Perangkap Cinta Pertama

Perangkap Cinta Pertama
Berjanjilah


__ADS_3

Neli pikir Kaisar akan kembali memaksa dan menggagahinya dengan kasar. Ternyata Neli salah Kaisar menyentuhnya dengat sangat lembut dan hati-hati.


Neli yang tadinya ketakutanpun turut menikmati aktifitas yang di lakukan Kaisar. Beberapa kali desa han lolos dari bibir Neli membuat Kaisar kehilangan kendali dalam memacu tubuhnya.


"Ah ... Aaa ... Neli." tubuh Kaisar menegang dan bergetar dengan pusat tubuhnya yang menancap semakin dalam juga kepala yang mendongak dengan mata terpejam. Sensasi yang paling tinggi yang pernah Kaisar rasakan kini terulang kembali.


Kaisar kembali merengkuh surganya dunia dengan wanita yang sama.


Tubuh Kaisar ambruk di atar tubuh Neli, "Kai kau berat." Kaisar menggulingkan bahannya ke samping Neli dengan nafas yang masih memburu.


"Astaga banyak sekali." Lirih Neli saat membersihkan peluru cair yang merembes dari celah sempitnya. Kaisar yang mendengar istrinya menggerutu mendengus kesal.


"Itu salahmu sendiri, kenapa pergi aku jadi tidak menyalurkannya lebih dari satu bulan."


"Kurasa kau tidak kekurangan uang untuk membayar seorang wanita untuk menyalurkannya." Neli pun tak terima di salahkan.


"Kau pikir aku pria murahan.? Apa sebelum denganmu kau pernah melihatku terlibat dengan wanita selain Shifa?" Kaisar mendelikan matanya. Benar juga apa yang di katakan Kaisar, tidak sekalipun pria itu terlibat asmara dengan seorang wanita, itulah sebabnya Neli tak lelah dalam mengejar serta memperjuangkan Kaisar.


"Lalu selama ini kau menampung airmu?" Tanya Neli kembali.

__ADS_1


"Tidak, kadang aku bermimpi, kadang pula aku bermain jari di kamar mandi." Jawab Kaisar datar. Pria itu kini mengenakan kembali pakaiannya.


"Kenapa kau tidak melakukan hal yang sama di saat aku pergi?"


Kaisar beranjak dari duduknya dan mengambil segelas air lalu menyerahkan pada istrinya, yang langsung di sambut dan di minum Neli.


"Aku tak berminat bermain sendiri setelah merasakan seorang wanita."


"Uhuk ... Uhuk ..."


Neli terbatuk saat mendengar ucapan frontal Kaisar, air yang ia minum turut menyembur dari lubang hidungnya, menyakitkan. Sumpah Neli tak bisa menhentikan batuknya, sampai Neli memegangi perutnya.


Huupp


Kaisar menium mata Neli yang mendelik. "Jangan menatapku seperti itu atau ku ganti matamu dengan mata katak." Kaisar balik mempelototi mata Neli.


"Kaisar mana berkas yang harus ku tanda tangani?" Neli bertanya setelah batuknya terhenti.


"Berkas apa?"

__ADS_1


"Hey setiap pernikahan kontrak selalu memiliki berkas atau perjanjian Kaisar."


"Kau pikir pernikahan kita main-main?"


"Memang."


"Neli, kita menikah itu nyata bukan main-main atau sandiwara, pernikahan kita sungguhan, tidak ada surat perjanjian tau apapun, kita akan menjalani pernikahan seperti pada umumnya. Aku berjanji selama kau menjadi istriku kau tidak akan kekurangan apapun." Kaisar berkata sungguh-sungguh.


"Apa aku juga bisa mendapatkan hatimu Kaisar?" Neli menatap Kaisar penuh harap.


"Berusahalah dengan giat. Rebut hatiku sebisamu perangkap aku sekuat yang kau bisa Neli. Perjuangkan aku." Kaisar balik menatap Neli.


"Bisakah?"


"Hatiku belum di miliki siapapun. Dan kau sekarang istriku. Kau adalah orang yang paling berhak atas diri dan hatiku. Maka lakukan apapun agar aku tetap bersamamu."


"Tapi kau selalu melukaiku." Neli terlihat putus asa.


"Lupakan apa yang terjadi di antara kita sebelum menikah. Jalani pernikahan sebaik mungkin, aku tak bisa berjanji untuk tidak melukukaimu dengan mulutku. Kau tau betul bagai mana pribadiku." Kaisar membuang muka.

__ADS_1


"Jika itu inginmu tak masalah aku bisa bertahan dengan apapun selama dua belas tahun. Aku juga akan takan melepasmu selagi kau tidak melukaiku dengan wanita lain dan dengan tangan. Berjanjilah untuk itu." Ujar Neli Kembali.


__ADS_2