
Sampai dikelas Ica hanya diam.
Saat diajak bicara dengan Raisa dan Putri.
" Ca,...... udah dong kitakan berniat untuk menghibur kamu lagian Rizal cuman Seminggu doang kok " Sahut Putri.
" Itu buktinya kamu sudah sayang kali sama Rizal Ca " Raisa.
" Bukan gitu Putri, Raisa....... aku merasa kecewa aja sama Rizal, walaupun dia ketua gangster dan pernah bilang kalau dia itu berbeda dari kebanyakan ketua lainnya, dia tidak bisa membuktikan kalau perkataannya sama dengan perbuatannya " Ica.
" Ternyata sama aja, sok jagoan "
Karena Ica sudah terlanjur kecewa, ia merasa kalau tidak punya perasaan lagi dengan Rizal.
Singkat cerita bel pun berbunyi dan pelajaran pun dimulai.
Di kamp gang Orb.
Karena Rizal diskors ia berkumpul dengan teman-temannya yang tidak sekolah, sambil menunggu sekolah bubar untuk menjemput Ica.
Setelah menunggu lama Rizal pun melihat ke arah jam untuk bersiap menjemput Ica.
Rizal segera menuju motornya lalu jalan ke sekolah.
Sampai disekolah.
Ica yang sudah keluar dari sekolah bareng dengan Raisa dan Putri.
Tak lama kemudian Rizal pun datang.
Ica pun melihat Rizal, ia pura-pura tidak melihatnya, tetapi Rizal sudah melihat Ica.
Ia lalu turun dari motor dan mendekati Ica
" Ica,........ ayo pulang aku anterin " ,Rizal mengajak Ica untuk menaiki motornya.
" Tidak usah Raisa sama Putri mau ke rumah aku, mau kerja kelompok " Jawab Raisa dengan judes.
" Oh ,......... yaudah tapi aku ikut kerumah kamu ya " , Rizal.
" Tidak usah " Jawab Ica,
karena angkot mereka sudah datang , Ica pun pergi meninggalkan Rizal.
Kemudian Budi dan Imam datang menghampiri Rizal.
" Rizal,...... kirain aku, kau tidak masuk ke sekolah " Imam.
" Wey.......... kalian " , Rizal kaget.
" Kau mau jemput Ica ya ? " , tanya Budi.
" Icanya tidak mau, mungkin dia masih marah sama aku " Jawab Rizal yang berjalan ke arah motornya.
Karena Ica tidak mau diantar Rizal, maka ia pergi kembali ke arah kamp begitu juga di ikuti oleh Budi dan Imam.
Sampai di Rumah Ica.
Raisa, Putri, dan Ica mau mengerjakan tugas kelompok.
" Mau sampai kapan sih kamu cemberut gitu ? " Tanya Raisa kepada Ica.
" Sampai dia baikan lagi kali sama Rizal " Sahut Putri (bercanda).
" Apaan sih kalian berdua, udah ya aku tidak mau bahas tentang dia lagi " , Ica
kemudian Ibunya Ica datang untuk membawakan minuman.
" Temen-temen kamu bener Ca mau sampai kapan kamu cemberut gitu ? " Tanya Ibunya Ica sambil meletakan minuman.
" Ih,......... ibu udah ya aku mau kerja kelompok dulu " Jawab Ica dengan kesal
Raisa dan Putri hanya bisa tersenyum, lalu mereka melanjutkan kerja kelompoknya.
Keesokan harinya ketika Rizal ingin menjemput Ica......... karena Ica tidak kunjung keluar Rizal pun berjalan ke arah pintu rumah Ica.
" Permisi...... " Rizal sambil mengetuk pintu.
Kemudian pintu pun terbuka ternyata itu adalah pembantu rumah Ica.
" Maaf mas ini siapa ya ? " tanya Pembantu.
" Maaf Bu saya temannya Ica, Icanya ada ? " Tanya Rizal kepada pembantu itu.
" Oh neng Icanya sudah berangkat....... " Jawab pembantu itu.
Karena mengetahui Ica sudah berangkat Rizal pun berjalan kearah motornya dengan bersedih. ia lalu ke tempat biasanya ia menyendiri yaitu ke Gedung yang Rizal ajak Ica pergi melihat langit malam.
Disana Rizal sangat kebingungan harus apa agar membuat Ica senang kembali.
Kemudian ia ingat akan suatu hal Lalu dia pergi dari gedung itu.
Singkat waktu, Jam sekolah sudah berakhir Ica yang kebingungan karena biasanya ia melihat Rizal didepan gerbang sekolah kini ia tidak melihatnya.
Ica bingung ia harus sedih atau harus senang karena tidak ada Rizal disana.
__ADS_1
Sampai dirumah Ica berbaring di tempat tidurnya ia bingung kenapa Rizal tidak datang ke sekolah untuk melihatnya, padahal tadi pagi ia sengaja untuk jalan lebih pagi untuk tidak bertemu Rizal.
kemudian pembantu Rumah Ica masuk ke kamar Ica untuk memberitahukannya kalau tadi ada teman Ica yaitu Rizal.
