Perangkap Cinta Pertama

Perangkap Cinta Pertama
mencicipi


__ADS_3

Kamar Kaisar di gedor secara paksa dari luar. Ia tidak tau siapa yang datang, tapi nampaknya tamunya tidak sabar hingga gedoran itu sangat nyaring terdengar.


"Kaisar!"


"Kaisar buka pintunya."


Kaisar masih malas untuk bangun ia masih malas, dengan masih mengumpulkan kesadarannya masih dengan mata tertutup Kaisar menyuruh tamunya masuk.


"Masuk saja pintunya tidak terkunci." ujar Kaisar malas.


Pintu langdung terbuka menampakan Ayah dan ibunya Kaisar.


"Dimana wanita itu Kaisar?" Ibunya berteriak di hadapan putra tunggalnya.


"Wanita apa maksud Ibu?"

__ADS_1


"Wanita yang kau tiduri tadi malam Kaisar." Ayahnya kini membentak putranya dengan sorot kekecewaan. "Jika kau menyukai sekertarismu kenapa kau tidak membawanya kerumah untuk kau kenalkan pada kami. Kami tidak pernah mempermasalahkan siapapun wanita yang kau inginkan, tapi tidak dengan membuat perlakuan tercela seperti ini." Ayahnya terlihat sangat marah terbukti dengan kepalan tangannya yang mengerat.


Sekertaris, tidur yang dengan seorang wanita? Seketika Kaisar menyadari siapa yang di maksud orang tuanya adalah Neli. Kaisar juga menyadari jika keadaan dirinya bertelanjjang hanya mengenakan boxer saja yang melekat pada tubuhnya. Badan atletisnya tetpamerkan di hadapan kedua orang tuanya juga dengan keadaan kamar yang berantakan dengan beberapa pakaian yang tercerai berai di lantai.


"Yah, Ibu. Aku memang membawa Neli kemari, dan, dan kami tidur bersama tapi, tapi kami tidak melakukan apapun kami hanya benar-benar tidur Bu, percayalah padaku." ujar Kaisar.


"Kau pikir kami bodoh Kaisar, seorang wanita dan pria dewasa berada dalam satu ruangan tidak mungkin hanya tidur dan tidak melakukan apapun." Ibunya berteriak di hadapan Kaisar. "Batalkan pertunanganmu dan Shifa lalu nikahi Neli."


"Tidak masalah jika harus membatalkan pernikahanku dengan Shifa, tapi untuk menikah dengan Neli aku tidak siap Bu. Aku tidak mencintsinya." Kaisar mengusap wajahnya frustasi ia bingung harus menjelaskan seperti apa pada Ibunya di tambah Neli sudah tidak ada di kamarnya tapi pakaian gadis itu berada di sana termasuk **********. Lalu Neli pergi menggunakan apa?


Ibu Kaisar bahkan menunjukan beberapa foto yang di kirim nomor Kaisar sendiri, satuhal yan Kaisar sadari Neli telah menjebaknya.


"Nikahi Neli, Kaisar, kau harus menjadi pria yang bertanggung jawab. Bagaimana jika sekertarismu hamil anakmu?" ujar Ayahnya.


"Tidak mungkin Neli mengandung anakku Ayah, kami tak melakukan apapun."

__ADS_1


"Mungkin kau sedang mabuk Kai, tapi kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu." ujar sang Ibu juga.


"Kenakan pakaianmu kita akan ke kantor menemuimu Neli." ujar Ayahnya.


Kaisar menghembuskan nafasnya lelas, "Biar aku yang menyelesaikan urusanku. Ayah siapkan saja pernikahanku nanti malam. Bukannya kalian tidak ingin jika memiliki cucu di luar pernikahan. Aku akan menikahi Neli nanti malam." Ujar Kaisar dingin.


.


"Neli keruanganku sekarang!" mata Kaisar sudah memerah menahan amarah.


Neli sudah bergetar tak karuan ia tau apa yang akan terjadi pada dirinya tapi apa yang harus ia lakukan bukankah kemarin Kaisar menyuruhnya memperjuangkan pria itu?


Saat Neli memasuki ruangan Kaisar, pria itu langsung menarik Neli menuju ruang istrirahat miliknya.


"Bukannya kau memfitnahku menidurimu!" Kaisar melucuti satu persatu pakaian yang di kenakan Neli.

__ADS_1


"Layani aku Neli! Kau ingin aku menikahimu kan? Akan aku lakukan tapi sebelum itu puaskan hasratku lebih dulu." Kaisar tidak memperdulikan penolakan Neli dia terus memaksa kehendaknya untuk mencicipi tubuh gadis itu, gadis yang sudah menjebak dan memfitnahnya.


Tidak sia-sia aku mencicipinya ternyata dia memang masih gadis.


__ADS_2