
Saat mau jalan pulang Rizal dan Ica mampir dulu ke toko buku. Setelah di dalam mereka saling bergandengan tangan, dan melihat-lihat buku bersama.
Karena sudah ketemu Ica pun membayar buku itu.di kasir. Setelah selesai Ica menaiki motor Rizal dan mereka pun pergi.
Setelah sampai di rumah Ica, Rizal tidak mampir terlebih dulu, dia harus ke kampnya karena dia merasa tidak enak.
Rizal pun buru-buru pergi ke kampnya.
Sampai disana ternyata keadaan baik-baik saja, disana ada Budi, Imam, Ake, dan Roy yang sedang mengobrol.
Karena sudah sampai Rizal pun bergabung dengan mereka. Meraka membahas tentang kamp.........
" Katanya Lusa kamp kita sudah bisa digunakan " Sahut Roy.
" Oh...... sudah mau selesai ya ? " tanya Imam.
" Iya....... " jawab Roy.
" Apa kita bisa ngejaga kamp ini lagi ya ? " tanya Rizal dengan ragu.
" Kamp ini semakin besar, jadi kita harus mengajak orang lagi buat gabung, gimana ? " Lanjut Rizal.
" Iya sih kamp kita lebih besar, gw juga setuju, kita butuh orang banyak siapa tau nanti kita lawan gang MM1 lagi..... " Budi.
" Oh iya, gang MM1 gimana kok gw gak dengar kabarnya ? " tanya Ake.
" Kalau gw ketemu salah satu mereka, gw mau balas dendam, mereka yang membuat tangan gw kaya gini " Sahut Roy dengan serius.
" Santai aja Roy, tangan lu belum terlalu sembuh, ntar sakit lagi Loh....... " Sahut Ake.
Mereka pun tertawa, setelah selesai mengobrol mereka semua pun pulang, kecuali Rizal dia mau berbicara dengan Roy.
" Roy, gw mau lu perintahkan 2 orang buat mantau di kampnya gang MM1 " sahut Rizal.
" Kenapa ? itu kan juga berbahaya " tanya Roy.
" Gw merasa kalo gang MM1 ini bakal berbeda, jadi gw minta 2 orang buat melihatnya " Jawab Rizal
" Baiklah kalau begitu "
Selesai itu Rizal pergi ke rumahnya.
Malam harinya Rizal menelpon Ica.
" Kenapa kamu nelpon aku ? " tanya Ica di dalam telpon.
" Aku kangen sama kamu....... " Jawab Rizal.
Mendengar hal itu Ica langsung tersenyum.
" Oh iya........ besok anterin aku ketemuan ya.... " Ica.
" Ketemuan sama siapa ? " tanya Rizal.
" Tadi aku nelpon orang yang mau ngasih aku beasiswa, kata dia mau langsung ketemuan aja sama aku di kafe gitu, jadi kamu temenin aku ya " Jawab Ica.
" Yaudah....... kapan ? " Rizal
" Besok malam, bisa kan ? " tanya Ica.
" Apa sih yang gak bisa buat kamu...... " Jawab Rizal
Ica pun tersenyum.
__ADS_1
" Yaudah kalau begitu, selamat tidur Ica "
" Selamat tidur juga " Rizal
Mereka pun menutup telponnya dan pergi tidur.
Besok malamnya Rizal bersiap-siap untuk ke rumah Ica.
Di rumah Ica.
" Kamu mau kemana ? " tanya ayahnya Ica.
" Aku mau ketemu sama orang yang mau ngasih aku beasiswa yah " jawab Ica.
" Oh......... "
" Sama siapa ? " tanya ibunya Ica yang berjalan menghampiri mereka berdua.
" Sama Rizal " Jawab Ica.
" Oh ........ yaudah hati-hati ya "
Tak lama kemudian Rizal pun sampai di rumah Ica dan mereka pun berangkat.
Sampai di sebuah kafe yang dijanjikan Rizal dan Ica duduk dengan orang itu.
" Kamu Ica ya, yang di telpon itu..... ? " tanya orang itu.
" Iya pak...... " jawab Ica
" Panggil aja Pak Fahrul " Sahut dia.
" Oh...... iya Pak Fahrul " Sahut Ica.
Selesai mengobrol mereka mau memesan makanan.
" Oh iya kamu siapa ya ? " tanya Pak Fahrul kepada Rizal.
