PERJALANAN CINDERELLA

PERJALANAN CINDERELLA
12. Angel


__ADS_3

"Loe ini sebener-nya mau bawa gue kemana sih??" sambil memakai helm-nya.


"Tinggal ikutin arahan ajah bawel banget sih." ujar Sekar sambil naik ke motor Noel.


"Yaudah kita mau kemana." tanya Noel.


"Ketoko kak Reza."


"Ogah a, gue nggak mau pergi."


"Yaudah aku pergi sendiri aja."


Mendengar ucapan Sekar Noel pun tertawa terbahak-bahak.


"Bodoh gimana bisa loe pergi loe gak punya kendaraan, kaki loe juga sakit dan disini jarang ada taxi kosong..."


Tapi Sekar tetap bersih keras pergi ketoko Reza, Sekar pun turun dan berjalan menjauh.Noel yang mulai sadar kalau Sekar berjalan menjauh segera pergi mengejar Sekar dengan motornya.


"Dasar gadis bodoh, gimana dia bisa nekat gini sih??" gumang Noel dalam hati.


Setelah beberapa menit Noel pun berhasil mengejar Sekar dan langsung turun dari motor-nya.


"Hey loe ini bodoh banget sih, gue tadi kan cuma bercanda tapi kenapa loe main nyelonong pergi aja." sambil memegang kedua bahu Sekar.


"Tapikan aku nggak bercanda, jadi kamu mau pergi ketoko kak Reza kan."


"Siapa yang bilang mau kesana, gue kesini cuma mastiin loe aman ajah kok."


"Oh gitu, sekarang kamu udah lihatkan aku aman sekarang aku mau lanjut jalan yah bye..."


"Akh...yaudah gue bakal pergi kesana, tapi gue cuma nganterin loe ajah gak lebih gak kurang."


"Gak usah, kalau kesana sih aku juga bisa jalan kaki kan?!"


"Bodoh...yaudah gue bakal bicara sama dia dan minta maaf puas."


Sekar menganggu-kan kepalahnya.


Setelah itu Sekar dan Noel pergi ketoko Reza. Di perjalanan Noel bergumang dalam hatinya...

__ADS_1


"Kenapa gue nggak bisa biarin dia pergi sendiri badahal gue gak begitu kenal sama dia, tapi rasanya takut banget dia nekat pergi sendirian kayak tadi Noel loh kenapa sih...."


Setelah sampai di toko Reza, Sekar sempat tertidur dan Masih memeluk erat Noel.


"Hey udah sampai..."


Tak ada respon dari Sekar.


"Hey Sekar kenapa diem ajah??"


Noel pun menoleh ke belakangan dan melihat Sekar yang sedang tertidur lelap di puggung-nya, Noel yang nggak tega bangunin Sekar terpaksa menggendong-nya dan membawanya masuk ke toko.


Setelah masuk ke toko milik Reza, spontan saja Reza terkejut melihat kedatangan Noel yang sedang menggedong Sekar yang tertidur lelap.


"Hey loe apain......."


"Sut....bisa diem gak, loe bisa lihatkan dia lagi tidur."


Setelah itu Noel mebaringkan Sekar dikursi panjang yang ada di dalam toko Reza.


Setelah itu Noel menggajak Reza bicara di kursi yang ada di dekat fentilasi toko.


"Gue gak sengaja liat dia nangis setelah itu kakinya nggak bisa jalan dan setelah-nya gue anterin dia keruang doter yang mau meriksa dia."


"Sekar ke rumah sakit, kenapa dia kesana?"


"Yaampun apa loe nggak denger gue bicara tadi dia nggak bisa jalan waktu gue ketemu dia jadi dia kesana pastinya mau periksa kakinya dodol." geram Noel.


"Yaudah aku yang salah."


"Emang-nya pernah bener." dengan suara kecil.


"Apa yang kamu katakan tadi?"


"Gue bilang ada bayak sepatu yah disini." pura-pura tidak tahu.


"Hey aku gak tuli yah..." teriak Reza.


"Kalau nggak tuli kenapa perlu diulang." teriak Noel.

__ADS_1


Sekar pun bangun setelah mendengar keributan kakak dan adhik itu dan berjalan mendekat Reza dan Noel.


"Hey apa kalian nggak bisa lebih tenang, ini udah malam pasti banyak yang akan terganggu!!"


"Sekar.." spontan barengan.


"Maaf yah udah bangunin mu." ucap Reza.


"Gak perlu kak, seharusnya aku yang mintak maaf karena ngerepotin kak Reza, oh iya kak Reza Noel ingin mintak maaf ke kak Reza..."


Reza dan Noel tekejut mendengar ucapan Sekar.


"Siapa yang mau mintak maaf??" teriak Noel


"Kamu, dan kak Reza juga mau mintak maaf juga sama kamu."


"Aku nggak akan pernah mau mintak maaf ke dia." teriak Reza.


"Gue juga ogah mintak maaf ke loe." sahut Noel.


Sekar menghelah nafas-nya lalu duduk di kursi kosong yang ada didekat Reza dan Noel.


"Hubungan kalian ini memang aneh yah."


"Maksut-nya." jawab Reza dan Noel bersamaan.


"Kenapa nggak coba selesain masalah ini tanpa ribut apa?"


"Dia duluan yang mulai..." ujar Reza.


"Gue... loe duluan."


Keduanya pun mulai menyalakan satu sama lain. Sekar yang melihat tingkah keduanya menarik nafas dan berkata.


"Adhik yang manja dan kakak yang mandiri."


 


Bersambung...

__ADS_1


 


__ADS_2