
Keesokan harinya Sekar terbangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju balkon kamarnya, saat dirinya melihat mentari yang terbit dan menerangi kegelapan awan malam. Pada saat itu dirinya tidak sengaja mendapati Noel yang sedang duduk di luar rumahnya.
Sekar pun bergegas pergi menemui Noel.
"Noel...." teriak Sekar dari kejauhan.
Noel pun mengalikan pandangannya ke asal suara teraebut, saat dirinya mendapati Sekar yang berlari menghampirinya, dirinya beranjak dari tempat duduknya dan berlari menghampiri Sekar.
"Noel, ngapain kesini pagi-pagi??" tanya Sekar.
"Cuman mastiin sesuatu." jawab Noel.
"Mastiin apa?"
"Kamu ini banyak nanya yah.." ejek Noel.
"Yaudah kalau gak mau kasih tahu T_T"
"Gak usah marah juga kali..(◔‿◔)"
"Yaudah masuk yuk kalau disini nanti kamu masuk angin loh!!" ajak Sekar sambil beranjak dari tempatnya.
"Ok.."
Setelah begitu lama dibuat menunggu oleh Sekar, akhirnya Noel dan Sekar pun berangkat ke sekolah bersama.
Saat di perjalanan....
"Noel kita mampir dulu ke swalayan yah." ujar Sekar.
"Ok." jawab Noel singkat.
Saat di swalayan....
"Sekar kamu cari apa sih, kita ini udah muterin tempat ini beberapa kali loh, kamu nggak takut telat...?!" gerutu Noel.
__ADS_1
"Sebentar barang yang aku cari belum ketemu.."
"Yaudah nanti ajah ke sini lagi, kita udah hampir telat nih..." bujuk Noel.
"Ok.."
Noel dan Sekar pun pergi dari swalayan dan segera bergegas pergi ke sekolah. Saat keduanya sampai disekolah, gerbang sekolah masih terbuka tapi sudah tidak ada satu pun siswa di sana.
Saat mereka pergi ke kelas mereka di sambut oleh Reza yang sedang mengajar menggantikan guru fisika yang tidak masuk.
"Dari mana saja kalian^_^?" tanya Reza dengan aura penuh amarah.
Keduanya tidak dapat menjawab pertanyaan yang Reza ajukan dan alhasil keduanya sama-sama dihukum berdiri di depan kelas.
"Maaf yah Noel kamu juga harus ikut dihukum." kata Sekar merasa bersalah.
"Nggak masalah kok, malahan bersyukur karena nggak harus dengerin kakakku ngajar fisika, kamu tau kan fisika itu pelajaran paling menyebalkan."
Sekar pun tertawa kecil melihat sisi Noel yang kekanakan itu dan dilanjutkan oleh Noel.
Skip, saat jam istirahat tiba, Reza keluar dari kelas dan berkata..
"Noel , Sekar setelah pulang sekolah kalian harus menulis surat permohonan maaf dan kalian harus mengumpulkan tulisan kalian di atas mejahku sebelum jam pulang nanti."
"Baik." jawab keduanya.
"Dan untuk Noel jangan pernah berfikir untuk tidak melakukannya, karena jika kamu tidak melakukannya aku akan meminta ayah agar uang jajanmu tidak diberikan Minggu ini." ancam Reza.
"Ba-baik..." jawab Noel ketakutan.
Reza pun pergi dan meninggalkan keduanya. Setelah itu Sekar dan Noel masuk ke dalam kelas dan duduk dibangku mereka.
Sepulang sekolah mereka langsung membuat surat permohonan maaf. 15 menit kemudian....
"Noel aku udah selesai, apa kamu masih belum?" tanya Sekar.
__ADS_1
"Udah selesai, yuk kita pergi!!" ajak Noel.
Setelah selesai menyelesaikan tugas dari Reza mereka pun pulang.
"Oh iya apa kita perlu mampir ke swalayan lagi??" tanya Noel.
"Nggak perlu, kita langsung pulang ajah."
Sesampainya di rumah Sekar...
"Thanks Noel."
"Yes..."
"Kalau begitu aku masuk ke dalam yah, see you bye bye..." kata Sekar sambil berjalan meninggal kan Noel.
Tapi langkah Sekar terhenti oleh Noel yang tiba-tiba memegang tangannya dengan erat.
"Ada apa...??" tanya Sekar.
Noel pun turun dari motornya dan langsung memeluk erat Sekar.
"Kamu gak akan pergi kemana-mana kan?"
"Hah??"
Sekar terdiam dan tak tahu harus mengatakan apa kepada Noel.
"Noel..." sambil melepaskan pelukan Noel.
"Aku mungkin akan terus ada disini, kamu nggak perlu khawatir..."
Bersambung..
__ADS_1