Perang Dan Cinta

Perang Dan Cinta
Awal Persetujuan


__ADS_3

Setelah berjam-jam Ica beristirahat ia berencana untuk tidur, tiba-tiba ada suara ketukan kecil di jendela, Ica penasaran lalu membuka gorden nya.


Ica terkejut ternyata itu Rizal yang meminta untuk membuka jendelanya, karena senang Ica lalu membukanya.


" Kamu ngapain kesini ? " tanya Ica.


" Aku mau ketemu kamu " Jawab Rizal.


" Kan bisa besok "


" Aku maunya sekarang " Rizal.


Ica langsung tersenyum.


" Oh iya........ cowo yang nganterin kamu tadi siang udah pulang ? " tanya Rizal.


" Sudah " jawab Ica.


" Hmmm.... Tadi siang kamu marah ya sama aku ? kok kamu gak membela diri " Tanya Ica kembali.


" Aku gak akan pernah marah sama kamu Ca, dan orang kayak dia gak pantas untuk aku lawan, malah aku bersyukur ada orang lain yang perhatiin kamu " Jawab Rizal.


" Jadi kalau aku dekat sama cowo lain kamu gak marah ? " Tanya Ica


" Tentu saja marah, tapi........... aku gak mau kamu tau gimana aku marah " Jawab Rizal.


Ica sebenarnya sudah tau bagaimana kalau Rizal marah, tetapi Ia ragu bisa menghentikannya.


" Yaudah kalau begitu kamu pergi tidur besok kita kan mau tes " Sahut Rizal.


" Kamu juga..... " Ica.


" iya........... "


" Selamat tidur Ica "


" Selamat tidur juga "


Rizal lalu pergi, dan Ica menutup jendelanya dan pergi tidur.


Keesokan harinya mereka bertemu di sekolah, dan berjalan bersama di ruang tes.


Tes itu dihadiri banyak murid dari berbagai kelas.


Setelah melalui beberapa soal akhirnya kelompok Ica dan Rizal lolos, dan akan lanjut ke babak selanjutnya.


Raisa, dan Ica lalu pergi ke kelasnya, Rizal pergi ke kantin belakang untuk menemui teman-temannya.


" Gila gak nyangka gw lu bisa jawab beberapa soal " Imam dengan kagum.


" Walaupun cuma 2 doang "


" Ya gak papa lah yang penting lolos " Sahut Rizal.


" Oh iya Budi kapan pulang ? " Tanya Rizal.


" Besok katanya " Jawab imam.


" Kemarin gw udah ke kamp katanya udah 60%, 2 Minggu lagi selesai katanya "


" Syukurlah kalau begitu, emang saudaranya Budi baik banget ya....... mau bantuin kita "


" Emangnya saudaranya Budi siapa Mam ? " tanya Rizal.


" Yah gw gak tau sih........ nanti tanya Budi aja " jawab imam.

__ADS_1


" Oh..... yaudah "


Setelah mengobrol dengan teman-temannya. Bel pun berbunyi menandakan jam istirahat selesai.


Rizal dan imam kembali ke kelasnya.


Setelah pulang sekolah Rizal mengambil motornya dan pergi ke kampnya.


Sampai disana ada pembangunan yaitu kampnya gang Orb.


Setelah Rizal mengobrol dengan anggota gang Orb yang datang ke sana tiba-tiba segerombolan menyerang mereka, itu adalah anggota dari gang MM1. Mereka mau membalas dendam atas perbuatan gang Orb kemarin.


Walaupun kalah jumlah, Rizal dan anggotanya bisa mengalahkan anggota gang MM1. Lalu semua anggota gang MM1 dibiarkan pergi oleh Rizal.


Mereka berjalan sambil kesakitan ke kamp gang MM1, sampai disana mereka di marahi oleh Maichel karena tidak berguna.


Tak lama kemudian datanglah seseorang, orang itu adalah wakil pemimpin gang MM1 yang bernama Lucas.


Lucas sudah menjabat menjadi wakil ketua cukup lama, tetapi ia kemarin tertangkap oleh polisi.


" Sepertinya keadaan sedang kacau ya, Maichel " Sahut lucas sambil berjalan ke arah Maichel.


" Lucas akhirnya lu pulang, gw kelelahan mengurus gang ini sendirian " Maichel.


" Mengurus 1 gang aja kau sudah seperti ini bagaimana nanti menjadi ketua gangster Jakarta "


" Lebih baik kita tunda dulu impian itu, karena impian itu tidak mudah, gang Orb mereka sangat kuat,........... anggota kita sebagian tertangkap oleh polisi kita kekurangan tenaga " Maichel.


" Gw punya kenalan dia hebat bertarung, gw bakal ajak dia untuk gabung " Saran Lucas.


" Ide bagus...... gw serahin ke lu "


Dirumah Ica sedang ada tamu yaitu teman dari ayahnya, jadi Ica berdiam diri di kamar sambil membaca buku.


Kemudian handphone nya berdering, ia lalu melihat handphone nya dan mengangkatnya.


