
Angin berhembus bersamaan dengan dedaunan yang berjatuhan.
"Kalau begitu bye bye No-el."
Sekar pun beranjak pergi dan meninggalkan Noel.
"Apa maksut mu dengan mungkin...?"
Langka Sekar pun terhenti.
"Jangan mempermainkan ku seperti ini, aku selalu kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupku selama ini, kenapa kau membuatku tersenyum lagi dan kembali merasakan semua kebahagian itu dan setelah itu kau pergi begitu saja."
Air mata tidak bisa tertahan dan keluar menghiasi wajah Noel yang terpapar matahari tebenam.
"Noel kamu..."
Ucapan Sekar terhenti saat Noel tiba-tiba memeluk erat dirinya.
"Kumohon hiks... Kumohon Sekar jangan membuat diriku terluka untuk yang kedua kalinya hiks..."
"Baru kali ini aku melihat sisi dirimu yang begitu rapuh dan lemah..."
***
8 tahun yang lalu...
__ADS_1
Aku anak kedua dari sebuah keluarga kecil yang bahagia, setiap akhir pekan kami selalu pergi ke sebuah pantai, piknik bersama di sebuah rumah pohon yang tak jauh dari pantai tersebut dan melihat matahari terbenam.
Tapi kebahagian tersebut tak bertahan lama, suatu ketika saat akhir pekan. Aku dan kakakku melihat orang tua kami bertengkar dan melempar barang. Setelah kejadian itu mamaku pergi meninggalkan rumah dan membawa kakak bersamanya, setelah mama pergi papa tidak pernah pulang dan aku sendirian di sebuah rumah yang besar.
Setelah beberapa bulan berlalu papa pun pulang tapi papa yang dulu aku kenal perlahan mulai tidak bisaku kenali lagi. Sejak saat itu aku menjalani hidupku layaknya orang biasa dan memiliki teman, tapi semua yang mereka lihat itu hanya sebuah ilusi yang ku buat.
Hidupku tak semudah yang mereka lihat dan bayangkan, senyum yang selalu menghiasi hari-hariku hanya sebuah tusukan duri yang tumbuh seiring berjalannya waktu. Tapi itu semua telah hancur ketika kamu mulai hadir dan membawa sebuah cahaya dan kebagian dalam hidupku lagi. Lewat sebuah sepatu yang membawa diriku sampai padamu.
***
"kenapa kamu hadir dalam hidupku jika akhirnya kau juga akan pergi..... Now please don't go, I love you."
Mendengar ucapan Noel, Sekar terkejut dan tak kuasa menahan air matanya karena terharu.
"Kenapa kamu melakukan ini padahal aku sudah tidak memiliki apapun yang membuatku harus tinggal disini." kata Sekar yang mempererat pelukannya.
Waktu seolah berhenti dan membuat kesan yang begitu indah di dalam hidup Sekar.
Noel terus bersama Sekar dan membiarkan Sekar menangis di pundaknya sampai Sekar tenang. Setelah Sekar tenang Noel mengajaknya duduk di taman rumahnya.
"Makasih ya dan maaf untuk yang tadi."
"Hmm gimana yah..."
"Kenapa?"
__ADS_1
"Jaketku basah nih kena tangisanmu tadi." goda Noel.
"Ehh maaf, copot ajah nanti aku cuci dan besok aku kembali." kata Sekar panik.
"Bercanda, yaudah deh pergi dulu jaga kesehata mu dan akhir Minggu ini aku juga akan menemanimu check up ke dokter." ujar Noel sambil beranjak.
"Dari mana kamu tahu??"
"Rahasia,cepat sembuh yah dan jangan berfikir kayak tadi lagi◉‿◉"
...
"Ok bye." kata Noel sambil beranjak pergi.
"Noel...." teriak Sekar yang langsung menghentikan langkah Noel.
"Noel I love you and thank you for today."
"Yes."
Noel pun meneruskan langkahnya dan berlalu meninggalkan Sekar.
"Noel ternyata kamu sudah tahu tentang hal itu yah, syukurlah beban ku berasa berkurang. You always give me lots of surprises Noel."
__ADS_1
Bersambung...