Perangkap Cinta Pertama

Perangkap Cinta Pertama
Wanitaku


__ADS_3

"Tidurlah Neli besok kita akan kembali ke kota." Kaisar meraih selimut dan menyelimuti tubuh istrinya


"Aku belum mau kembali kekota dua hari lagi aku masih ingin menikmati keadaan disini." Neli meminta waktu tapi dengan mata memelas, entah karna wanita itu tengah mengandung anaknya atau apapun Kaisar jadi kasihan melihatnya.


"Neli, aku sedang banyak pekerjaan. Ayolah mengerti keadaan suamimu ini, aku bekerja keras untukmu dan bayi kita." mendengar kata untuknya Neli merona, permukaan wajahnya terasa panas bahkan memerah layaknya gincu wanita malam, aish sejak kapan Neli melihat gincu wanita malam. Sebenarnya ini hanya perumpamaan bung.


"Ya sudah kau pulang saja sendiri nanti aku menyusul." Neli membelakangi suaminya. Kaisar bisa saja meninggalkan Neli, tapi ia tak ingin jika istrinya itu kembali melarikan diri, apalagi di perut wanita itu tengah tumbuh anaknya, darah dagingnya.


"Neli jangan kekanakan. Aku tidak menyukai sikaf keras kepalamu. Jika kau ingin membuatku menyukaimu yang nurut akan perintahku." Kaisar kembali terduduk dan menatap istrinya yang menghadap kearah tembok. Sepertinya kali ini jelmaan tembok lebih menarik di mata Neli, dari pada melihat wajah Kaisar yang slalu menyebalkan.


Kaisar yang kesal membalik tubuh Neli agar terlentang menghadapnya.

__ADS_1


"Terserah kau Kaisar, jika kau tak ingin bersamaku ya sudah. Aku sudah merasa cukup dengan pernah menjadi istrimu dan ibu dari anakmu selain dari itu aku tidak perduli." Neli membuang muka malas melihat wajah suaminya.


"Kau." Kaisar tak habis pikir dengan wanita yang mengaku selalu mencintainya itu. Sebelum Neli mendapatkannya wanita itu terus mengejar dan memohon padanya agar Kaisar menerima cintanya Neli. Sedangkan setelah Neli mendapatkan Kaisar wabita itu terlihat tidak menginginkan dirinya. Ini sungguh aneh, apa setiap wanita selalu serumit ini pikir Kaisar.


Kaisar pikir dengan menikahi wanita yang begitu mencintainya Kaisar akan mendapatkan wanita yang selalu menuruti apa katanya dan apa maunya. Ternyata Kaisar salah seorang wanita terlihat begitu mencintai seorang pria ketika belum memilikinya terlihat begitu memperjuangkannya, tapi setelah di miliki wanita itu justru malah berlaku seenaknya. Kaisar harusnya merekam setiap kegilaan Neli saat mengejarnya dan menunjukannya di saat wanita itu banyak tingkah.


Ternyata benar yang di katakan ayahnya. Rumah tangga adalah seni mengalah. Dan ia merasakannya, dimana ia harus mengalah pada pasangannya jika tak ingin ada perdebatan lagi.


Neli tersenyum cerah, juga menganggukan kepalanya dengan semangat. "Ayo kita tidur." Neli memeluk tubuh Kaisar dengan erat membuat Kaisar kesulitan bernafas.


"Neli lepas. Pelukanmu terlalu kencang aku merasa engap." Kaisar melepas paksa pelukan istrinya.

__ADS_1


"Tidak mau Kai. Ini keingin dedek bayi." Sebenarnya Neli hanya beralasan berkata seperti itu. Tapi sepertinya Kaisar menuruti keinginannya.


Kaisar tidak terbiasa tidur dengan orang lain apa lagi harus di peluk seperti itu ia merasa risih, tapi apalah daya demi buah hatinya Kaisar hanya dapat menghela nafasnya kasar.


"Oh, mungkin bayiku ingin dekat denganku. Kemari!" Kaisar mengusap lembut perutnya membuat Neli semakin berkembang-kembang dengan perhatian Kaisar, ini adalah mimpinya. Minpinya sedari dulu, ia selalu berkhayal menfapatkan hal ini dari Kaisar.


Tidak butuh waktu lama Neli sudah terlelap pada pelukan suaminya.


"Kau adalah wanita gila pernah ku temui." Kaisar mencium jidat Neli yang tertutupi sebagian anak rambutnya.


"Wanita nekad, keras kepala dan pejuang tangguh." Kaisar membenci sekaligus tak ingin kehilangan wanita dalam pelukannya.

__ADS_1


"Wanitaku." Kaisar memeluk tubuh nungil itu. Menyembunyikannya dan membalutnya dengan tubuh kekar yang ia miliki.


__ADS_2