Perangkap Cinta Pertama

Perangkap Cinta Pertama
Aku harus pergi.


__ADS_3

Kaisar duduk masam di samping Shifani yang terus melebarkan senyumnya.


"Pembohong. Katamu kau tak akan berhenti memperjuangkanku sampai aku bergelar suami, tapi ternyata kenyataannya baru juga aku bertunangan kau sudah mengibarkan bendera putih. Bahkan sejak beberapa waktu lalu." Kaisar terus menggerutu dalam hatinya.


Ia juga tak habis pikir kenapa Neli menerima Johan menjadi kekasihnya tapi hanya bertahan dua hari saja.


Kemana Neli pergi?


Apa wanita itu bunuh diri karna pertunangannya?


Atau tertidur karna tak perduli akan dirinya. Sialan Kaisar gelisah tak menentu, harusnya dia senang saat Neli tak merecoki hidupnya lagi, tapi mengapa Kaisar merasa kehilangan.


Dasar bodoh, kenata tidak terpikir sejak tadi ia kan memiliki nomor ponsel Neli, kenapa tak ia hubungi.


Kaisar membuka kontak Nama Neli dan baru ia sadari jika Neli tidak mengganggu dengan mengiriminya pesan tak berguna sudah lebih dari dua bulan dari semenjak Neli memergokinya seakan-akan ia tengah berciuman dengan Shifa.


Panggilannya tidak terjawab dan pesannya juga tidak terkirim rupanya nomor ponsel Kaisar sudah Neli blokir.

__ADS_1


"Kai, kau itu kenapa terlihat menderita seperti itu?" Shifa bertanya kesal karna sedari tadi tunangannya sibuk sendiri dengan ponselnya dan memaki tak jelas.


"Diam. Aku tak menyukai wanita cerewet!"


Shifapun mdmilih untuk kembali bungkam dari pada Kaisar meninggalkannya.


"Hai Bro. Selamat ya. Maaf datamg terlambat." Ari salah satu teman sekolah Kaisar dan Neli mengampirinya dan berjaba tangan.


"Makasih Bro." Kaisar menepuk bahu temannya saat berpelukan.


"Si Neli sepertinya patah hati banget Kai. Dia ada di club gue, tadi gue melihatnya tengah miunum." Ari berceloteh, sedangkan Kaisar meremas ponselnya dengan erat. Ada dua alasan yang bisa jadi penyebab Neli ke club yang pertama karna patah hati dari Johan atau karna pertunangannya. Tapi sepertinya alasan keduanya yang benar mengingat Nelilah yang memutuskan hubungan dengan Johan.


"Ya serius Kai. Bahkan gue sempet ngecengin dia agar tidak melakukan one nigth stand. Tapi dia hanya menyahut untuk kali ini tidak janji katanya, itulah yang menguatkan gue menuduh Neli gagal moveon dari mu." ujarAri.


Kaisar pucat pasi, bagai mana jika Neli benar-benar melakukan one nigth stand dengan pria hidung belang atau lebih parahnya pria beristri? Apa-apaan Kaisar kenapa ia se khaeatir ini akan keadaan gadis Sinting itu.


"Lagian gue heran sama Neli dia cakep kenapa masih kekeh love sama kau Kai, padahal dengan wajah dan bodynya yang aduhai gak sulit buat doi cari jantan kan?" Kaisar tidak perduli lahi temannya berbicara asal.

__ADS_1


"Una." Panggil Kaisar.


"Ada apa Om?"


Kebetulan Una berdiri dekat Kaisar.


"Mana ponselmu?" Kaisar merebut paksa ponsel Una, dan beberapa kali memanggil nomor Neli, berdering tapi tidak di angkat, membuat Kaisar murka luar biasa.


Kaisar melihat pembaruan status Neli. Satu botol sampanye dalam genggamannya dengan tulisan party. Juga satu video berdurasi enam detik menunjukan kondisi club juga dengan kebisingannya.


"Gadis gila." Kaisar memberikan kembali ponsel keponakannya, ia hendak pergi meninggalkan pesta pertunangannya sendiri tapi tangannya di cekat oleh Shifa.


"Apa yang akan kau lakukan Kai? Jangan mempermalukan keluarga kita!" Shifa menahan Kaisar untuk pergi, sedari tadi ia sudah menelinga obrolan teman Kaisar.


"Aku harus pergi Shifa."


"Jangan Kai. Jika kau pergi, akan ku pastikan kau akan menyesal." Ancam Shifa.

__ADS_1


"Terserah."


Kaisar tetap pergi meski orangtua dan tunanganya melarang, tujuannya hanya satu menyeret Neli pulang.


__ADS_2