" Saya Rizal om pacarnya Ica...... " jawab Rizal.
" Oh iya kita pernah ketemu ya, dia gedung tes kemarin ? " Pak Fahrul.
" Iya pak...... " jawab Rizal.
" Kamu emang gak salah milih pasangan ya Ca....... kamu pintar dia juga pintar, ganteng juga pula, emang kalian cocok "
Ica dan Rizal pun tertawa.
" Iya kok pak, dia memang pacar saya yang paling tepat....... " jawab Ica.
Mendengar hal itu Rizal tersipu malu.
Ketika sudah selesai memilih makanan Ica lalu menuju kasir untuk memesannya.
Dan Pak Fahrul dan Rizal pun berbicara.
" Sudah berapa lama kamu sama Ica pacaran ? " tanya Pak Fahrul.
" Sekitar 2 bulan mungkin......... " jawab Rizal.
" Oh....... saya terkejut, saya kira kamu sudah pacaran 2 tahun...... karena saya melihat Ica begitu sayang sama kamu " Pak Fahrul.
Rizal pun tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
" Apakah kamu gak keberatan Ica kuliah di luar negeri ? " tanya Pak Fahrul.
" ...............Sebenarnya saya keberatan sih.... tapi mau gimana lagi itu impiannya waktu SMP jadi saya merasa tidak enak bilangnya " Jawab Rizal
" Saya kagum sama kamu, kalau saya jadi Ica saya mungkin akan mengajak kamu nikah.... " Pak Fahrul (bercanda).
Mendengar hal itu Rizal kaget dan tertawa, tak lama kemudian Ica datang, dan tak lama dari itu makanannya pun datang.
Selesai makan mereka langsung pergi Rizal menuju ke rumahnya Ica untuk mengantarnya.
Sampai di rumah Ica.
" Makasih ya udah mau nganterin " Sahut Ica.
" Iya sama-sama "
" Kamu mau langsung pulang, atau mau mampir dulu ? " tanya Ica.
" Aku langsung pulang aja lagian udah malam. " jawab Rizal.
" Yaudah, kamu hati-hati di jalan ya "
" Iya, kamu juga hati-hati " Rizal (bercanda)
" Hati-hati kenapa ?, kan ini udah sampai rumah aku " Tanya Ica.
" Ya siapa tau ada apa-apa....... " Jawab Rizal sambil tersenyum.
Ica pun tertawa.
" ........Yaudah kalau begitu, Selamat Tidur Ica " Sahut Rizal.
" Selamat tidur juga....... " Sahut Ica kembali.
" Kan rumah aku masih jauh..... kok udah di ucapin ? " tanya Rizal dengan bercanda
" Ya gak papa, biar kamu semangat di perjalanan " Jawab Ica sambil tersenyum.
".......Yaudah, aku jalan ya..... " Rizal sambil mengelus muka Ica.
" Iya..... hati-hati ya........ " Ica.
Rizal pun pergi dari rumah Ica menuju ke rumahnya.
Sampai di rumah Rizal langsung menuju ke kamarnya, ia berbaring di kamarnya sambil memikirkan keputusannya tentang Ica yang kuliah di Korea.
Keesokan harinya Rizal berangkat ke sekolah, seperti biasa ia ke rumah Ica terlebih dahulu.
Singkat waktu mereka sudah sampai disekolah, Ica sudah memasuki kelasnya, dan Rizal pun menuju ke kantin belakang untuk menemui teman-temannya.
Rizal mengobrol dengan Budi, Imam, dan teman-temannya yang lain.
Selepas mengobrol bel pun berbunyi menandakan jam pelajaran dimulai. Saat jam pelajaran terjadi hal yang tidak biasa di luar gerbang sekolah.
Terjadi kerusuhan, banyaknya anggota gang motor yang menyerang sekolah, para guru pun panik mereka mencoba untuk menenangkan murid lain. Dan para murid pun juga ikut panik.
Rizal yang khawatir dengan Ica ia pun pergi ke kelas Ica. Diperjalanan kebetulan Rizal bertemu dengan Ica yang juga khawatir.
Rizal mengajak Ica untuk bersembunyi di kelasnya karena akan lebih aman.
Karena penjaga sekolah sudah kelelahan dan gerbang sekolah mulai rubuh, para anggota gang motor yang menyerang sekolah sudah mulai masuk dan mulai merusak fasilitas sekolah................
.....................
__ADS_1