Perang Dan Cinta

Perang Dan Cinta
Berjalan-jalan Bersama


__ADS_3

Pagi harinya Ica bersiap-siap untuk pergi ke jalan-jalan di Malang bersama Rizal , mengingat ini adalah hari terakhir mereka di Malang.


Pada saat itu Ica berada di lobby hotel menunggu Rizal datang.


Tak lama kemudian Rival datang dan menghampiri Ica. Ica tidak tau Rival kesini ia takut kalau Rizal tau ada Rival disini.


" Kamu ngapain disini ? " tanya Ica kepada Rival.


" Aku mau ngajak kamu jalan, ini kan hari terakhir kamu di Malang kan " Jawab Rival di dalam mobil.


" Ayo masuk !!! " Rival.


" Aku gak bisa aku mau jalan sama orang lain. " Jawab Ica.


" Sama siapa ? " Tanya Rival yang keluar dari mobilnya karena terkejut.


" Ada..... " Jawab Ica.


Kemudian Rizal datang dan melihat Ica dan Rival.


" Ca.... " Sahut Rizal.


" Lu lagi !!! " Rival dengan kaget karena kedatangan Rizal.


" Val, dia ini orang yang aku ceritain kemarin dia pacar aku...... " Sahut Ica membela Rizal.


" Tapi kalian sudah putus, trus kata kamu dia nyakitin perasaan kamu ...... aku mau balas atas perbuatannya kepada kamu " Rival dengan nada tinggi.


" Sudah Val..... aku sama dia sudah baikkan...... Lagian kamu gak bakal bisa menang lawan dia " Ica.


Ica lalu mengajak Rizal pergi.


Rival hanya bisa melihat mereka dengan perasaan marah.


Dia lalu diam-diam menelpon ayahnya Ica untuk memberitahukannya.


Di Jalan.


" Itu saudara kamu di tinggal aja ? " Tanya Rizal di jalan


" Biarin aja " Jawab Ica.


Mereka lalu berjalan keliling kota Malang, Saat itu perasaan Ica sangat senang begitu juga dengan Rizal.


" Kamu mau kemana ? " Tanya Rizal.


" Kamu tau wisata alam brakseng ? " Tanya Ica.


" Kayaknya pernah dengar. " Rizal


" Aku waktu itu ngelihatnya di media sosial, jadi aku pengen kesana..... kamu mau ikut ? " Ica.


" Tapi Ca aku kan gak tau jalannya.... "


" Nanti kita tanya-tanya aja biar lebih seru..... "


Rizal lalu mengikuti saran Ica.


Mereka lalu pergi ke tempat wisata itu.


Sampai disana mereka langsung berfoto-foto, bercanda layaknya anak kecil.


Selesai Ica dan Rizal bersenang-senang mereka ingin makan di suatu restoran mengingat hari sudah mau sore.


Setelah makan mereka pulang kerumah masing-masing, Ica pergi ke hotel Rizal juga pergi ke rumahnya Ake.


Sebelum mereka tidur seperti biasa mereka telponan terlebih dahulu.


" Gimana tadi kamu senang ? " Tanya Rizal lewat telepon

__ADS_1


" Senang....... " Jawab Ica.


" Syukurlah kalau begitu, jadi nanti kita pulang besok..... ? " Tanya Rizal sekali lagi.


" Aku pulang besok, kalo kamu kalau mau tetap disini ya udah...... " Jawab Ica.


" Aku kan kesini buat kamu, kamu pulang aku juga ikut pulang " Rizal.


Ica yang mendengarnya langsung senyum-senyum sendiri.


" Yaudah kalau begitu kamu tidur sana " Suruh Rizal.


" Yaudah,...... "


" Selamat Tidur Ica ku " Rizal.


" Selamat Tidur juga Rizal ku " Jawab Ica sambil tertawa.


Mendengar percakapan itu mereka berdua sangat bahagia. Rizal yang berhasil berbaikan dengan Ica akhirnya bisa hidup seperti biasa lagi.


Keesokan harinya mereka berangkat bersama untuk pulang ke Jakarta menaiki kereta api.


Mereka sengaja memesan kereta yang sama, dan bangku yang bersebelahan.


Di dalam Kereta.


" Gak kerasa udah tinggalkan kota Malang aja....... " Ica sambil sedih.


" Gak usah sedih Ca, nanti bulan madu kita bakal pergi ke Malang. " Rizal menyemangati Ica.


" Jangan ke Malang, kita tinggal di Malang aja gak usah bulan madu disana, aku maunya kita bulan madu ke............ ke Korea. " Ica (bercanda).


" Waduh ...... " Rizal.


Rizal dan Ica pun tertawa.


" Jadi kamu mau.....menikah sama aku ? " Tanya Rizal.


Jawab Ica sambil menyenderkan kepalanya di pundak Rizal, karena kelelahan.


" Aku gak mau pisah lagi sama kamu...... "Ica dengan nada lemas.


" Aku juga....... " Jawab Rizal


" Tapi kamu janji gak boleh berantem lagi........ ! " Ica.


