
Pagi harinya dirumah Ake.
Rizal duduk di teras pagi-pagi, ingin menelpon Ica.
Rizal ragu-ragu ingin menelpon Ica atau tidak.
Ia terus melamun sambil memegang handphone nya.
Tak lama kemudian Ake bangun dan mendekati Rizal di teras rumah.
" Lu ngapain Jal ? " tanya Ake.
" Gw bingung Ke, mau nelpon Ica atau enggak " Jawab Rizal.
" Yah..... telpon aja lagi...... " Saran Ake.
Rizal pun mendengarkan saran Ake ia mulai menelpon Ica.....
Disisi lain Ica sedang berbaring di kamar sambil memainkan handphone nya. Ia melihat notif telpon, telpon itu berasal dari Rizal.
Ica bingung kenapa Rizal menelponnya, tetapi Ica tidak mau mengangkatnya.
Rizal terus-terusan menelpon Ica tetapi Ica tidak mengangkatnya. Rizal sudah menyerah ia lalu mengechat nya saja.
Isi chat..........
' Ca,..... aku minta maaf atas tadi malam, Aku jauh-jauh datang ke Malang buat ketemu sama kamu, Aku mau kita baikan lagi......... jadi tolong maafin aku ' Rizal.
Saat itu Ica hanya membacanya saja tidak membalasnya.
Lalu Rizal mengajak Ica untuk ketemuan di kedai makan di Malang.
' Kalau kamu mau kita ketemuan nanti malam di sebuah kedai makan..... aku mau ngomong sama kamu.... ' Isi chat Rizal.
Karena Ica melihat isi chat itu, ia lalu mengajak Rival untuk mengantarnya, bukan karena ica mau mengajak Rival bertemu dengan Rizal, melainkan untuk mengantarnya saja karena Ica tidak tau daerah Malang,
Saat itu keluarga Ica ingin pulang, Ica ingin tinggal lebih lama di Malang, kemudian keluarga Ica memberikan Ica untuk tinggal di sebuah hotel di Malang.
Malam harinya, Ica di antar oleh Rival, untuk bertemu dengan Rizal.
Di dalam mobil Rival.
" Kamu kenapa tiba-tiba ngajak aku ke kedai makan ? " Tanya Rival.
" Aku gak ngajak kamu, aku cuman pengen kamu anterin aku aja, aku mau ketemu seseorang. " jawab Ica.
" Siapa ? " tanya Rival.
Ica lalu tidak menjawab pertanyaan Rival.
Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah kedai makan yang di janjikan.
Ica menyuruh Rival untuk diam di mobil.
" Kamu gak keberatan kan aku suruh kamu di mobil dulu ? " Tanya Ica.
" Oh...... gak papa kok..... hati-hati ya " Jawab Rival yang merasa tersakiti.
Kemudian Ica duduk di bangku kedai itu.
Tak lama kemudian Rizal pun datang....
" Ca..... " Sahut Rizal.
Ica lalu melihat Rizal, dan membiarkannya duduk.
" Kamu mau ngomong apa, aku gak bisa lama-lama ? " Tanya Ica.
" Aku minta maaf Ca..... " Jawab Rizal.
" Buat apa.... ? " Tanya Ica.
" Buat yang kemarin " Jawab Rizal
" Enggak ....... buat apa kamu minta maaf ke aku.... ? " Tanya Ica sekali lagi.
" Aku tau aku salah Ca, tapi aku mohon maafin aku " Jawab Ica.
" Itu tau kamu salah kenapa masih ngelakuin..... " bentak Ica.
" Waktu itu aku gak bisa nahan diri Ca...... "
" Karena kamu ketua gangster ? " Tanya Ica.
__ADS_1
" Enggak bukan itu....... "
" Karena kamu ketua gangster jadi kamu gak bisa nahan diri..... " Ica dengan nada tinggi.
" Kamu udah janji sama aku kalo kamu gak bakal berantem lagi, tapi kenapa........ kamu bilang kamu berbeda dari kebanyakan ketua gangster lain..... kamu bohong " Ica sambil berdiri dari kursinya untuk pergi.
" Kamp gang ku kebakaran ca...... " Jawab Rizal dengan nada tinggi.
" Teman-teman ku habis dipukuli...... sebagai pemimpin aku gak bisa ngebiarin gitu aja.... "
Ica terdiam seketika.
" Kalau aku gagal jadi pemimpin, gimana nanti aku bisa jadi suami yang baik buat kamu...... seorang suami dalam sebuah keluarga harus menjadi pemimpin yang baik..... " Sahut Rizal untuk meyakinkan Ica
" Aku mau kita kayak dulu lagi....... aku gak bakal berantem lagi kalo itu membuat kamu gak suka...... "
" Aku sayang sama kamu Ca..... waktu awal kita ketemu ........ aku langsung jatuh cinta sama kamu....... bahkan jauh sebelum kamu datang banyak cewe yang suka sama aku tapi aku gak menyukai mereka..... " Rizal.
" Kamu yang membuat hatiku terbuka ca...... "
" Makannya itu aku gak mau kamu pergi.... aku mau kamu terus ada disamping aku..... " Rizal.
Ica yang mendengar perkataan Rizal merasa tersentuh..... iya lalu melihat Riza sambil menangis.
Tiba-tiba Rival datang menghampiri Ica...... Rival yang melihat Ica menangis menyalahkan Rizal.....
" Lu lagi........ " Rival dengan nada tinggi.
Rival lalu memukul Rizal, tapi Rizal masih bisa menahannya, kemudian Ake datang.....
