
Terjadi perpecahan pada malam itu, karena kedua gang sama-sama kuat, tetapi yang diungguli pada pertempuran kali ini adalah gang MM1. Mereka memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan gang Orb.
Karena tau gang nya kalah jumlah Rizal langsung membantu anggotanya, awalnya Rizal ingin menghemat tenaga untuk pertarungannya melawan Maichel, tetapi ia terpaksa untuk membantu yang lain.
Saat Rizal membantu mereka gang Orb menjadi seimbang, karena melihat gang Orb yang kuat karena ada Rizal Maichel juga turun tangan.
pukulan demi pukulan diterima dari masing-masing gang, demi memperebutkan gelar gang terkuat di Jakarta.
Rizal hanya menerima 2 pukulan dari anggota gang MM1, sedangkan Maichel tidak terkena sama sekali. Kalau dibandingkan dengan mereka berdua, yang pasti menang adalah Maichel.
Tetapi pengalaman Rizal menjadi gangster lebih lama dari pada Maichel. Jadi mereka sama-sama kuat.
Disisi lain ketika sudah selesai belajar, Ica menelpon Rizal kembali, tetapi hasilnya tetap sama Rizal tidak mengangkat telpon dari Ica. Ica merasa sangat gelisah... lalu ibunya melihatnya................
" Ca..... kamu kenapa ? " Tanya ibunya Ica
" Eh...... Bu gak papa " jawab Ica gak yakin.
" gak papa gimana dari tadi kamu memegang handphone sambil kesana-kesini, ada apa sih ? " tanya ibu sekali lagi.
" Bu ........ perasaan ku kok gak enak ya " Ica.
" Loh kenapa..... ? cerita sama ibu " ibunya Ica.
" Tapi ibu janji jangan bilang sama ayah ya "
" Iya...... ada apa sih ? " Tanya ibunya Ica.
" Aku dari tadi nelpon Rizal Bu tapi gak diangkat, biasanya jam segini dia yang nelpon aku duluan. " Jawab Ica.
" Oh Rizal........ ibu kira kamu udah gak ada hubungan lagi sama dia, emang cinta gak bisa dipisahkan begitu aja ya " Sahut ibunya Ica.
" Mungkin dia lagi sibuk kali...... "
" Sibuk apa Bu ? " Tanya Ica kepada ibunya.
" Ya mungkin lagi pergi sama keluarganya, atau kemana gitu...... jadi dia gak sempat buat nelpon kamu " Jawab ibunya Ica.
" Semoga benar yang ibu bilang " Ica
" Emangnya kamu mikirnya apa ? " Tanya ibunya Ica.
" Yah ........... takutnya dia ngelakuin hal yang gak benar " jawab Ica.
" Gak mungkin lah, ibu percaya dia orangnya baik......., gak mungkin lah kaya gitu "
" Yaudah kalau begitu kamu istirahat, besok kan ketemu sama dia........ " saran ibunya Ica.
Ica lalu menuruti ibunya ia pergi istirahat di kamarnya, tapi pikiran Ica tidak bisa berhenti memikirkan Rizal. Ia berharap kalau dia baik-baik aja.
Pertempuran berlangsung lama, seluruh anggota gang sudah mulai kelelahan, kecuali dengan Maichel dan Rizal mereka masih memiliki tenaga yang cukup untuk berduel.
Maichel dan Rizal telah menumbangkan musuh yang ada di depannya, kini tersisa mereka berdua yang memiliki stamina, Rizal menatap Maichel, begitu juga dengan Maichel.
Maichel yang haus akan kekuasaan menyerang Rizal duluan tetapi Rizal menangkisnya lalu membalas dengan pukulan.
Saat itu yang lain hanya melihat termasuk Budi dan Imam, mereka menyemangati masing-masing pemimpin mereka.
Karena sama-sama kuat pertarungan keduanya berlangsung lama.
__ADS_1
Karena para anggota masing-masing gang menyemangatinya terlalu berisik hal itu menarik beberapa polisi yang sedang berpatroli.
Saat sirine polisi terdengar mereka semua panik lalu membubarkan keramaian, saat polisi datang semuanya malah tambah panik,
Rizal dan Maichel melihat ke arah polisi datang lalu setelah itu Maichel yang pergi terlebih dahulu, karena tempat mereka menaruh motor berdekatan dengan arah datangnya polisi.
Maka dari itu banyak anggota gang MM1 yang tertangkap. Keuntungan bagi gang Orb karena mereka menempatkan motornya berlawanan dengan datangnya polisi jadi anggota gang Orb tidak ada yang tertangkap.
