
Keesokan harinya Ica bersiap-siap untuk pergi ke kamp gang Orb bersama Rizal.
Begitu juga dengan Rizal, ia juga bersiap-siap untuk menjemput Ica di rumahnya.
Selesai bersiap-siap Rizal berangkat kerumah Ica menggunakan motornya. Sampai dirumah Ica mereka langsung menuju kamp.
Dan sampai di kamp, sudah banyak anggota gang Orb yang ada disana termasuk Imam, Budi, dan Raisa.
Tak lama kemudian peresmian kamp gang Orb dimulai, Rizal yang menjadi ketua diberi sambutan oleh para anggotanya. Setelah selesai peresmian kamp gang Orb Imam, Budi, Raisa, Ica dan Rizal pun mengobrol.
" Budi mana saudara lu yang bantuin kita bangun kamp ?, katanya mau kesini kalau kampnya udah jadi " Tanya imam.
" Nanti dia kesini tungguin aja, rumahnya jauh...... mungkin jalan kesini makan banyak waktu " Jawab Budi.
Tak lama kemudian seseorang datang dengan sebuah mobil, Ica dan rizal sedikit terkejut karena dia tau warna dan jenis mobil itu.
lalu seseorang turun dari mobil itu, Ica dan Rizal kaget orang itu ternyata adalah Aldo, Aldo adalah saudaranya Budi yang membantu merenovasi kamp gang Orb.
Karena kaget Rizal dan Ica pun bertatapan sejenak, kemudian Budi memperkenalkan saudaranya kepada yang lain.....
" Perkenalkan ini saudara gw namanya Aldo, dia yang bantuin kita renovasi kamp ini " Sahut Budi.
" Salam kenal semuanya...... " Aldo.
" Salam kenal juga..... " Sahut Raisa.
Saat hendak melihat salah satu teman Budi, Aldo lalu menatap Rizal dan Ica yang bersebelahan.
" Ica....... kok kamu ada disini ? " tanya Aldo dengan kaget.
" Hmmmm...... " Ica dengan bingung mau jawab apa.
" Oh ternyata Ica udah kenal sama saudaranya Budi " sahut Raisa.
Ica hanya terdiam, lalu Aldo mengalihkan pandangannya ke arah Rizal, dan mereka pun bertatap-tatapan.
" Wah ..... jadi Rizal juga anggota gang ya..... " Aldo yang bermaksud membuat Rizal marah.
" Rizal bukan cuma anggota gang, tapi dia ketua gang Orb " sahut Imam.
" Oh..... ketua gang..... " Aldo.
" Syukurlah kalau kalian berdua sudah kenal sama Aldo " Budi.
" Hmmmm..... bagaimana kalau ayahnya Ica tau kalau lu adalah ketua gangster ? " Aldo kepada Rizal.
__ADS_1
" Aldo jangan kamu buat macam-macam ya..... " ancam Ica.
" Aku gak mau buat macam-macam...... tapi aku penasaran gimana reaksi ayahnya Ica kalau tau pacar anaknya itu ketua gangster " Jawab Aldo.
Imam, Raisa, dan Budi pun terdiam, sedangkan Rizal menatap Aldo dengan serius.
Aldo kemudian berpamitan dengan Budi, karena tau ada Rizal dan Ica Aldo pun langsung menuju mobilnya dan pergi.
Selesai itu mereka pun duduk dan mulai mengobrol, lalu Rizal mengajak Budi untuk bicara dengannya berdua.
" Kenapa ? " tanya Budi dengan heran.
" Lu kok gak kasih tau gw kalau saudara lu itu Aldo ? " jawab dan tanya Rizal.
" Emangnya kenapa ?, gw juga gak tau kalau lu sama Ica kenal sama Aldo, makannya gw gak kasih tau lu " jawab Budi.
" emangnya ada apa Aldo sama lu dan Ica ? " tanya Budi.
" Aldo itu anak temannya ayahnya Ica, dia belum lama ini ngajak Ica jalan tapi dia ninggalin Ica sendirian...... Ica sama ayahnya marah sama dia..... " Jawab Rizal.
" Baru hubungan gw sama Ica direstuin ayahnya sekarang Aldo udah tau gw ketua gangster, kalo ayahnya Ica tau gw gak boleh berhubungan lagi sama Ica " Rizal.
