
Kaisar membawa mobilnya kesuatu daerah yang cukup jauh dari ibu kota. Tasikmalaya, sebuah kota yang terletak di kepulawan jawa barat. Neli berada di salah satu desa yang terletak di sana.
Kaisar mendapati kabar jika Neli sudah pulang ke rumah sewanya.
Kaisar memarkirkan mobilnya tidak jauh dari rumah sewa Neli. Kaisar memberikan sejumlah uang pada pemilik rumah sewa di sana sebagai bayaran parkirnya.
"Aa, aya kaperyogian naon? Bade ka saha.?" Seorang wanita setengah baya yang merupakan pemilik rumah sewa itu bertanya.
Kaisar sendiri hanya diam dan mengernyitkan dalam keningnya, ia tak mengerti apa yang di katakan wanita itu.
Tidak lama datanglah dua pria muda yang merupakan orang suruhan Kaisar menghampiri Kaisar yang tengah kebingungan.
Melihat respon Kaisar yang hanya diam, juga plat nomor yang di tunjukan mobil Kaisar membuat wanita itu semakin yakin jika Kaisar bukan berasal dari daerah sana atau sekitarnya.
"Emm, maksud saya teh. Aa cari siapa? Dan ada kepentingan apa?"
Kaisar menganggukan kepalanya mengerti dan tersenyum menanggapi ucapan ibu itu, senyuman Kaisar sangat indah meskipun jarang sekali pria itu perlihatkan.
"Bos Kai." Sapa keduanya serempak.
"Kalian diamlah di warung itu. Jangan kemanapun, tunggu perintahku selanjutnya." Kaisar menunjuk salah satu warung di sana.
"Baik Bos."
Setelah kepergian kedua anak buahnya Kaisar kembali menatapkan matanya pada ibu pemilik rumah.
__ADS_1
"Aku mencari istriku. Namanya Neli, menurut orang-orangku istriku menyewa rumah yang terletak di paling ujung sana." Kaisar menunjuk letak rumah yang ia maksud.
"Oalah, suaminya Neng Neli ya."
"Ya Bu."
Kaisar menganggukan kepalanya sangat yakin.
"Dia baru pulang dari rumah sakit A," terang wanita itu. "Em, tapi maaf saya perlu bukti jika si Aanya suami Neng Neli. Mengingat di sini adalah sebuah perkampungan. Maksud saya biar tidak ada fitnah begitu A." lanjut ibu itu kembali.
"Tentu Bu." Kaisar memperlihatkan dokumen dan akta nikah keduanya, meskipun hanya berbentuk Copyannya saja. Karna Kaisar harus mengamankan dokumen aslinya, Jika yang aslinya Kaisar memperlihatkan foto di ponselnya.
"Ya, A saya percaya."
"Iya A, saya mengerti. Wanita memang serumit itu." ujar Ibu pemilik rumah itu.
"Terimakasih atas pengertian Ibu."
"Biar saya antar A." Ibu itu berinisiatif untuk mengantar tamunya.
"Terimakasih Ibu sangat baik." ucapnya sopan, meskipun Kaisar adalah pria dingin dan pemarah tapi ia mengerti adab berbicara pada orang yang lebih tua darinya.
Tokk ... Tokk ...
"Neng Neli. Neng Neli." Ibu itu memanggil Neli yang entah sedang apa di dalam rumah sana mengapa sangat lama membuka pintunya.
__ADS_1
"Ya sebentar." suara lemah itu terdengar dari dalam membuat Kaisar membeku di depan pintu yang belum terbuka itu. Apa Neli benar-benar sakit karna ulahnya? Apa Neli terdengar sangat lemah karna kehamilannya? Pertanyaan itu tertahan di kerongkongannya.
Ceklek.
"Ka-Kaisar."
Mata Neli membulat penuh. Melihat pria tampan dengan tubuh jangkung yang menjulang dihadapannya.
Secepat kilat Neli meraih kembali pintu untuk ia tutup kembali, tapi secepat cahaya pula Kaisar menahan pintu itudengan kaki kirinya.
"Cukup sudah kau melarikan diri dariku Neli." suara tegas itu membuat tubuh Neli turut bergetar, entah karna takut atau karna ia yang masih lemas. Tiba-tiba saja pandangan matanya mengabur dan mendadak Neli jatuh tak sadarkan diri. Untung saja Kaisar sigap menangkap tubuh ringkih itu.
Ibu pemilik rumah hendak membatu Kaisar membawa Neli memasuki rumah, tapi Kaisar menahan dan menolaknya secara halus.
"Terimakasih atas kebaikan Ibu. Tapi maaf biarkan aku mengurus istriku sendiri. Silahkan ibu pulang." ujar Kaisar lembut.
"Baik Aa, jika memerlukan sesuatu panggil saya saja ya A, saya ada di rumah." ibu itu menamyauti permintaan Kaisar lengkap dengan logat khasnya.
Kaisar membawa Neli kedalam rumah dan menidurkannya di atas ranjang. Kaisar mengoleskan minyak kayu putih yang tergeletak di atas meja di telapak tangan dan kakinya.
"Kaisar."
Neli berujar pelat, matanya terbuka dengan perlahan, pandangannya sayu juga takut.
"Jangan lari lagi Neli. Atau aku tidak akan mengampunimu."
__ADS_1