Perang Dan Cinta

Perang Dan Cinta
Kesedihan Ica


__ADS_3

Keesokan harinya di sekolah Rizal berjalan menuju kelasnya Ica untuk meminta maaf.


Sampai disana Rizal melihat Ica dari luar kelas, Ica sedang membaca buku. Rizal lalu masuk ke kelas Ica dan duduk disampingnya.


" Ca, aku mau minta maaf, maksud aku kemarin gak begitu...... aku masih sayang sama kamu " Rizal.


Ica hanya terdiam.


" Kamu masih marah ? " tanya Rizal.


Ica tetap diam.


" Kemarin bunda bilang sama aku, dia mau ketemu sama kamu....... " Sahut Rizal.


" Mau ngapain bunda ketemu sama aku ? " tanya Ica dengan muka yang tetap menghadap ke buku.


" Gak tau, mungkin dia kangen kali sama calon menantunya " Jawab Rizal.


" Apaan sih..... " Ica sambil tertawa.


Akhirnya Ica dan Rizal kembali baikan.


Selesai sekolah Ica dan Rizal pulang bersama.


Rizal mengantar Ica pulang menggunakan motornya seperti biasa.


Sampai di rumah Ica.


" Makasih ya...... udah anterin aku pulang " sahut Ica


" Itukan memang tugas aku " Jawab Rizal.


Ica pun masuk ke rumahnya sedangkan Rizal langsung pergi.


Rizal pergi ke kamp gang Orb seperti biasa, disana juga sudah banyak orang termasuk Ake dan Roy.


" Roy gimana, kemarin gw udah suruh lu cari 2 orang buat liat kampnya gang MM1...... dimana orangnya ? " tanya Rizal kepada Roy.


" Itu dia yang lagi kita bahas jal, mereka belum pulang, ini ada surat dari gang MM1 " Jawab Roy.


Rizal pun mengambil surat itu dan membacanya, dia terkejut ternyata surat itu berisi tentang pembebasan anggota gang Orb, Rizal kaget ternyata 2 anggota gang nya di tangkap oleh Maichel dan anggota gang MM1.


Rizal merasa sangat marah ia pun bergegas datang ke kamp gang MM1, karena disurat itu Rizal disuruh datang sendiri, maka dia tidak mengajak anggotanya yang lain.


Sampai disana Rizal melihat anggota gang MM1 yang sedang bersantai dan mengobrol.


Sampai salah satu dari mereka menghampiri Rizal, orang itu adalah Lucas wakil ketua gang MM1


" Lu pasti Rizal ? kenalin gw Lucas wakil ketua gang MM1 " Lucas.


" Gw gak peduli lu siapa, gw mau ketemu sama Maichel " jawab Rizal.

__ADS_1


Lucas pun hanya tersenyum, ia lalu mengajak Rizal untuk masuk ke dalam kamp MM1.


Sambil berjalan Rizal dilihat orang anggota gang MM1 yang lain.


Sampai di dalam Rizal disambut oleh anggota gang MM1 yang ada di dalam kamp, sedangkan Maichel sedang duduk di tengah-tengah kumpulan anggota gang MM1.


" Tak ku sangka ternyata lu datang sendirian " Sahut Maichel.


" Bodoh, lo yang bilang gw suruh datang sendiri kan........ " jawab Rizal.


" Langsung saja........ kau menyuruh anggota gang yang lain kan untuk serang sekolah gw ? " tanya Rizal dengan memejamkan matanya ke arah Maichel.


" Apa maksud Lo......... gw tidak pernah menyuruh orang lain untuk melakukan sesuatu yang gw sendiri bisa lakukan. " Jawab Maichel.


" ........ Baiklah kalau begitu...... mau apa lo nyuruh gw datang kesini ? " tanya Rizal sekali lagi.


" Lo tidak bisa lihat sekeliling...... ? " tanya Maichel.


Mendengar hal itu Rizal melirik ke kanan dan ke kiri.


" Hanya segini...... ? " tanya Rizal (mengejek)


Semua orang pun kaget termasuk Lucas, karena ada 85 anggota gang MM1 yang ada disana, tetapi Rizal menganggapnya enteng.


Lucas merasa kalau Rizal sangatlah kuat.


" Hah....... gw hanya bercanda......... Gw mau ngomong secara resmi antara ketua dengan ketua....... " Sahut Maichel dengan berdiri dari tempat duduknya.