Ica merasa seperti menyesal karena bersikap terlalu kasar kepada Rizal tetapi disisi lain Ica merasa sangat puas karena ini ada pelajaran untuk Rizal karena bersikap seperti itu.
Hari Minggu tiba, ibu, Dinda, Dan Ica bersiap untuk menjemput ayahnya yang pulang dari dinas hari ini.
Karena semua kebutuhannya sudah siap mereka pun pergi.
Tak lama kemudian Rizal pun datang ke rumah Ica, setelah turun dari motor Rizal membawa kado, kado itu ingin ia berikan kepada Ica karena sebentar lagi ia ulang tahun, karena Rizal sudah berjanji untuk memberikan hadiah pertama kali untuk Ica.
Tapi ketika Rizal mengetuk pintu rumah Ica, tidak ada satu orang pun yang membukanya, Rizal sudah memanggil nama Ica berulang kali tetapi tidak ada membuka pintunya.
Karena bingung Rizal pun menelpon Raisa.
" Raisa, kamu tau kemana Ica ? " Tanya Rizal lewat telpon.
" Lah kamu udah kerumah Ica ? " tanya Raisa kebingungan.
" Aku udah kerumahnya tidak ada yang membuka pintu, kamu kan temennya, kamu pasti tau kan dimana Ica ? "
" Oh iya.......... kemarin Ica bilang sama aku kalau mau jemput ayahnya. " Jawab Raisa.
" Jemput ayahnya ? memang ayahnya Ica kemana ? " Tanya kembali Rizal.
" Ayahnya Ica tentara, dia lagi dinas di luar kota makannya Ica sama keluarga jemput ayahnya " Jawab Raisa.
" Oh yaudah kalo gitu " Rizal lalu mematikan telponnya.
Karena Ica tidak ada dirumah Rizal pun kembali dengan muka sedih............
Rizal pun ke kamp gang Orb untuk berkumpul dengan para anggotanya.
Rizal pun meletakan kadonya di meja.
" Wih kado siapa tuh ........ ? " tanya anggota gang Orb yang bernama Ake.
" Jangan disentuh !!!!! " gertak Rizal
" Yah ampun Rizal aku kan mau liat doang "
Tak lama kemudian Roy pemimpin pengganti gang Orb datang untuk memberi tahu kalau banyak sekali orang di depan.
" Rizal ada banyak orang didepan " Sahut Roy.
Rizal pun bangun dan segera kedepan.
Betapa terkejutnya ternyata itu adalah gang MM1 disana juga ada pemimpinya yaitu Maichel.
" Bagaiman kau tau kamp kami disini ? " tanya Rizal.
" Apa yang aku tidak tau di Jakarta ini, bagaimana kamu mau melanjutkannya ? " , Maichel.
" Aku sedang tidak mau melakukannya " Jawab Rizal.
" Apa kau bilang ? " Maichel terkejut sekaligus kesal.
" Aku bilang, aku tidak mau melakukannya sekarang " Perkataan Rizal sekali lagi.
" SIALAN, KALO KAU TIDAK MAU BERTARUNG SAMA AKU, AKU BAKAL BAKAR KAMP KAU INI " Maichel dengan nada tinggi.
Para anggota gang Orb kaget dan mulai bersiap untuk melawan, begitu juga dengan gang MM1
" Rizal kamu serius sama perkataanmu ? " Tanya Roy.
" Aku tidak peduli, aku sedang tidak mau melakukannya sekarang " Sahut Rizal dengan mata tajam.
Rizal pun kembali ke dalam kamp.
karena merasa diremehkan Maichel berteriak akan membakar kamp gang Orb.
Tetapi Rizal tidak memperdulikannya.
Setelah lama di perjalanan Ica dan keluarga sampai di tempat perjanjiannya dengan ayahnya.
Setelah sekian lama tidak bertemu akhirnya Ayahnya Ica bertemu dengan Ica dan adiknya Dinda.
Setelah bertemu mereka semua pun makan di suatu restoran, Ica menceritakan pengalamannya di sekolah baru kepada ayahnya. Ica tidak menceritakan Kalau dia bertemu dengan seorang laki-laki yaitu Rizal.
" Oh iya bagaimana dengan ulang tahun kamu nanti ? " Tanya ayahnya Ica.
" Tidak usah dirayain lah Yah, lagi pula umurku udh 17 tahun. " Jawab Ica.
" Justru Karena umur kamu 17 tahun, jadi ulang tahun kamu harus dirayain " Sahut ayahnya Ica.
" tidak usah Yah, aku tidak terlalu suka kalo dirayain " ,Ica.
" yaudah kalau begitu " , Ayahnya Ica.
Setelah makan mereka pun kembali ke Rumah.
Sampai dirumah Ica lalu beristirahat di kamarnya sambil membuka handphone nya, ia melihat chat dari Rizal.
