
Saat semua guru dan siswa panik Ica memikirkan teman-temannya yang jauh dari keberadaannya, ia lalu pergi meninggalkan Rizal. Karena Rizal khawatir ia pun mengejar Ica.
Saat Ica sedang berlari ke arah kelasnya, para gang motor sudah memasuki koridor sekolah.
Ica yang sialnya bertemu 3 orang disana mulai panik.
Saat salah satu anggota gang motor mendekati Ica, Rizal dengan waktu yang tepat melindunginya.
Ia melawan mereka bertiga sendirian, sangat mudah bagi Rizal untuk melawan mereka bertiga, malahan Rizal tidak terpukul sama sekali.
" Kamu ngapain keluar ? " tanya Rizal dengan panik dan nafas yang berulang kali.
" Aku lupa, Putri dan Raisa masih di dalam kelas. " Jawab Ica.
" Ada Budi di dalam semuanya pasti baik-baik aja " Rizal.
" Semakin lama mereka semua makin banyak yang masuk,......... bawa mereka keluar biar aku yang urus..... " Lanjut Rizal.
Mereka berdua pun sepakat Rizal berada di depan sedangkan Ica di belakang.
Tak lama kemudian mereka sampai di kelas. Semua murid dan guru yang ada disana sudah panik, karena Rizal dan Ica masuk para orang yang ada di dalam kelas mulai berjalan keluar.
Rizal menyuruh Budi untuk bersiap, karena bisa saja anggota gang yang lain masuk.
Tak lama kemudian ketika semuanya sudah mau pergi ke belakang, banyak anggota gang motor yang masuk dengan membawa besi, kayu, dan botol kaca.
Di antara mereka semua hanya Rizal dan Budi yang pandai bela diri, terpaksa mereka berdua harus menahannya agar semua murid pergi ke tempat yang aman.
Sekitar 13 orang yang melawan mereka berdua, Ica dan Raisa yang melihat mereka berdua dengan wajah khawatir.
Karena tidak sabar anggota gang motor menyerangnya duluan tapi Budi dan Rizal masih bisa menangkisnya. Pertarungan berlangsung cukup lama, Rizal banyak menerima 3 pukulan dan Budi menerima 5 pukulan tetapi mereka berdua baik-baik saja.
Karena sudah kelelahan dan kalah anggota gang motor mundur.
Ica dan Raisa yang merasa sudah aman mendatangi mereka berdua disusul oleh Imam.
" Kalian berdua baik-baik aja ? " tanya Imam.
" Lu kemana aja, pertarungan udah selesai lu baru datang ? " Raisa dengan nada tinggi.
" Ya maaf, tadi gw gak tau lagian juga anak-anak yang lain pada panik..... jadi gw juga ikut panik.... " Jawab imam.
" Kamu gak papa ? " Tanya Ica kepada Rizal.
" Gak papa " Jawab Rizal.
Karena kondisi sudah aman Rizal pun melihat keadaan di luar, karena Ica yang khawatir dia pun menarik tangan Rizal, tapi Rizal tetap mengeceknya, ia terpaksa harus mengajak Ica.
Setelah mengecek keadaan di luar ternyata semua gang motor sudah pergi tetapi keadaannya sangat kacau dan banyak barang-barang yang rusak.
Tak lama kemudian para guru dan staf keluar dan mengecek keadaan. Karena keadaan sudah aman dan pelajaran akan sulit dilakukan para murid di izinkan untuk pulang.
Karena saat itu ada polisi dan polisi meminta saksi, Rizal di panggil oleh salah satu guru untuk menjadi saksi, Rizal terpaksa harus ikut dengan polisi.
" Kamu pulang sendiri ya, aku gak bisa jemput kamu " Sahut Rizal.
" Iya gak papa, sebentar lagi juga ayah aku pasti kesini, kamu hati-hati ya...... " Ica.
" Iya..... "
__ADS_1
Ica lalu memeluk Rizal dan berkata........
" Aku tadi takut kamu kenapa-napa, jadi nanti kalau ada kejadian seperti ini aku mau kamu mikirin diri kamu sendiri " Ica sambil menangis di pelukan Rizal.
" Gimana aku mau mikirin diri sendiri kalau pacar aku aja masih mikirin temannya.......... " jawab Rizal.
" ....... Ca, kamu gak usah takut aku kenapa-napa, tugas aku cuma satu, yaitu jagain kamu..... "
Karena waktu sempit Rizal terpaksa berpisah dengan Ica dan ikut ke kantor polisi.
Sudah lama menunggu dan semua murid sudah pulang Ica harus menunggu di dalam sekolah.
Masih banyak siswa yang membantu guru untuk membersihkan sekolah yaitu para osis.
