
Sementara itu Sekar dan Noel sedari tadi cuman berkelilig tampah tujuan, sampai akhirnya mereka pun tak sengaja melihat Reza dan Sofia yang sedang berduan.
"Hey bukan kah itu kak Reza yah?" kata Sekar.
"Mana??" tanya Noel.
"Itu loh...." jawab Sekar sambil menunjuk ke arah Reza dan Sofia.
"Sejak kapan nih anak deket sama cewek, kayaknya ada yang nggak beres yo ikuti mereka yuk..!!" ajak Noel.
"Nggak bisa, kita nggak boleh ngerusak kebahagia orang lain." tolak Sekar.
"Kita nggak bakal ganggu mereka.." keluh Noel.
"Nggak boleh.... Biarin kak Reza dan kak Sofia bahagia..." ujar Sekar tegas.
"Iya-iya tapi aku nggak bakal ganggu mereka kok." kata Noel berusaha memberontak.
"Nih anak... -_-"
Sekar pun langsung menarik paksa tangan Noel. Sementara itu Reza dan Sofia cukup menikmati liburan yang Sekar atur...
"Oh iya kita kan belum kenalan, kenalin Sofia Bianca panggil ajah Sofia." kata Sofia sambil mengulurkan tanganya pada Reza.
Reza pun membalas uluran tangan itu dan berkata "Reza, Reza Adidarma."
"Jadi kamu juga anak dari pak Adidarma."
"Iya, aku anak pertama tapi setelah pisah aku ikut dengan ibu."
"Sorry yah.." kata Sofia merasa bersalah.
"No problem, aku juga bukan tipe yang selalu baperan."
"Sof...kita cari yang lain yuk!!" ajak Reza.
"Ah... Iya." jawab Sofia.
"Udah nggak perlu merasa bersalah, aku juga udah biasa tuh sama yang begituan." kata Reza ramah.
...
"Makasih yah..."
Tiba-tiba ada seseorang yang berlari dan tak sengaja menabrak Sofia. Reza pun secara spontan menangkap Sofia.
"Ma-maaf yah... Tadi refleks."
"Gak papa kok, makasih yah Reza."
"Seperti orang tadi nggak asing.." kata Reza.
"Menurukku juga begitu... " kata Sofia.
"Yaudah, ayo kita menyusul yang lain..."
__ADS_1
"Ba-baiklah.."
Setelah itu mereka pun pergi menyusul yang lain. Sementara Sekar dan Noel pergi melihat-lihat.
"Hey kita ini mau kemana sih, dari tadi jalan tapi tampah tujuan." keluh Noel.
"Kamu bisa diem nggak, kalau kamu mau naik wahana kita nggak bakal muter-muter kayak gini." omel Sekar.
"Kamu kan tahu aku nggak suka naik yang begituan, kekanak - kanakan."
"Kekanak - kanak atau takut sama ketinggian." kata Sekar dengan suara kecil.
"Kamu bilang apa tadi..."
"Nggak bilang apa-apa tuh."
"Bohong...."
"Yaudah kalau nggak percaya..."
Mereka pun terus bertengkar dan sampai mereka berujung di depan rumah hantu.
"Yap kita kesini ajah yuk..." ajak Sekar.
"Ke-kesini...?!"
"Yes ayo masuk..." kata Sekar yang langsung menarik tangan Noel dengan paksa.
"Eh tunggu dulu aku belum bilang i...."
Saat keduanya berada di dalam rumah hantu....
"Eh jangan jalan cepet-cepet kali..." kata Noel sambil merangkul erat tangan Sekar.
"Demi apapun nih anak..." kata Sekar dalam hatinya.
"Hey jadi cowok hatus berani dong, masa cowok takut ke rumah hantu." ledek Sekar.
"Ya kali gue bukan takut." belah Noel.
"Kalau bukan takut apa namanya."
"Nggak suka ajah..."
Tiba-tiba mereka di kagetan mbak kunti gadungan yang kelantungan di langit-langit atap.
"Aaaa.. Apaan tuh..." teriak Noel sambil memper erat pelukannya di tangan Sekar.
"Apaan sih alay banget, itu cuman boneka." kata Sekar.
Tapi Noel tetap ketakutan. Sekar pun menghelah nafasnya dan melanjutakan perjalanannya menyelusuri rumah hantu tersebut. Setelah lama menyusuri rumah hantu dan mendengar suara teriakan Noel yang tak ada hentinya, akhirnya mereka keluar.
Saat keluar dari rumah hantu, kaki Noel langsung lemas.
"Hahaha... " tawa Sekar yang langsung pecah.
__ADS_1
"Jahat banget orang katak gini malah di ketawain." omel Noel.
"Ok aku beliin kamu air dulu." kata Sekar.
Beberapa menit kemudian Sekar pun kembali membawakan Noel air minum.
"Makasih.." kata Noel sambil mengambil minuman yang Sekar berikan.
"Ngomong-ngomong kita udah lama banget yah disini, yuk kita nyusul yang lainnya!" ajak Sekar.
"Ok.."
Setelah lama mencari yang lain, akhirnya mereka menemukan mereka.
"Dari mana ajah kalian..?" tanya Reza.
"Tadi habis main-main." jawab Sekar sambil cengar cengir gak karuan.
Sofia pun mengalikan pandangannya kepada Noel.
"Noel kenapa kar kok lemes gitu??" tanya Sofia.
"Hehe.. Tadi kita main-main ke rumah hantu, gak taunya Noel takut ke sana jadi sampai sekarang lemes deh."
"Ternyata aku kita habis ngapain." ejek kak Reza.
"-_-"
"Yaudah kita pulang yuk..." ajak Nenek.
"Ok.. Tapi Sekar masih mau ke satu tempat lagi."
"Kemana...?" spontan semuanya bertanya.
Sekar hanya menjawab dengan senyuman.
Dalam perjalanan Sekar memberikan arahan kepada para supir dan setibanya disana seluruh keluarga Noel terkejut dengan tempat yang mau di datangi oleh Sekar.
"Pantai ini..." kata Noel sambil melihat Sekar.
Sekar hanya tersenyum kepada Noel. Noel pun jadi tahu apa maksut Sekar sebelumnya.
"Makasih..."
"Masih belum." kata Sekar.
"Hah??"
"Ayo kita bersenang senang dan melihat matahari tebenam....!!!" kata Sekar antusias.
Bersambung...
__ADS_1