Isi chat itu adalah .....
__ADS_1
' Aku tadi kerumah kamu mau kasih kado tetapi kamu ga ada jadi aku pulang, kabarin ya kalau sudah sampai '
Ica membacanya sambil tersipu malu, ia mau mengabari Rizal kalau dia sudah sampai, tetapi Ica ragu-ragu ia lalu memutuskan untuk tidak mengirimnya karena besok akan bertemu Rizal disekolah.
Karena masa skors Rizal sudah berakhir.
Keesokan harinya.
Ica langsung berangkat ke sekolahnya, Ica diantar ayahnya menggunakan mobil, Ayah Ica ingin tau suasana sekolahnya Ica.
Sampai disana Ica terlihat senang karena sebentar lagi akan bertemu Rizal.
Setelah menunggu sangat lama dan Rizal pun tidak kunjung datang Ica pun menanyakannya kepada Budi.
" Budi, Rizal mana kok dia tidak kesini, kamu juga tidak ke kelasnya Rizal kaya biasanya ? " Tanya Ica.
" Oh,..... Rizal bilang sama aku katanya dia tidak masuk hari ini " Jawab Budi.
" Kenapa ? " ,Ica.
" Katanya dia ada urusan makannya tidak
bisa datang ke sekolah " Jawab Budi lagi.
Ica penasaran hal penting apa yang membuat Rizal tidak pergi sekolah.
Sepanjang pelajaran Ica hanya merenung. Ia berharap kalau Rizal besok masuk sekolah agar dia bisa bertemu dengannya.
Dimalam harinya setelah makan malam dengan keluarganya Ica, Ica pun masuk ke kamarnya.
Lalu ia mendengar suara ketukan jendela rumahnya. Karena penasaran Ica pun membuka jendelanya.
Ica pun terkejut Karena Rizal datang langsung kerumahnya padahal kamar Ica berada di lantai 2.
" Kamu ngapain kesini ? , Trus ke atas naik apa ? " Tanya Ica kebingungan sekaligus senang.
" Aku manjat....... " Jawab Rizal kelelahan.
" Boleh aku masuk ? " Tanya Rizal kepada Ica.
Ica pun lalu mengijinkan Rizal untuk masuk ke kamarnya secara diam-diam.
" Kamu mau ngapain kesini ? " Tanya Ica.
" Aku mau ngasih kado ke kamu " Jawab Rizal
" Kenapa tidak besok aja ? " Tanya Ica sekali lagi.
" Budi bilang sama aku, kalo kamu nanyain aku tadi di sekolah aku takut kamu tidak bisa tidur makannya aku langsung kesini " Rizal.
" Ya ampun " Ica sambil tersenyum.
Rizal pun memberikan kadonya kepada Ica.
Tiba-tiba ada suara ketukan pintu.
Betapa sialnya Rizal ternyata ketukan itu berasal dari ayahnya Ica yang ingin masuk untuk bicara.
" Ca, ayah boleh masuk ? " tanya ayahnya Ica di luar pintu kamar.
" Bentar Yah...... " jawab Ica dengan panik.
" Aku harus ngumpet dimana ? " tanya Rizal dengan panik.
" Di lemari "
" Jangan............ hemmmm. kolong kasur " saran Ica.
" Hah..... kolong kasur ? " Rizal dengan suara kecil.
" cepat ....... " Ica suara kecil...
Rizal pun bersembunyi di kolong kasur lalu ayahnya Ica masuk dan bicara dengan Ica. Sepanjang cerita Ica sangat panik.
Rizal yang sangat kepanasan sangat tidak tahan.
Selang beberapa waktu, Pembicaraan pun selesai dan ayahnya Ica langsung pergi.
Ica lalu mengangkat Rizal dari kasur, Rizal terlihat sangat lemas dan kesulitan berbicara.
Lalu Ica menyuruh Rizal untuk pulang
" besok....... aku anterin ke...... sekolah ...... ya " Rizal tebata-bata lemas.
" Udah cepat keluar dulu " ,Ica sambil mendorong Rizal ke arah jendela.
Sesudah Rizal keluar Ica bersender di jendela dan tersenyum ia merasa sangat bahagia.
Lalu ia membuka kado yang diberikan Rizal.
Terdapat jaket yang biasa Rizal gunakan dan sebuah buku yang berisi puisi, juga tanda ucapan.
' Selamat Ulang tahun Ica ku yang tersayang walaupun hadiah ini tidak terlalu berharga tetapi kenangannya yang sangat berharga, ini adalah jaket yang biasa ku gunakan kemana-mana sekarang jadi milikmu tak perlu khawatir aku masih mempunyai jaket yang lain '
' Juga ada sebuah buku yang berisi puisi yang sudah ku tulis sejak awal kita bertemu, semoga kamu suka dengan hadiahnya, aku juga ingin meminta maaf atas ego ku selama ini aku berjanji akan menahan emosiku. '
__ADS_1
Salam Rizal penakluk hati Sang bidadari, Ica.