianterin pulang sama kamu. "


" Ca....... aku tau kamu gak suka, ayah kamu begitu berarti dia perhatian sama kamu, sayang sama kamu. " Sahut Rizal, sambil mengelus rambut Ica.


" Kamu kan juga perhatian sama aku kan ? " Tanya Ica.


" Iya, ..... tapi kalau aku tetap antar kamu, aku takutnya kamu gak boleh ke sekolah lagi, lalu kamu pindah sekolah...... trus aku gak bisa ketemu kamu. " Jawab Rizal.


" Jadi aku harus gimana ? " Tanya Ica kembali.


" Sabar ya aku akan berusaha untuk meyakinkan ayah kamu. " Jawab Rizal dengan yakin.


Ica tersenyum.

__ADS_1


Mereka pun mengobrol sampai bel pelajaran di mulai.


Setelah jam pelajaran telah selesai, Ica seperti biasa ke gerbang sekolah untuk menunggu ayahnya, tak lama kemudian ayahnya Ica datang lalu dia menaiki mobilnya.


Di dalam perjalanan.........


" Nanti hari Minggu kita jalan ya..... " Ayahnya Ica.


" Kemana ? " Tanya Ica .


" Mau ketemu sodara ayah yang ada di Malang, kamu bisa kan ? " Jawab Ayahnya Ica.


" Kayaknya bisa " Ica.


Lalu Ica setuju untuk ikut keluarganya untuk ke Malang.


Disisi lain Rizal langsung ke tempat tongkrongannya


" Jadi bagaimana, Kita jadi serang mereka ? " Tanya Ake kepada Rizal.


" Tunggu Budi dan Imam gw mau ngomong dulu sama mereka " Jawab Rizal.


Rizal dan seluruh anggotanya menunggu Budi dan Imam.


Tak lama kemudian Mereka datang.


" Ada apa ? " Tanya Imam.


" Kita nungguin kalian " Jawab Ake.


" Yaudah kalo begitu ayok...... Rizalnya mana ? " Tanya Imam sekali lagi.


" Di dalem katanya dia mau ngomong dulu sama kalian ber-2 " Ake


Imam dan Budi pun masuk, di dalam sudah ada Rizal yang menunggu.


" Ada apa Jal ? " tanya Imam kepada Rizal.


" mau ngomong apa ? " Tanya Budi.


" Kalian yakin mau lawan gang MM1 ? " Tanya Rizal kepada Budi dan Imam


" ya...... yakin lah " Jawab imam dengan sangat yakin.


" Emangnya kenapa Jal ? " tanya Budi sekali lagi.


" Kemarin waktu gw satu lawan satu sama Maichel, gw ngerasa kalau gw bisa saja kalah sama dia " Jawab Rizal.


" Gw gak yakin kalau gw bisa menang lawan dia " Rizal.


" Jal bagaimana pun hasilnya kita bakal terus dukung lu kok " Sahut Budi


" Iya Jal, jadi gak usah takut kalah " Imam.


" Baiklah kalau begitu.......... " Rizal sambil berdiri.


Rizal langsung berjalan ke tempat semuanya berkumpul yaitu di halaman depan kamp.


Seperti biasa gang Orb mempunyai kebiasaan sebelum memulai pertarungan pasti ada kata-kata bijak yang dapat membuat semuanya termotivasi.


" Silakan, Budi...... " Imam.


" Pertarungan ini akan berbeda dari sebelumnya, karena pertarungan ini akan menentukan gang mana yang terkuat di Jakarta. Jadi tidak perlu berfikir ' kita harus menang ' , tetapi lakukan lah yang terbaik " Budi.


" Oke itu aja............ Jal...... "


" Berangkat....... " Rizal.


" YA............ BERANGKAT...... " teriak semuanya dengan penuh semangat.


Mereka semua menaiki motornya masing-masing, Rizal,Budi, dan Imam berada di paling depan.