Karena panik gang Orb segera pergi begitu juga dengan Rizal.
Maichel yang ingin mengambil motornya terpaksa melawan beberapa polisi, tetapi Maichel begitu hebat tidak ada polisi yang bisa menangkapnya.
Alhasil Maichel pun berasil mengambil motornya dan segera pergi.
Anggota gang MM1 yang berhasil mengambil motornya juga ikut pergi.
Sekitar 20 orang anggota gang MM1 tertangkap oleh polisi.
Setelah lama diperjalanan akhirnya Rizal dan yang lain sampai di kamp mereka.
" Lagi-lagi ada polisi " Sahut Imam dengan kesal.
" Kita gak ada yang ketangkap kan ? " tanya Budi.
" Kayaknya gak ada " Jawab Ake.
" Jal lu gak papa ? " Tanya Imam kepada Rizal.
" Gak papa........... " Jawab Rizal dengan kelelahan.
" Maichel emang kuat ya .......... " Imam.
Rizal lalu mengambil handphonenya di kantong, betapa terkejutnya dalam notif handphone nya banyak sekali panggilan dari Ica.
Rizal kaget kenapa Ica menelponnya, ia juga berfikir apakah Ica tau kalau dia berantem lagi.
Rizal lalu menelpon Ica kembali tetapi tidak diangkat, Rizal lalu berdiri dan gelisah.
" Lu kenapa Jal ? " tanya Budi.
" Ica......... tadi nelpon gw " Jawab Rizal.
" Waduh ......... " imam terkejut.
" Coba lu telpon balik " Saran Budi.
" Gak bisa....... apa dia tau gw melanggar janjinya waktu itu ? " Pikiran Rizal.
" Mungkin dia sudah tidur, santai aja....... " Budi.
" Gw harap begitu..... " Rizal sambil memikirkannya.
Mereka semua lalu beristirahat, Budi dan Imam membantu menyembuhkan luka Rizal.
Keesokan harinya ketika Ica menaiki mobil ayahnya untuk ke sekolah, ia sangat murung.
Ia ingin sekali bertemu dengan Rizal lalu memarahinya.
Diperjalanan Ica hanya diam.
__ADS_1
Sampai disekolah Ica langsung ke kelas Rizal tetapi dia tidak ada disana.
Ica lalu berjalan ke arah kelasnya, lalu dia melihat Rizal datang menaiki motornya, Ica lalu berjalan ke arah tempat parkir motor untuk bertemu dengan Rizal.
Sampai di sana Ica sangat kesal.
Rizal yang melihatnya panik karena takut dia ketahuan untuk berkelahi.
" Kamu kenapa kemarin gak jawab telpon aku ? " Ica dengan kesal.
" Maaf Ca kemarin malam aku keasikan ngumpul sama teman-teman jadi aku gak bisa ngangkat telpon kamu " Jawab Rizal (berbohong).
" Jadi kamu gak mau ngangkat telpon aku biar kamu gak ke ganggu. ? " Tanya Ica dengan sangat marah.
" Bukan gitu Ca, aku gak memegang hp waktu itu jadi aku gak tau kalau kamu menelpon ku " Rizal.
Ica lalu tidak mau mendengar alasan Rizal lalu berjalan ke kelas dengan muka kusut.
" Maaf Ca....... " Rizal meminta maaf sambil berjalan mengikuti Ica ke kelasnya.
" Nanti aku beliin coklat deh...... " Bujuk Rizal.
Ica pun masih terdiam.
" Aku harus lakuin apa biar kamu mau maafin aku. " Sahut Rizal
Ica lalu membalikan badannya ke arah Rizal.
" Rayu aku dengan menggunakan puisi. " Sahut Ica.
Rizal lalu berfikir sejenak.
Dibalik awan yang bergelung manja
dapatkah kau melihat mentari bersembunyi ?
bersembunyi bagai seorang pencuri
Maaf, aku adalah mentari itu
Maaf telah bersembunyi darimu
dan maaf tak bisa bersamamu
Mungkin sudah jauh terpisah
mungkin kita sudah tidak bisa bersama lagi Mungkin hanya kenangan yang tersisa
Tapi maaf jika selama kita bersama kau tak bahagia.
Jadi mau kah kau memaafkan ku ?
" Kayaknya dalam banget tuh puisinya....... ? " Sahut Ica dengan bercanda.
" Jadi kamu mau memaafkan ku ? " Tanya Rizal.
" Hem.................. Yaudah deh...... " Jawab Ica.
Mereka pun tersenyum kembali.
__ADS_1