Perang Dan Cinta

Perang Dan Cinta
Perang Dimulai


__ADS_3

Sesudah mereka berbicara, bel pun berbunyi menandakan bahwa jam istirahat sudah berakhir.


Singkat cerita jam terakhir pun sudah usai para siswa sudah berjalan ke luar gerbang sekolah.


Rizal yang mengambil motornya bersiap untuk mengantar Ica ke rumahnya.


" Sudah ? " Tanya Rizal kepada Ica.


Ica pun naik motor Rizal dan mereka pun berangkat ke rumah Ica.


sampai di rumah Ica, ibunya Ica yang melihat mereka sudah sampai rumah mengajak mereka masuk dan meminta Rizal untuk makan terlebih dahulu.


Mereka pun makan bersama, tiba-tiba Rizal mendapat telepon, dia meminta untuk ijin mengangkat telponnya. Ica kebingungan ada hal apa yang membuat Rizal harus mengangkat telponnya.


Sesudah mengangkat telpon ia lanjut menghabiskan makanannya. Sesudah makan Rizal pun langsung pulang, ia diantar oleh Ica kedepan rumahnya.


" Tadi telpon dari siapa ? " tanya Ica kepada Rizal.


" Dari teman " Jawab Rizal dengan yakin.


" Temannya cowo apa cewe ? " Tanya Ica sekali lagi pada Rizal.


" Emangnya kenapa kalo cewe ? " , Tanya kembali Rizal dengan nada bercanda.


" Yah........ tidak apa-apa " Jawab Ica dengan lemas.


" Kamu cemburu ? " , Rizal.


" Enggak, untuk apa aku cemburu " Ica dengan nada yang sedikit tinggi.


" Huh........... aku hanya bercanda, yang menelponku tadi laki-laki " , Rizal.


Ica pun mulai tersenyum kembali.


Rizal pun menaiki motornya.


" Malam Minggu kamu tidak keman-mana kan ? " Tanya Rizal.


" Enggak, memangnya kenapa ? " Ica tanya kembali pada Rizal.


" Aku mau ngajak kamu jalan-jalan. Aku mau nunjukin tempat yang paling indah di Jakarta. " Jawab Rizal.


" Boleh,...... " , Ica.


Rizal pun jalan.


Ia tidak pulang kerumahnya tapi dia pergi ke kampnya gang Orb.


Disana sudah ditunggu oleh anggota yang lain, juga pemimpin pengganti gang Orb selama Rizal, Budi, dan Imam pergi sekolah yaitu Roy.


Yang menelpon Rizal tadi adalah Roy, ia menginfokan bahwa akan terjadi peperangan antara gang besar di Jakarta. Tentu saja sebagai pemimpin gang, Rizal tidak bisa menolaknya. Ia dan yang lain akan berangkat nanti malam.


Malam Harinya.


Sekitar 150 orang sudah berkumpul dan akan segera berangkat menaiki motor. Rizal yang memimpin gang Orb berjalan didepan.

__ADS_1


Sampai di lokasi yang dijanjikan, Rizal dan yang lain sudah disambut oleh anggota gang yang akan mereka lawan. Rizal dan anggotanya turun dari motor dan bersiap untuk memulai peperangan.


Peperangan pun berlangsung gang Orb yang sudah menang jumlah mengungguli pertarungan itu, walaupun banyak sekali pukulan yang diterima Rizal, hal itu tidak membuat dia gentar. Ia terus menghajar lawan yang ada didepannya.


Tak selang beberapa lama pertarungan pun usai Gang Orb yang dipimpin oleh Rizal dapat memenangkan pertarungan malam itu.


Karena pertarungan tadi malam, nama gang Orb menyebar ke seluruh penjuru. Banyak juga yang ingin menantang gang Orb. Karena Rizal mempunyai sikap sabar dan tidak tamak ia pun tidak menerimanya ia ingin anggota yang lain beristirahat atas pertarungan tadi malam.


Rizal ingat janjinya kepada Ica untuk mengajaknya untuk jalan, ia pun kembali kerumah dan mempersiapkan diri.


Di Rumah Ica.


(Ica make-up dan Menganti-ganti baju).


" Sepertinya ada yang ngajak jalan nih ? " , Ibunya Ica.


" Rizal ngajak aku jalan Bu, tidak apa-apa kan Bu ? " Ica yang memohon kepada Ibunya.


" Boleh.... " Jawab Ibunya Ica.


Ica pun senang, dan lanjut memilih bajunya.


" Bu, ini cocok gak ? " , Ica meminta pendapat Ibunya akan baju yang dia pakai.


" Apa pun yang kamu gunakan akan tetap cantik buat kamu, sayang " , Ibunya Ica.