Di sisi lain Ica sedang belajar bersama adiknya dan Aldo. Saat belajar Ica merasa tidak fokus....

__ADS_1


" Ca kamu kenapa kok kayak bengong gitu ? " Tanya Aldo.


Aldo memanggil nama Ica berulang kali tetapi Ica tidak menjawabnya ......


" Ca ....... " Aldo sekali lagi memanggil Ica.


" Eh.... maaf, ada apa ? " Tanya Ica kebingungan.


" Kamu yang ada apa, kamu kenapa bengong ? " Tanya Aldo kembali.


" Gak papa kok,....... bentar ya aku mau nelpon dulu " Ica.


Perasaan Ica sangat tidak enak waktu itu ia lalu menelpon Rizal.


Karena Rizal masih di dalam perjalanan, ia tidak mengangkat teleponnya. Setelah menelpon berulang kali Ica kemudian menelpon Budi, karena telpon Budi juga tidak diangkat Ica kemudian menelpon Raisa.


" Halo Sa, lu tau Budi kemana ? " Tanya Ica kepada Raisa di telpon.


" Enggak emangnya kenapa, ? " Tanya Raisa kembali


" Ini soalnya gw nelpon Rizal enggak diangkat.... " Jawab Ica.


" Yah gw kurang tau deh ca, soalnya Budi juga gak ngomong sama gw dia kemana " Raisa.


" Trus gimana ya........ perasaan gw gak enak. " Ica.


" Itu perasaan lu doang kali ca...... mereka pasti baik-baik aja kok mereka kan anggota gang pasti bisa jaga diri... " Raisa menyemangati Ica.


" Justru mereka anak gang gw takut mereka kenapa-napa,...... " Ica sangat bingung.


" Yaudah mending lu istirahat aja dulu, gw jamin mereka pasti baik-baik aja kok....... " Raisa.


" Yaudah kalau begitu " Ica lalu menutup telponnya.


Ica keluar dari kamarnya lalu melanjutkan belajarnya tetapi ia tidak fokus........


" Ada apa ca " Tanya Aldo.


" Enggak gak papa......... " Jawab Ica.


" kok muka kamu kayak kebingungan gitu ? " Tanya Aldo sekali lagi.


Ica lalu terdiam,............


Setelah sekian lama di perjalanan akhirnya Rizal dan yang lain sampai di lokasi pertarungan.


Disana belum ada anggota gang MM1 satu pun.


Tak lama kemudian datang lah paduka gang MM1 yang begitu banyak, Rizal, Budi, dan Imam sangat kebingungan..........


" Kayaknya pasukan mereka lebih banyak deh dari sebelumnya " Imam.


" Iya, apa mereka minta gabungan sama gang lain.. "


" Gw gak peduli, kita harus lawan mereka kan, kalian sendiri yang bilang kalau menang kalah itu urusan nanti. " Rizal dengan sangat serius.


setelah mendengar perkataan Rizal ,Budi dan Imam pun merasa semangat kembali.


Walaupun pasukan mereka lebih banyak hal itu tidak membuat anggota gang Orb ketakutan.......


Setelah itu Rizal berjalan ke arah pasukan gang MM1 perlahan begitu juga dengan pemimpin mereka yaitu Maichel.


" Sudah lama gw menantikan ini.......... " Sahut Maichel.


" Lu lukai in teman gw (Roy), gw gak akan membiarkan lu kabur dari hadapan gw " Rizal dengan tatapan serius.


" Coba aja kalau bisa......... " Maichel.


Mereka berdua pun kembali ke pasukan mereka, kemudian ke dua gang bersiap...........


Lalu salah satu anggota gang MM1 berteriak hal itu membuat anggota nya ya g lain menyerang duluan, karena tidak mau kalah gang Orb juga maju dipimpin oleh Budi dan Imam di paling depan


Lalu pertempuran pun dimulai..............

__ADS_1


__ADS_2