
"Astaga, apa yang ku lakukan pada Neli?" Kaisar mengusap wajahnya kasar.
"Sial. Neli benar-benar telah memperdayaku."
Neli yang kesal akhirnya memilih mengundurkan diri dari perusahaan Kaisar minggu depan, bagai manapun ia memiliki tanggunh jawab untuk menyelesaikan pekerjaannya, tak perduli jika dia harus membayar finalty yang jelas ia sudah tak tahan dengan perlakuan Kaisar, seenaknya memperlakukan dirinya layaknya seorang wanita murahan. Meskipun dalam hatinya ia bersorak gembira Kaisar mencium dan menyentuhnya dengan sadar, dan tanpa paksaan.
Seberapa Neli membenci Kaisar tapi hati kecilnya menolak membenci pria itu, terlanjur besar rasa yang Neli miliki untuk pria itu. Ia akui beberapa bulan ini Kaisar sering membuatnya kesal dan selalu memanasinya tapi mau bagai mana lagi ia terlanjur mencintai Kaisar.
.
Dua hari berlalu setelah kejadian Kaisar mencium paksa Neli.
Tidak ada angin tidak ada hujan Kaisar tiba-tiba mengundang seluruh karyawannya untuk datang besok malam ke acara pertunangan Kaisar. Tidak terkecuali Neli juga di undang dalam acara itu.
Tidak sedikit orang yang menggunjing tentang kabar pertunangan Kaisar dengan Shifa. Semuanya menebak jika Kaisar sudah menanam saham lebih dulu pada kekasihnya.
Sakit hati tentu saja, bahkan Neli sudah memutuskan Johan karna ia merasa bersalah telah melibatkan pemuda sebaik Johan untuk melancarkan aksinya untuk membuat Kaisar cemburu, Johan pun hanya bisa berbesar hati jika hubungannya dan Neli hanya bertahan dua hari saja.
"Neli. Ikut aku!"
"Kemana?"
"Ikut saja." Kaisar membawa Neli kesebuah pusat perbelanjaan yang terbesar di kota itu. Kaisar mengambil cincin yang ia pesan, seakan ingin menunjukan ke istiwaan Shifa untuknya.
"Lihatlah Neli. Apa cantik?"
"Ya cantik." Neli menjawab seperlunya.
__ADS_1
"Apa sesuai untuk Shifani yang cantik?"
"Tentu saja, kalian sangat serasi."
Neli semakin terluka saat melihat kebahagian di mata Kaisar.
Saat di dalam mobil Kaisar membuka omongannya.
"Aku mengundangmu secara khusus untuk pertunanganku. Aku memberikanmu penghargaan berupa kursi paling depan agar kau sadar diri dan mundur perlahan dan melenyapkan perasaanmu." Ujar Kaisar penuh penekanan.
"Uh terimakasih. Kaisar aku sangat tersanjung." Sebisa mungkin Neli menutup luka hatinya dengan sebuah tawa getir.
Kaisar menelisik raut wajah Neli. Sial dia gagal membaca raut Neli yang tak beriak kali ini.
"Neli katakan apa yang kau rencanakan?"
Kaisar marah saat Neli tidak terlihat terluka, Kaisar kesal saat Neli terlihat biasa saja tidak merespon sama sekali ucapannya.
"Jangan bohong!" Kaisar membentak Neli. "Kau adalah wanita yang ambisius, sangat mustahil jika wanita itu terlihat diam saja saat aku akan di miliki wanita lain."
"Lalu aku harus apa? Apa harus aku menuntutmu? Sudahlah kau mungkin bukan jodohku." Neli mengalihkan tatapan matanya kearah jendela.
"Ck, ku pikir kau pejuang sesungguhnya." Kaisar berdecak, entah apa maksud pria itu berkata demikian.
Neli juga ikut menoleh, hanya saja ia enggan untuk berpikir, sudahlah kali ini ia akan membiarkan takdirnya mengalir seperti air.
.
__ADS_1
Saat malam hari pertunangan Kaisar di gelar dengan sangat megah dan mewah, meskipun terkesan mendadak tapi acara yang di gelar terlihat matang. Setelah acara menukar cincin Neli sama sekali belum terlihat batang hidungnya, di saat semua orang telah mengucapkan selamat Neli masih tidak terlihat.
Kaisar yang penasaran turun dari tempatnya bersanding dengan Shifani.
"Johan kemana Neli kekasihmu?" Kaisar bertanya pada karyawannya.
"Em, tidak tau pak." Johan menjawab apa adanya.
"Bagaimana kau bisa tidak tau dia kekasihmu Johan." Kaisar terlihat kesal saat johan mengatakan tidak tau tentang keberadaan Neli.
"Sebenarnya kami sudah putus pak. Lebih tepatnya Neli memutuskan saya, kami hanya menjalin hubungan selama dua hari saja." Johan tersenyum getir saat hubungannya kandas begitu saja. Tanpa penjelasan apapun. Tapi yang Johan ketahui adalah Neli masih mencintai atasannya Kaisar.
"Menyusahkan."
Kaisar menghampiri rekan kerja Neli, juga teman dekat Neli yaitu Rosi dan Sita. Tapi salah satu dari mereka tidak ada yang mengetahui keberadaan wanita itu.
"Kemana Neli?"
"Kaisar kau malah disini, meninggalkan tunanganmu di atas sana." Ibu Kaisar mengomeli putranya.
"Ck, pertunangan itu kan ibu yang ingin kenapa tidak ibu saja yang menemaninya." Kaisar kesal karna ibunya malah menambah keruh suasana hatinya.
"Itu karna kau tidak pernah memperkenalkan wanita terhadap Ibu, makanya Ibu menjodohkanmu." Sinis ibu Kaisar.
"Terserah."
"Kaisar jangan mempermalukan Ibu dan Ayah di hari pertunanganmu." Ayahnya menyaut.
__ADS_1