Saat Ica sedang menunggu ayahnya ia didatangi seseorang, orang itu adalah Dimas, ketua OSIS.
" Kamu nungguin siapa ? " tanya Dimas kepada Ica.
" Aku nunggu jemputan " jawab Ica.
" Oh....... kamu kelas 12 ya..... ? soalnya aku belum pernah ketemu kamu "tanya Dimas kembali.
" Iya...... aku baru 2 bulan di sini, aku juga murid pindahan " jawab Ica.
" Oh......... kenalin Dimas "
" Dimas ketua osis ? " Ica dengan kaget.
" Iya...... " Jawab Dimas.
" Lagi ngapain ? " tanya Ica.
" Emang anak gang motor pada gak punya pikiran ya..... kalo aku ketemu salah satu dari mereka ingin aku pukul dia ..... "
" Oh iya aku belum tau nama kamu...... "
" Ica..... nama aku Ica " Sahut Ica.
" Salam kenal Ica,..... "
Tak lama kemudian ayah ya Ica datang dan Ica segera masuk ke mobil ayah nya.
Di perjalanan.
" Ada apa di sekolah ? " tanya ayahnya Ica.
" Tadi ada gang motor yah yang nyerang sekolah " Jawab Ica.
" Hah....... terus kamu gak papa ? " tanya ayah Ica dengan kaget.
" Gak papa kok yah...... Rizal tadi lindungin aku " jawab Ica.
" Oh...... syukurlah kalau begitu berarti Rizal bisa ayah andalkan " Ayahnya Ica.
" Oh iya..... Rizalnya mana ? " tanya ayahnya Ica sekali lagi.
" Dia lagi di kantor polisi " jawab Ica.
" Loh.... kenapa ? "
__ADS_1
" Dia disuruh untuk jadi saksi, makannya dia ikut polisi " Jawab Ica.
Setelah itu mereka sampai di rumah Ica langsung menuju kamar dan bersiap untuk membersihkan badannya.
Setelah itu Ica makan bersama keluarganya, setelah selesai ia lalu mengambil handphonenya dan menuju halaman depan rumahnya.
Ia disana berniat untuk menghirup udara segar di malam hari sekaligus menghilangkan rasa paniknya pada siang tadi.
Tak lama kemudian handphone Ica berdering dia mendapatkan telfon, ternyata telfon itu berasal dari Rizal, Ica lalu bergegas mengangkatnya.
" hallo..... "
" Hallo my princess, apa kabar hari ini ? " tanya Rizal.
" Baik dong...... kalau kamu ? " tanya Ica kembali.
" Tadinya gak baik-baik aja, tapi sekarang udah dengar suara kamu jadi merasa baikan " jawab Rizal.
" oh iya, tadi kamu kena pukul kan, kamu yakin baik-baik aja ? " tanya Ica sekali lagi dengan rasa khawatir.
" Gak papa kok, kan udah diobatin sama suara kamu " jawab Rizal.
Ica pun tertawa kecil.
" Tadi gimana di kantor polisi, kamu gak diapa-apain kan ? " Ica.
" Enggak, cuman di tanya doang tadi....... " jawab Rizal.
" Oh iya, besok kamu gak kemana-mana kan ? " tanya Rizal.
" Enggak, emangnya kenapa ? " tanya Ica.
" aku mau ngajak kamu jalan sekaligus nanti kita bantuin anak-anak yang lain buat beresin kamp " jawab Rizal.
" Kampnya udah jadi ? " tanya Ica.
" Udah dong...... " jawab Ica.
" Jadi boleh dong kapan-kapan aku main kesana "
" Boleh dong, kan kamp itu juga punya kamu, kamu kan ibu negara disana " Jawab Rizal dengan bercanda.
Ica dan Rizal pun tertawa.
" Sebenarnya tadi aku khawatir sama kamu....... aku takutnya kamu di penjara juga..... " Ica.
" Kamu gak usah khawatir in aku Ca, cukup aku aja yang khawatir kamu, aku gak mau kamu pusing mikirin aku..... " Sahut Rizal.
" Iya, iya..... "
" Kamu gak marah aku berantem tadi ? " tanya Rizal.
" Enggak lah, karena tujuan kamu kan baik buat ngelindungin aku....... kecuali kalau kamu berantem gak jelas sama gang yang lain..... aku gak mau ketemu sama kamu lagi " jawab Ica.
" Iya, iya ibu negara.............. yaudah kalau begitu kamu istirahat nanti jam 09.00 aku jemput ya .... " Rizal.
" Oke boss...... " Jawab Ica.
Mereka pun menutup telponnya dan Ica berjalan ke kamarnya dan pergi tidur.
__ADS_1