" Kalau gang ku kenapa-napa ? " Tanya Rizal (bercanda).


" Yah kan bisa diselesaikan dengan baik,...... janji kamu gak berantem lagi ! " Ica dengan nada sedikit tinggi.


" Iya, iya aku janji. " Rizal berjanji kepada Ica.


Karena kelelahan Ica pun tertidur di pundak Rizal, Rizal yang bingung apakah dia bisa menahan emosi nya atau tidak.


Karena pusing memikirkannya Rizal lalu tertidur juga di kepala Ica.


Di sepanjang perjalanan mereka tertidur.



Hampir sehari mereka berada di kereta api, dan akhirnya sampai di Jakarta.


Sampai di stasiun mereka keluar bersama.


Setelah itu Ica kaget karena melihat ayahnya di luar stasiun, Rizal yang juga mengetahui ada ayah Ica disana, ia langsung menghampirinya bersama ica.


Ayahnya Ica tau kalau Ica pulang dengan Rizal dari Rival yang memberitahukannya, tetapi Ica tidak tau.


" Ayah, ayah ngapain kesini...... ? " tanya Ica.

__ADS_1


" Ayah mau jemput kamu....... " Jawab ayahnya Ica.


" Ayah juga tau kamu di Malang berduaan kan sama dia, jadi kamu mau lama di Malang biar berduaan sama dia. "


" Kamu......... kamu lagi, saya sudah bilang sama kamu jauhi anak saya " Ayah Ica yang marah kepada Rizal.


" Kalo sampai anak saya kenapa-napa saya bakal laporin kamu ke polisi " Ancam Ayahnya Ica.


Ayahnya Ica lalu menarik tangan Ica dan menyuruhnya ke mobil.


" Om, saya sayang sama Ica om,....... "


" Kalo kamu sayang sama dia, kamu harusnya ngerti mana yang baik sama yang tidak baik " Ayahnya Ica dengan nada tinggi.


" Saya tau mana yang baik om......... Ica sendirian di Kota yang dia gak tau, jadi saya gak pernah berniat untuk macam-macam sama Ica " Bela Rizal.


" Saya gak suka kalo Ica pacaran....... " Ayahnya Ica.


" Saya tau anak bapak dua-duanya perempuan, tetapi butuh seorang laki-laki untuk mendampingi mereka om.... Om gak bisa melakukannya sendiri..... " Rizal.


" Saya yang akan memilih laki-laki untuk Ica,...... saya gak mau dia berpacaran dengan kamu yang gak jelas asal usulnya "


" Tapi saya Cinta sama Ica om, Cinta itu gak bisa dipaksakan..... " Bela Ica.


" Saya gak peduli. Pokoknya kalo kamu saya lihat dekat-dekat dengan Ica kamu tau akibatnya " Ayahnya Ica.


Ayahnya Ica lalu masuk ke mobil dan pergi meninggalkan Rizal.


Di perjalanan di mobil.


" Ayah sudah bilang sama kamu jangan dekati dia lagi " Sahut ayahnya Ica dengan nada tinggi.


" Aku cinta sama dia Yah,...... sampai kapan pun ayah ngelarang aku, aku gak akan pernah berhenti " Bela Ica.


" Kamu berani sama ayah, ayah ngelakuin itu demi kamu..... kamu baru kenal sama dia baru kan..... ayah sudah tau kamu sejak kamu lahir.... jadi ayah tau mana yang baik buat kamu " Ayahnya Ica.


Ica tidak bisa berkata-kata lagi, di perjalanan pulang Ica hanya terdiam menahan tangis.


Rizal berjalan karena sudah dekat dengan rumahnya. Rizal berjalan dengan lemas.


" Assalamu'alaikum " salam Rizal di rumahnya.


" Walaikumsalam " Jawab Yuda kakaknya Rizal.


" Udah balik...... ? " Tanya Yuda.


" iya...... Bunda mana ? " Tanya Rizal sambil membuka pintu.


" Lagi sholat, lu istirahat aja dulu " Yuda.


Rizal lalu duduk di bangku meja tamu sambil menunggu bundanya selesai beribadah.


Tak lama kemudian bundanya Riz datang menghampiri Rizal.


" Udah pulang kamu ? " tanya bundanya Rizal.


" Sudah Bun..... " Jawab Rizal sambil mengayunkan tangannya (salim).


" Gimana, enak Malang ? " Tanya bunda.


" Ya begitu lah Bu...... " Jawab Rizal.


" Kok bilangnya begitu...... Ica gak mau maafin kamu ? " Tanya Bunda Rizal sekali lagi.


" Ica mau maafin aku, tapi bunda tau kan ayahnya Ica gimana.... " Jawab Rizal.


" Yaudah kamu yang sabar mungkin itu cobaan buat kamu, kamu benar-benar cinta sama Ica apa enggak jadi tetaplah berusaha ya " Bunda menyemangati Rizal.


" Terima kasih ya Bun... "

__ADS_1


Rizal lalu menaruh pakaiannya lalu beristirahat di kamarnya.


__ADS_2