PERJALANAN CINDERELLA

PERJALANAN CINDERELLA
30.Kebetulan


__ADS_3

Saat Sekar pulang dari kantor, di tengah jalan dirinya menjumpai Olivia yang sedang berada di luar sebuah cafe bersama seorang pria.


"Bukankah itu tadi Olivia..." gumang Sekar dalam hati.


"Pak tolong berhenti disini...!!" ujar sekar.


"Baik..." jawab pak Budi sambil memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.


"Pak Budi pergi duluan saja, ada sesuatu yang harus Sekar urus..!" pinta Sekar.


"Baik..." jawab pak Budi yang langsung pergi.


Tanpa pikir panjang Sekar pun langsung pergi ke tempat Olivia berada.


"Apa yang dilakukan Olivia dengan seorang pria...?" pikir Sekar.


Sekar terus mengintai Olivia dari kejauhan, meski dirinya tidak mendengar apapun yang kedua orang tersebut bicarakan.


Tak lama setelah itu pria tadi berdiri dan marah-marah kepada Olivia, Sekar yang tidak tau apapun merasa ada sesuatu yang mengganjal.


Semua orang disekitar memperhatikan kedua orang tersebut, Sekar yang hanya melihat dari kejauhan pun merasa penasaran dan mendekat dengan hati-hati.


"Sebenernya ada apa sih kenapa si pria gak jelas ini tiba-tiba ngamuk nggak jelas, padahal udah tau ini tempat umum." gumang Sekar.


Setelah mendekat Sekar pun akhirnya bisa mendengar dengan jelas.


"Hey kalau loh nggak suka bilang ajah kenapa harus sok-sok an suka." kata si pria tadi


"Leo ini nggak kayak yang kamu pikirin, aku bisa jelasin ini..." kata Olivia memelas.


Tanpa pikir panjang lagi pria tadi pun langsung pergi meninggalkan Olivia.


"Ada apa sih...?" kata Sekar bertanya-tanya.


Tak lama setelah itu ada seorang laki-laki berjas menghampiri Olivia dan membuatnya tiba-tiba kesal sehingga berteriak.


"Hey loh bisa pergi sekarang gue nggak butuh loh dan selamanya nggak akan pernah butuh loh." teriak Olivia yang membuat perhatian semua orang tertujuh padanya untuk ke dua kalinya.

__ADS_1


"Nih ada apaan lagi sih....?" kata Sekar yang semakin bingung dengan situasi Olivia sekarang.


Tak lama setelah itu Olivia pun pergi meninggalkan pria tadi, Sekar yang penasaran beranjak mengikuti Olivia.


***


Di saat bersamaan Noel justru bingung dengan situasi yang dirinya hadapi saat ini.


"Tunggu bukanya tadi kita nggak sengaja tabrakan, lalu kenapa loh bisa sampai di rumah gue duluan..?" tanya Noel kepada Dira.


"Hmm... gimana yah...?" goda Dira.


"Nih cewek lama-lama bisa buat gue darah tinggi." gumang Noel.


"Oh iya Tante kalau boleh tau kamar mandinya di mana yah?" tanya Dira tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa tiba-tiba mengalihkan pembicaraan?" gumang Noel dalam hati dan mulai kesal.


"Kamu lurus ajah dari sini nanti ada dua pintu kamu belok ajah ke kiri disitu kamar mandinya." jawab mama Noel.


"Oh makasih Tante, kalau begitu Dira pinjem kamar mandinya dulu yah."


Dira pun beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju kamar mandi. Noel yang tidak tenang dengan keberadaan Dira pergi mengikuti Dira setelah Dira pergi beberapa lama.


...


Setelah Dira keluar dari kamar mandi, Dira me mendapati Noel yang berdiri di samping pintu kamar mandi.


"Noel kenapa kesini, jangan-jangan..."


"Nggak perlu mikirin yang nggak perlu, gue tanya sama loh apa tujuan loh datang ke sini?" tanya Noel.


"Wah ternyata bahasanya berubah yah..."


"Jawab ajah...!!" kata Noel sambil menyudutkan Dira ke dinding.


"Wah nggak perlu agresif, gue bakalan kasih tau kok." jawab Dira sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


Suasana pun berubah menjadi hening dan sedikit menegangkan.Tapi tiba-tiba hal itu berubah saat Reza entah datang dari mana melihat keduanya yang berdekatan.


"Apa-apaan ini...??"


"Kakak..." kata Noel spontan karena terkejut.


Sementara itu Dira tiba-tiba menangis dan berlari ke arah Reza.


"Kak tolong tadi kak Noel mau macem-macem sama aku..." kata Dira sambil menangis di pelukan Reza.


Noel pun langsung berteriak setelah mendengar ucapan Dira.


"Hey jangan macem-macem loh yah gue nggak ngalakuin apapun..."


"Mesti Noel otaknya kadang konslet, tapi dia nggak mungkin ngelakuin hal yang kamu tudukan tadi." kata Reza sambil melepaskan pelukan Dira.


"Nih orang belain gue apa ngeledek yah." gumang Noel.


"Ta-tapi aku takut sama dia..." kata Dira sambil memasang wajah memelas.


Reza pun tersenyum tipis dan berkata.


"Tapi aku saranin sebelum kamu akting kamu harus belajar dulu biar bisa ngeyakinin seseorang." kata Reza sambil memasang wajah tidak senang.


"Cih... kalian semua orang bodoh, Ok lah kalian berdua lolos dari tes yang aku buat, tapi jangan seneng dulu ini belum berakhir." kata Dira.


"Tes..??" tanya Reza dan Noel bersamaan.


"Besok kalian akan tahu, ok gue pergi see you next time.." kata Dira sambil beranjak pergi.


"Hah, loh faham nggak?" tanya Noel.


"Nggak, dia siapa sih?" tanya Reza balik.


"Gak tau gue ketemu dia baru dua kali nggak salah namanya Dira." jawab Noel.


"Hmm... cewek aneh..." kata Reza.

__ADS_1


"Iya gue sependapat sama loh."


Bersambung.....


__ADS_2