Perangkap Cinta Pertama

Perangkap Cinta Pertama
Melarikan diri


__ADS_3

Neli masih menangis sesegukan, ia tak menyangka sebelumnya jika Kaisar tega berbuat demikian. Siang itu di kantornya sendiri Kaisar meniduri seorang gadis, gadis yang mengejarnya hampir dua belas tahun.


Neli berbaring menyamping membelakangi Kaisar, tubuhnya masih bergetar karna menahan tangis, yang sialnya masih bisa lolos dari dirinya.


Seandainya saja Kaisar tidak memaksa dan mengasarinya mungkin Neli masih bisa memaafkan perbuatan Kaisar padanya, mengingat seberapa besar rasa cintanya pada pria itu.


Tak ada lebih sakit dari penghinaan-penghinaan sebelum ini. Terenggutnya mahkotanya sebelum menikah adalah penghinaan terbesar untuk Neli. Seandainya saja ia bisa menebak akhir ke nekadannya akan seperti ini sungguh Neli lebih baik tak melakukan hal yang justru semakin membuatnya merugi.


"Kenapa kau menangis Neli? Bukankah ini yang kau tuduhkan padaku?" Kaisar masih terduduk di sisi ranjang sebelah Neli, punggung mantan gadis itu masih bergetar meskipun tidak meninggalkan suara tangis tapi Kaisar sangat yakin jika Neli mendengar jelas apa yang Kaisar katakan.


Kaisar masih mengatur nafasnya, sisa-sisa kenikmatan masih mencengkram jiwanya dengan nyata, tidak Kaisar pungkiri sesuatu yang baru saja ia lakukan adalah hal paling nikmat semasa hidupnya. Ck memerawani seorang gadis adalah keberuntungan setiap pria.


"Kita akan menikah nanti malam. Dan akan di catatkan di kantor pencatatan sipil besok pagi" Ucap Kaisar. Neli sendiri masih tidak merespon ucapan pria itu.

__ADS_1


Neli sudah tak memperdulikan apapun yang di ucapkan Kaisar, ia terlanjur kecewa dengan apa yang Kaisar lakukan pada dirinya. Meruda paksa dirinya tanpa pemanasan sebelumnya cukup kuat memukul mentalnya hingga ke dasar, dirinya sadar jika pria yang ia kejar selama ini adalah seorang yang kejam, Kaisar tak segan melukainya jika dia tak menurut. Satu hal yang harus Neli lakukan yaitu pergi sejauh mungkin dari pria kejam itu.


Sekujur tubuh Neli terasa sakit dengan beberapa memar di area tubuhnya. Terutama di bagian pangkal pahanya Neli merasa sangat sakit dan terkoyak. Tapi itu semua tidak sebanding dengan luka hati yang Neli terima.


Pengalaman pertamanya saat bercinta harusnya menjadi hal yang paling menyenangkan dalam hidupnya bukan sebaliknya.


"Kau dengar Neli? Kita akan menikah nanti malam." Kaisar mempertegas ucapannya tapi Neli masih setia dengan kebungkamannya.


Saat Kaisar hendak berbicara kembali poselnya berbunyi. Una memanggilnya dan ternyata Asisten sekaligus keponakannya mengabari jika ada meeting sekarang juga. Ya Kaisar melupakan hal itu sebelumnya karna terlalu menikmati kegiatannya beberapa menit yang lalu.


Neli bangun dar tidurnya dengan sebisa mungkin menahan salit di antara pangkal pahanya. Neli meneliti pakaiannya yang sudah di rusak oleh Kaisar dan tak berbentuk lagi, tak mungkin ia keluar menggunakan pakaiannya tadi.


Lemari adalah tujuan utama Neli. Mantan gadis itu mengambil satu kemeja Kaisar dan mengenakannya. Pakaian Kaisar menelan tubuhnya yang mungil, dengan kasar Neli mengusap air matanya.

__ADS_1


Sebelum pergi Neli melihat ranjang yan tidak beraturan, juga di penuhi dengan bercak darah kegadisannya di beberapa bagian seprai itu. Neli pergi menyeret kakinya keluar ruangan Kaisar. Sampai di mejanya ia mengambil tasnya yang isinya terdapat beberapa hal penting miliknya.


Neli akan melarikan diri sejauh dan selama yang ia bisa. Semoga saja saat ia kembali di kemudian hari Kaisar sudah berubah dan ia sudah melupakan pria itu.


.


Saat Kaisar kembali, Kaisar tak mendapati Neli di ruangannya maupun di ruangan gadis itu. Tempat bekasnya tadi menumpahkan benihnya masih tidak berubah sama sekali. Diatas lantai terdapan robekan beberapa pakaian wanita itu, juga dengan tissue bekas pakai yang tak terhitung jumlahnya.


Setelah menyuruh beberapa orang mencari Neli keseluruh sudut kantor akhirnya Kaisar mengecek cctv dan benar ternyata Neli melarikan diri darinya.


Sampai semalaman Neli yang hilang tak kunjung juga di temukan.


Kaisar mencari Neli sampai kerumah wanita itu, dia juga membayar beberapa orang untuk mencari keberadaannya.

__ADS_1


Nomor ponselnya sudah tidak aktif lagi, juga wanita itu menguras tabungannya cukup banyak dan setelah itu Neli hilang bagai di telan bumi dalam kurun waktu satu hari.


"Neli. Beraninya kau melarikan diri membawa benihku. Lihat saja aku akan menemukanmu secepatnya dan terima hukuman atas dosa-dosamu padaku." Kaisar benar-benar di buat murka dengan tindakan tak terduga wanita itu.


__ADS_2