Lalu semua anggota gang MM1 bersorak, dan Rizal hanya terdiam.


Setelah pemberitahuan itu Rizal keluar dari kamp gang MM1 dan menuju motornya sambil berdiam diri.


Ia bingung apakah harus melawan Maichel dan gangnya atau tidak, dia juga khawatir hubungannya dengan Ica akan berakhir.


Di perjalanan pulang Rizal hanya diam sambil memikirkan keputusannya.


Sampai dirumah saat berbaring di tempat tidur pun Rizal tetap memikirkannya. Karena pusing lama-kelamaan dia tertidur.


Keesokan harinya Rizal pergi ke kampnya untuk berdiskusi dengan Budi dan Imam.


Sampai di kamp Budi dan Imam yang mendengar cerita Rizal tentang gang MM1, terkejut.


" Mereka serius ingin perang dengan kita ? " tanya Imam.


" Maichel yang bilang duluan, pasti dia juga sudah sangat yakin " jawab Rizal.


" Baiklah kalau begitu....... gw akan siapkan anggota kita.... " Sahut Budi.


" Tapi Budi, Imam gw mau ngomong terlebih dulu sama kalian. " Rizal.


" Sebenarnya gw takut hubungan gw sama Ica akan berakhir gara-gara perang ini.......... gw harus gimana ya ? " tanya Rizal kebingungan.

__ADS_1


" Wah soal itu gw tidak ikutan dah, soalnya saya jomblo........ " Sahut Imam.


Imam pun pergi, Budi dan Rizal tetap berbicara.


" Gw juga bingung sih Jal kalau jadi lu, tapi Raisa sama sekali tidak permasalahkan itu........ jadi kalau menurut gw lu izin aja dulu sama dia....... kalau dia izinin itu bagus, kalau tidak yah........ " jawab Budi.


Begitu mendengar hal itu Rizal malah tambah bingung, ia lalu berdiri di teras kampnya.


Rizal juga ingin kata-kata ayahnya Ica..... dan kejadian waktu Ica dan Aldo jalan bersama.


Lama berfikir Rizal pun membulatkan keputusannya. Ia bergegas menaiki motornya dan pergi ke rumahnya Ica.


Sampai di rumah Ica ia lalu mengetuk pintu rumah Ica dan bicara dengannya di luar halaman rumah.


" Ca aku mau ngomong sama kamu..... " Sahut Rizal.


" Kamu mau ngomong apa ? " tanya Ica.


" Tapi aku yakin kamu akan marah.... "


" Tidak, aku tidak akan marah....... " Ica.


" ........... Aku mau perang dengan gangster lain.... " Rizal.


Ica pun terkejut....


" Apa maksud kamu.. ? " tanya Ica kebingungan


" ........ Aku mau perang dengan gangster yang lain....... "


" Jadi kamu lebih memilih gang kamu dibandingkan aku ? " tanya Ica dengan kecewa.


" Bukan seperti itu...... "


" Jadi aku larang kamu berkelahi itu percuma..... " Ica sambil meneteskan air mata.


" Bukan....... "


" Jadi kamu udah gak sayang sama aku ? " tanya Ica sambil menangis.


" Bukan gitu Ca.......... " Rizal dengan nada tinggi sambil memegang bahu Ica, dan mengusap air matanya.


" Buka begitu Ca, aku masih sayang sama kamu....... cuman ini tanggung jawab aku sebagai pemimpin...... kalau aku tidak bisa bertanggung jawab, bagaimana nanti aku jadi suami kamu........ "


" Saat perang ini selesai mau kalah atau menang aku akan berhenti...... walaupun kamu tidak mau pacaran lagi sama aku, aku akan tetap berhenti. "


" Jadi ini keputusan ku Ca, kalau aku tidak bilang sama kamu, masalah ini tidak akan selesai.......... "


" Aku cuman aku bilang itu aja sama aku, aku tau kamu kecewa, tetapi ini tanggung jawab ku........ maaf kalau aku tidak bisa membuat kamu bahagia.... "


Untuk terakhir kalinya Rizal memeluk Ica dan mengucapkan " maaf ". Karena sudah selesai Rizal menaiki motornya dan melihat ke arah Ica, Ica hanya bisa menangis sambil berdiam diri.

__ADS_1


............................


__ADS_2