" Aku bingung Bu harus pakai baju apa " Ica yang kebingungan.


" Sayang, Rizal pasti ga bakal memperdulikan kamu pakai baju yang mana, asalkan kamu tulus mau jalan sama dia " Saran Ibu Ica.


" Kamu tuluskan jalan sama Rizal ? " Tanya Ibunya Ica.


" Tulus si Bu ...... " Jawab Ica.


" Kalau begitu kamu gak usah berpakaian yang berlebihan, nanti Rizal menanggap kamu aneh loh " Saran Ibu.


" Trus aku harus pakai apa dong Bu ? " Tanya Ica kepada ibunya.


" Lebih baik pakai ini aja...................... " Ibunya Ica memberikan pakaian untuk dipakai Ica.


Ibunya Ica pun membantu Ica memakai baju yang sesuai untuknya.


Tak lama kemudian Rizal pun Sampai ke rumah Ica.


" Kak ada cowo tuh nunggu di depan rumah " Sahut adiknya Ica bernama Adel.


Ica pun bergegas untuk kedepan rumahnya.


Ica pun berjalan mendatangi Rizal.


Rizal yang melihat Ica sangat terpukau dan mulai salah tingkah.


" Kamu cantik banget " Rizal terpukau akan kecantikan Ica.


Ica pun tersipu malu, ia pun segera naik ke motor Rizal, dan mereka pun pergi.

__ADS_1


Diperjalanan.


" Kamu mau ngajak aku kemana ? " , Tanya Ica kepada Rizal.


" Nanti kamu akan tau " Jawab Rizal.


Mereka pun sampai di tempat tujuan lalu Rizal mengajak Ica untuk menaiki sebuah gedung yang tidak memiliki atap (out door).


sampai di atas gedung, Ica terpukau melihat langit Jakarta pada malam.


Mereka pun tiduran di atap gedung itu.


" Indah kan ? " Tanya Rizal kepada Ica.


" Indah banget aku belum pernah liat Langit seperti ini " Sahut Ica.


" Kok kamu tau ada tempat seperti ini di Jakarta ? " , Ica.


" Aku sering menyendiri disini, melampiaskan amarah yang terpendam pada hari itu lalu melepaskannya pada malam hari di sini " , Rizal.


Ica pun sangat terkejut akan langit yang begitu banyak bintang.


" Kamu tau kenapa bintang sangat banyak di alam semesta ini ? " Tanya Rizal kepada Ica.


" Gak tau...... " Jawab Ica dengan heran.


" Kalau bintang cuman 1 itu adalah hatiku, hatiku yang begitu gelap bisa diisi dengan 1 bintang yang sangat cerah, yaitu kamu. " .


" Sebelum kamu datang ke sekolah aku awalnya tidak ingin memiliki seorang perempuan, tetapi ketika kamu datang aku menarik kata-kataku itu. Aku ingin sekali waktu berhenti sejenak agar kita bisa menikmati keindahan langit dan memiliki waktu berdua " , Rizal.


" Aku juga ingin waktu berhenti " Sahut Ica.


Rizal pun kaget, dengan jawaban Ica.


" Ini pertama kalinya bagiku untuk memiliki seorang cowo, jadi aku sangat takut dengan diri ku sendiri apakah aku pantas dimilikinya atau tidak " , Ica.


" Kamu pantas Ca dimiliki oleh seorang laki-laki


Aku sangat beruntung, ini adalah pengalaman pertama mu untuk memliki seorang cowo, jadi kalau ada seorang pun yang menggangu kamu aku gak bisa tinggal diam, karena itu adalah tugasku sebagai lelaki pertamamu " ,Sahut Rizal dengan percaya diri.


Ica pun tersenyum dan tersentuh dengan perkataan Rizal.


" Oh iya aku ingat Raisa bilang kamu Ketua gang besar yang ada di Jakarta !! " Ica.


" ........... Iya aku ketua gang di Jakarta, tapi bukan berarti sikapku seperti gangster pada umunya kan ? " Rizal.


" Tidak......... kamu baik,.......... Aku ingin mengenalmu lebih dalam lagi " Jawaban Ica.


" Kalau begitu aku akan memperkenalkan kamu dengan bundaku dia ingin sekali melihat mu " Rizal.


Merekapun menikmati suasana pada malam itu. Sesudah mereka puas melihat pemandangan mereka pun makan di suatu tempat makan.


Sesudah makan mereka langsung pergi Rizal mengantarkan Ica pulang kerumahnya.


Ica tidak akan pernah melupakan hari itu, begitu juga dengan Rizal.

__ADS_1


.................


__ADS_2