Ake yang sudah merasa emosi dengan Rival mau memukulnya.... tetapi Rizal menahannya.
Rizal yang melihat Ica dengan Rival merasa sakit hati..... ia lalu pergi.....
Ica yang melihat Rizal pergi pun merasa sangat lemas..... Mereka lalu pergi ke mobil Rival.
Di dalam mobil.
" Kamu tadi ngapain nyamperin aku ? " tanya Ica kepada Rival.
" Aku penasaran kamu lagi ngapain........ terus aku liat kamu....... " Jawab Rival.
" Aku udah bilang sama kamu, kamu diam di mobil " Ica dengan nada tinggi.
" Aku mau pulang...... " Sahut Ica.
" Ca ..... aku minta maaf " Rival.
" Aku mau pulang...... " Ica yang sudah sangat marah kepada Rival.
Rival lalu mengantar Ica pulang ke hotelnya.
Di dalam hotel Ica menangis.
Dan mencoba untuk menelpon Rizal berulang kali. Tetapi Rizal tidak mengangkatnya.
Rizal dan Ake sementara masih di luar melihat pemandangan.
" Yang tadi itu Ica Jal ? " Tanya Ake
" Iya..... " Jawab Rizal.
" Gak nyangka ya.... dia udah punya pacar lagi. " Sahut Ake.
Rizal lalu hanya terdiam.
" Gw punya kabar baik..... " Ake.
" Kabar baik apa ? " Tanya Rizal.
" Katanya renovasi kamp kita sudah sampai 40% " jawab Ake.
" serius lu..... ? " Tanya Rizal tidak percaya.
" Iya, kata Budi, Roy punya kenalan orang kaya trus dia mau bantuin renovasi kamp kita jadi kita punya dana lebih.... " Jawab Ake
" Alhamdulillah, terus gimana Roy dia udah sehat ? " Tanya Rizal.
" Katanya udah, tapi tangannya masih gak bisa digerakin " Jawab Ake.
" Jal trus kemarin gw dapat kabar dari keluarga gw, katanya mereka ada urusan gw gak bisa lama-lama, jadi besok gw pulang, lu gak papa sendiri. ? " Tanya Ake.
" Gak papa kok, santai aja........ " Jawab Rizal.
__ADS_1
Mereka lalu pulang dan Ake mempersiapkan kebutuhannya untuk berangkat besok...... selesai mempersiapkannya.... Ake pergi tidur, kecuali Rizal ia tetap melihat pemandangan langit.
Tak lama itu ada telpon di handphone Rizal.
Ternyata telpon itu dari Ica.
Rizal lalu mengangkatnya.
"Halo,..... Ca..... " Sahut Rizal.
" Halo Rizal...... aku minta maaf ya tadi....... "
" Minta maaf kenapa ? " Tanya Rizal.
" Yang mukul kamu kemarin itu saudara kecil aku...... " jawab Ica.
" Oh gak papa........ jadi yang tadi di kedai makan itu saudara kamu...... ? " Tanya Rizal.
" Iya...... emangnya kenapa kamu cemburu ? " tanya Ica kembali dengan tersenyum.
" Mana mungkin aku cemburu...... cemburu itu untuk orang yang lemah, dan gak ngerti apa itu cinta....... " Jawab Rizal.
" Emangnya kamu tau apa arti cinta. ? " Tanya Ica sekali lagi.
" Tau..... " jawab Rizal dengan tersenyum juga.
" apa ? "
" Cintai itu tanda kalau kamu suka sama lawan jenis....... mencintai itu adalah bukti kalo kamu benar-benar cinta sama orang yang kamu suka........ " Jawab Rizal dengan nada bahagia.
Ica yang mendengar itu juga tertawa kecil.
" Ca..... jadi kamu mau maafin aku ..... ? " tanya Rizal.
" iya deh aku maafin..... lagian aku gak enak ada orang yang datang jauh-jauh cuman mau minta maaf. " Jawab Ica dengan bercanda.
Mereka berdua pun tertawa.
" Jadi kita balikan lagi....... ? " Tanya Rizal.
" Sejak kapan kita putus ? " tanya Ica kembali.
" Jadi kamu masih suka sama aku ? "
" Menurut kamu..... " Jawab Ica.
Karena senang Rizal lalu loncat-loncat kegirangan, Ica yang mendengar suara Rizal dari telpon juga ikut senang.
" Jadi kapan kamu mau pulang..... " Tanya Rizal sambil kelelahan.
" Mungkin lusa...., kamu ? : tanya Ica kembali.
" aku ikut kamu aja..... " jawab Rizal.
" Serius..... ? " Ica yang kaget.
" Iya..... nanti kita pulangnya bareng.... " Rizal.
" Akhirnya kita bisa bareng lagi .... " Ica.
" Iya,....... Oh iya besok kamu mau ikut aku ? " Tanya Rizal.
" Kemana ? " Tanya Ica.
" Kita keliling Malang " Jawab Rizal.
" Boleh...... asalkan sama kamu...... " Ica.
Rizal yang mendengarnya tersenyum.
" Yaudah kalau begitu nanti aku ke tempat kamu.......... "
" Kamu tidur ya......... "
" Gak mau ngucapin 'selamat tidur' ? " tanya Ica.
" Tentu saja " Jawab Rizal.
" Selamat tidur wahai bidadari ku yang telah kembali "
Mereka berdua lalu menutup telponnya.
Ica lalu berbaring dikamarnya.
__ADS_1
" Selamat Tidur juga my pangeran " Jawab Ica dengan suara kecil.