Perangkap Cinta Pertama

Perangkap Cinta Pertama
Sadar Kaisar!


__ADS_3

Kaisar melihat Neli tengah mengecek ban mobilnya bagian depan yang terlihat kempes.


"Sial." Neli menendang kesal mobilnya.


"Kenapa Kak mobilnya?" Una yang tengah berjalan di samping Kaisar dan menghampirinya.


"Sepertinya bocor."


"Alasan, tadi motor yang di tumpangi dia yang bocor sekarang mobilnya." Kaisar mengira jika Neli tengah beralasan.


"Kau pikir aku sengaja merusak ban mobilku?" Neli mendelik tak percaya.


"Ayo Kak kita bareng saja, hari juga udah hampir malam lagi pula kita searah." Una menyarankan.


Neli diam ia hanya menatap Kaiar tak enak.


"Bolehkan Om?"


"Hm."


Ketiganya memasuki mobil, yang di kendarai oleh Una. Benar-benar Kaisar pria pemalas, mobilnyapun harus seorang gadis yang mengemudi. Saat mobil sudah melaju Kaisar menutup hidungnya. Kaisar duduk di belakang sendiri, sedangkan Una dan Neli duduk di depan.


"Om kenapa?"


"Bau." Singkat padat dan jelas Kaisar mengatakannya.


Neli menelan ludahnya susah payah ia mencium tubuhnya sendiri. Tidak bau sama sekali padahal. Ia masih wangi.


"Em, Una aku turun di depan saja." Neli mengintrupsi.


"Kenapa Kak?"


"Tidak Papa. Aku bisa pulang sendiri"


"Kak."

__ADS_1


"Tidak papa."


Una menghentikan mobilnya.


"Biarkan saja Una, lagi pula dia benar-benar bau, padahal aku sudah menyuruhnya mandi." ujar Kaisar tanpa beban. "Dasar saja Neli adalah gadis yang jorok pantas saja dia tidak laku-laku." Ucap Kaisar lagi, ia masih menutup hidungnya.


"Om."


Neli keluar tanpa berkata lagi membanting keras pintunya.


Brakk.


Kaisar tersinggung, pria itu keluar dan langsung keluar dari mobilnya.


"Kau jangan merusak mobilku Neli!" Kaisar mebentak Neli.


"Pastikan keutuhan mobilmu, jika rusak aku akan menggantinya." Neli mulai kesal dengan perbuatan pria itu.


Berpaspasan dengan itu Neli melihat Johan melintas, "Johan tunggu, aku akan numpang pulang." Neli berteriak dan meninggalkan Kaisar, menaiki motor itu dan melaju membelah jalanan ibu kota.


"Murahan." dengkus Kaisar.


.


Sejak saat itu, Neli dan Johan semakin dekat.


Johan dekat dengan Neli sudah sekitar sebulan, dan ia tak ingin membuang waktu lagi akhirnya Johan menyatakan cintanya.


Neli menerima cinta Johan, bukan karna mencintai atau menyukai pria itu, hanya saja Neli ingin membuktikan jika Neli bisa mendapatkan kekasih meskipun seorang karyawan biasa.


"Makan Pak?" Seluruh karyawan menawari makanan yang tengah mereka makan, bukan makanan mahal dari restoran ternama, hanya makan nasi padang yang di bungkus, saat Kaisar lewat.


"Hm."


"Wah ada acara apa?" tanya Una.

__ADS_1


"Ini Mbak, pajak Jadian Johan dan Bu Neli." ujar salah satu karyawati


"Apa?" Kaisar berujar bisa saja ia salah mendengar bukan?


"Bu Neli dan Johan Pak."


Kaisar melangkahkan Kakinya menuju ruangan Neli, dengan mengepalkan tangannya, marah yang di rasakan Kaisar entah karna apa Kaisar juga tak mengerti.


Kaisar semakin di buat berang saat melihat Neli tengah menyuapkan buah potong pada mulut Johan. Biasanya buah itu yang selalu di berikan keruangannya.


"Neli masuk ruanganku. Kau Johan kembali bekerja, jatah makan siang sudah habis." Kaisar berkata tegas.


"Baik Pak." ujar keduanya.


Neli memasuki ruangan Bosnya. "Ada apa Pak?"


"Kau benar-benar jadian dengan bocah itu?" Kaisar mendekati Neli yang berdiri mematung di depan meja kerjanya.


Neli hanya diam.


"Jawab!"


"Ya aku jadian dengannya. Dia kekasihku sekarang." Neli hendak pergi dari sana, dan di saat Neli sudah hendak menggapai pintu Kaisar meraih tangannya dan menghimpitnya ke pintu.


"Apa tubuhmu mulai gatal dan mengharapkan sentuhan? Apa dia menyentuhmu seperti ini?" Kaisar mencium bibir Neli dengan paksa sangat menggebu. Giginya menggigit bibir Neli sampai terbuka dan melesatkan lidahnya mengabsen satu persatu permukaan mulut Neli tidak terkecuali giginya ikut terasa. Tangan Kaisar juga ikut aktif mengabsen satu persatu bukit wanita itu.


Neli sekuat mungkin melepas ciuman dan sentuhan Kaisar padanya dengan mendorong dada pria itu, tapi kedua tangan Neli di amankan Kaisar di atas kepalanya.


Kaisar dengan membabi buta menurunkan ciumannya kearea leher dan melepaskan beberapa kancing kemejanya memamerkan dada Neli yang terlindung b.ra berenda sampai meninggalkan jejak kemerahan di leher putih itu.


Plakk.


Saat Neli melepas ciuman mereka, stempel lima jari menghiasi wajah tampan Kaisar.


"Sadar Kaisar, kau sudah melecehkan wanita jelek dan jorok ini. Aku sarankan kau segera memeriksakan jiwamu ke dokter sebelum kau terkena penyakit." Neli meninggalkan Kaisar sendiri.

__ADS_1


"Sial."


__ADS_2