" Halo Ca ini aku Aldo............ aku mau ajak kamu makan malam boleh ? " Tanya Aldo.


" Hmm....... maaf Aldo aku lagi belajar, aku gak bisa pergi malam ini "


" Cuma sebentar doang kok aku mau ngomong sama kamu........ kita ke kafe dekat sini aja "


" Nanti aku yang bilang sama ayah kamu ya ........ " Aldo.


Sebenarnya Ica tidak mau jalan makan malam bersama Aldo, ia berharap ayahnya tidak mengijinkannya.


Setelah teman ayahnya pergi Aldo lalu datang dan meminta izin.


" Om,....... boleh saya ajak Ica jalan. ? " tanya Aldo kepada ayahnya Ica.


" Tentu saja boleh,...... tapi jangan malam-malam ya " Jawab ayahnya Ica.


Mendengar hal itu Ica langsung patah semangat, karena sudah janji ia memakai baju untuk pergi jalan bersama Aldo.


Di dalam mobil.


" Kamu mau makan apa ? " tanya Aldo.


" terserah kamu " Jawab Ica.


" Oke......... "


Mereka makan di suatu restoran di dalam mall.


Aldo sedang memesan makanan.

__ADS_1


" kamu mau makan apa ? " tanya Aldo sambil memegang menu.


" Aku pesan air putih saja " jawab Ica dengan nada kecil.


Aldo lalu memesannya.


" Kamu kenapa gak suka makan disini ?, kalo gak suka kita bisa pergi " tanya Aldo.


" Enggak, aku cuma gak kepingin makan aja udah kenyang " jawab Ica.


" Oh............ ngomong-ngomong kamu ada tes ya besok, mau aku ajarin ? " Tanya Aldo.


" Gak usah aku bisa belajar sendiri jadi gak usah repot-repot " Jawab Ica.


" Baiklah, Oh iya cowo kamu yang kemarin beneran pacar kamu ? " Tanya Aldo sekali lagi.


" Iya...... " Jawab Ica.


" Kok kamu mau sih sama dia,................ dari muka-muka nya kayaknya dia orang nakal ...... " Sahut Aldo.


" Do, kamu tuh gak kenal sama dia, jadi kamu gak tau sifatnya kayak gimana, jadi jangan pernah ngehina orang yang kamu aja gak tau sikapnya seperti apa "Jawab Ica dengan nada tinggi.


Ica lalu pergi meninggalkan Aldo dan pergi keluar mall untuk pulang, karena saat itu dia tidak tau arah pulang ia memesan ojek online.


Saat menunggu ojek online datang ia didatangi oleh 2 orang berkendara motor.


Ia digodain oleh orang itu, Ica lalu melawannya tapi tidak berguna........


Kemudian di waktu yang tepat, Rizal datang dengan menaiki motornya. Ia menolong Ica. Rizal menghabisi orang itu sampai tidak bisa bangun kembali.


" Ca kamu ngapain kesini ? " Tanya Rizal dengan kelelahan.


" Aku tadi sedang menunggu ojek online.........: " jawab Ica dengan sedikit panik.


" Aku anterin kamu pulang ya....... " Ajak Rizal


" Tapi................. "


Rizal lalu menarik tangan Ica dan mengajaknya pulang menaiki motornya.


Sampai di rumah Ica, ada ayahnya yang sedang duduk di halaman rumah sambil membaca koran. ia melihat Rizal dan Ica yang baru sampai menaiki motornya.


" Ca......... Aldo mana ? " Tanya ayahnya Ica.


" Kamu lagi...... harus berapa kali saya bilang sama kamu jauhi anak saya...... " Teriak ayah Ica sambil menarik baju Rizal.


" Om, Aldo itu tinggalin Ica sendirian dan membiarkan Ica pulang sendiri............ Untung saya datang ada orang yang ganggu Ica......... kalau saya tidak datang Ica bisa dibawa oleh mereka om " Bela Rizal.


" Itu benar yah........... tadi aku diganggu sama orang, untung Rizal datang bantuin aku. " Sahut Ica.


Ayahnya Ica langsung terdiam.


" Saya mau mengucapkan terima kasih, maaf selama ini saya terlalu kasar sama kamu, tapi saya tetap tidak mengizinkan kamu berpacaran dengan Ica, cukup untuk menjadi teman saja " Sahut ayahnya Ica.


Ayahnya Ica langsung masuk ke dalam rumah.


Ica dan Rizal masih berada di halaman depan rumahnya Ica.


" Syukurlah ayah gak marah sama kamu " Ica menghela napas.


" Berarti kita bisa kayak biasannya dong....... " Rizal (bercanda).


" Apaansih...... yaudah kamu pulang sana " Ica sambil tersenyum.


" Yaudah kalau begitu, nanti aku jemput ya " Rizal.

__ADS_1


Rizal lalu berjalan menaiki motornya, Ica melihatnya dari kejauhan, ketika Rizal sudah jalan Ica pun masuk ke dalam rumahnya.


Ia senang karena ayahnya mau menerima Rizal.


__ADS_2