" Soory ya jal gw gak tau ..... " Budi.
Setelah itu mereka selesai mengobrol dan Ica lalu mengajak Rizal untuk mengantarnya pulang, lalu mereka berdua pun pulang terlebih dahulu.
" Kok kamu gak bilang sama aku kalau saudaranya Budi itu Aldo " Ica di perjalanan.
" Aku gak tau kalau saudaranya Budi itu Aldo, kalau tau aku juga gak ngajak kamu buat datang ke kamp " jawab Rizal
Setelah itu mereka berdua pun terdiam. Sampai di depan rumah Ica, mereka berdua kaget ada mobil Aldo di depan perasaan mereka berdua tidak enak.
Rizal lalu menyiapkan mentalnya dan memegang tangan Ica menuju ke rumahnya.
Pas sampai di depan pintu mereka melihat ayahnya Ica sedang mengobrol bersama Aldo.
" Oh itu mereka sudah pulang, ayo sini masuk.... " Sahut ayahnya Ica.
Rizal dan Ica lalu masuk dan duduk di sofa ruang tamu berhadapan dengan Aldo.
" Aldo mau ngomong sama kalian berdua, ayah masuk ke kamar dulu ya...... " ayahnya Ica.
Ayahnya Ica lalu masuk ke kamarnya, Rizal dan Ica lalu mehelah nafas.
Karena emosi Rizal lalu menarik baju Aldo menuju ke halaman depan rumah Ica.
__ADS_1
" Maksud lu apa tadi...... " Rizal dengan ekspresi marah.
Ica lalu mencoba untuk menenangkan Rizal.
" Gw gak bilang ayahnya Ica kalau lu ketua gangster, gw punya syarat biar gw gak laporin lu ke ayahnya Ica...... " Sahut Aldo.
" Syarat.......... apa syaratnya ? " tanya Rizal dengan kebingungan.
" Gw tadi bilang sama ayahnya Ica kalau gw tetap ngajarin dia belajar...... " Jawab Aldo.
Ica pun kaget....
" Dan gw mau Ica jalan sama gw........ " Lanjut Aldo.
" Aku gak mau lagi jalan sama kamu..... " Sahut Ica.
" Lu dengar sendiri kan.... " Sahut Rizal.
" Yaudah kalau begitu, aku bakal kasih tau ayah kamu.... " Aldo.
Ica lalu menahan Aldo.....
" yaudah kalau begitu " Jawab Ica.
Rizal pun terkejut.
" Hah..... tapi kalau lu sekali lagi ninggalin Ica gw gak akan segan-segan ngirim lu ke rumah sakit " Ancam Rizal
" Santai aja Jal, gw gak bakal ngulangin kesalahan yang kedua kalinya " Aldo
Aldo lalu keluar dari rumah
Kemudian karena masalahnya dengan Aldo sudah selesai Rizal pun pergi dari rumah Ica.
Ica lalu menuju kamarnya dan beristirahat, sambil memikirkan apakah keputusannya itu tepat atau tidak.
Keesokan paginya karena hari libur, Ica tidak pergi kemana-mana, ia duduk santai dirumahnya, ketika sedang menikmati hidupnya seseorang datang, orang itu adalah Aldo. Ia mau mengajak Ica untuk pergi ke luar.
Karena saat itu ayahnya tidak ada dirumah dan Ica ingat akan janjinya semalam ia terpaksa harus ikut dengan Aldo.
Karena takut Rizal cemburu, Ica lalu menelponnya dan meminta izin kepada Rizal.
Karena Rizal ingat perkataan Aldo semalam ia lalu mengijinkannya, tetapi Rizal mengikuti mereka berdua.
Ica pun tidak tau kalau Rizal mengikutinya dari belakang, Rizal selalu mengikuti kemanapun Ica pergi. Rizal takut kalau Aldo melakukan kesalahan yang sama.
__ADS_1
Saat di luar Rizal melihat Ica yang lama kelamaan merasa senang. Ia kemudian berfikir apakah lebih baik Ica bersama dengan Aldo atau tidak. Rizal juga ingat dengan perkataan ayahnya Ica bahwa dia lebih suka Ica pacaran dengan Aldo.
Karena melihat Ica yang baik-baik saja Rizal pun pergi meninggalkan mereka. Rizal pergi menuju kampnya karena ingin berbicara dengan teman-temannya......