
Neli menenggak gelas demi gelas cairan neraka yang ada dihadapannya, dentuman musik keras terdengar memekik telinga. Meski beberapa kali cairan itu terasa melukai tenggotokannya, tapi Neli tetap meminum dengan cepat.
"Aku berharap, Kau bahagia Kaisar. Semoga saja wanita itu mencintaimu, melebihi aku." Glek, Neli menenggak kembali gelasnya.
"Inikan yang kau inginkan Kai? Aku menyerah untuk mencintaimu, Kau senang bukan melihat kehancuranku?" Neli meracau dan terus mengucurkan air matanya.
Kaisar mendengar apa yang Neli bicarakan dan melihat Neli dengan tampilan yang cukup tertutup.
Neli menelusupkan wajahnya di atas meja diantara kedua lengannya. Pakaian yang ia kenakan hanya kaos oblong dengan celana jeans di sertai jaket kulit berwarna hitam. Neli memang ke club ini untuk menenangkan diri, tapi ia tak berniat untuk menghabiskan malam dengan seorang pria.
"Aku memang menyuruhmu untuk menyerah mengejarku Neli. Tapi aku tak ingin melihatmu hancur. Katakan bagai mana bisa aku melihat wanita yang mencintaiku hancur?" Kaisar mengusap pelan rambut Neli, Kaisar memang tidak menyukai Neli juga sedikit membencinya, tapi Kaisar sama sekali tak ingin melihat Neli seperti ini. Sukar Kaisar mengerti perasaannya sendiri.
Neli kembali mengangkat wajahnya dari atas meja, ia tidak menyadari orang yang duduk di sebelahnya adalah Kaisar.
"Aishh." Neli merasa kepalanya berdenyut karna pengaruh alkohol.
Neli mengambil uang yang sudah ia pisahkan sedari tadi. Dan memberikannya pada pelayan yang sedari tadi menuangkannya minuman.
__ADS_1
"Ambil kembaliannya."
Neli hendak pergi dari sana. Tapi seorang pria menghampirinya. "Kau butuh teman?"
"Tidak." Neli menepis kasar tangan pria itu.
"Ayolah, kita lakukan one nigth stand." tangan pria itu sudah meraih kembali tangan Neli sampai wanita itu terhuyung.
"Enyahkan tanganmu, sudahlah ku katakan aku tidak mau, kekasihku ada di sini. Dia seorang pria pecemburu, pergilah sebelum tanganmu patah." Usir Neli, entahlah tidak mabuk saja bicara Neli sering melantur apa lagi saat mabuk seperti ini.
"Jangan mem-" pria itu tak meneruskan ucapannya saat melihat Kaisar berjalan kearahnya dengan aura dingin.
"Dia itu kenapa? Aneh sekali." Neli tidak menyadari jika Kaisar berada di sana.
Neli pergi dari sana.
"Sial, harusnya aku mencuci wajahku lebih dulu sebelum kemari. Astaga pusing sekali." Neli terus mengerutu memukul kepalanya berulang kali, jalannya juga sudah sempoyongan.
__ADS_1
"Mobilku yang mana?" Neli kesusahan mengenali mobilnya sendiri.
Kaisar menarik tangan Neli membawanya pada mobil gadi itu serta merebut kunci mobilnya.
"Hey siapa kau? Jangan macam-macam di sini ada ke-" Neli memincingkan matanya. "Kau kekasihku?" Neli menggeleng-gelengkan matanya "Tidak mungkin kau pasti hanya mirip dengan pria sombong itu." kemudian Neli menyandarkan tubuhnya pada kursi mobil, dia benar-benar tertidur.
Kaisar hanya menggelengkan kepalanya, Kaisar tertawa kecil, sadar atau tidak Neli memang selalu aneh pikir Kaisar.
Pria itu menjalankan mobilnya menuju apartemennya, ya membawa Neli menginap di apartemen miliknya adalah tujuannya.
.
Kaisar membopong tubuh Neli menuju kamar miliknya dan merebahkam tubuh sintal itu di atas ranjangnya. "Aneh tubuh mungilnya sangat berat." Kaisar menggerakan otot bahu dan tangannya.
Sepatu dan jaket Neli juga Kaisar buka agar gadis itu tidur dengan nyenyak. "Neli kau tidur atau mati? Jika saja aku orang jahat sepertinya jika ku perkosapun kau tak akan sadar." Kaisar terkikik renyah. Ia juga merebahkan tubuhnya di sampin Neli dan ikut tidur karna sudah malam.
Neli terbangun dari tidurnya dengan kepala yang terasa berat. Ia bingung kenapa ia bisa seranjang dengan Kaisar mungkinkah ini jalan Tuhan untuk menyatukannya dengan pria pujaannya.
__ADS_1
Wanita itu tersenyum penuh arti, ia kemudian meraih ponsel Kaisar. Di benaknya sudah tersusun rencana untuk mendapatkan Kaisar agar menjadi miliknya.