
Keesokan paginya Noel bergegas pergi ke rumah Sekar. Saat dalam perjalanan ada seorang gadis yang tiba-tiba menyebrang, Noel yang terkejut spontan mengerem sepeda motornya setelah itu dia turun untuk memastikan apakah gadis tersebut baik-baik saja.
"Hey loh nggak papa kan?"
"Maaf kak, tadi sudah bikin kaget!"
"Tapi lain kali lebih hati-hati yah, kali ini loh beruntung tapi lain kali mungkin nggak akan seberuntung ini, gue pergi dulu yah bye." kata Noel sambil berajak pergi meninggalkan gadis itu.
"Iya, maaf kalau boleh tahu siapa nama kakak??" tanya gadis itu.
Noel pun berhenti.
"Noel.."
"Kak Noel namaku Dira, makasih yah untuk nasehatnya."
"See you...." jawab Noel yang langsung menaiki sepedanya dan pergi.
"Wah... Kak Noel ganteng banget...."
***
Sesampainya di rumah Sekar....
"Hey kan aku nggak bilang kalau kamu boleh mutusin check up ke dokter." omel Sekar saat setibanya Noel di rumahnya.
"Kebiasaan banget, orang baru datang langsung di suguhin ceramah, kan lebih baik di kasih sapaan atau makan gitu."
"Sorry... tapi kamu nggak perlu kayak gini juga kali."
"Why??"
"Aku nggak mau jadi beban buat siapa pun."
Noel pun berjalan mendekat dan menyentil kening Sekar.
"Aww..."
"Bodoh, siapa bilang kalau kamu beban, dengerin kamu bukan beban dan kamu nggak pernah ngerepotin siapa pun."
"Ta-tapi.."
"Nggak ada tapi-tapi sekarang bersiap dan kita berangkat."
__ADS_1
"Ok.. Thank Noel."
Setelah itu Noel menunggu Sekar yang bersiap, sedari menunggu Noel di hampiri oleh Sofia.
"Hai kak, apa kabar?" sapa Noel.
"Baik, Noel aku mau nanya kamu tahu dari mana kalau Sekar sakit?"
Noel terdiam bingung harus menjawab apa.
"Kenapa Nggak jawab, apa kamu takut?"
"Nggak bukan gitu."
"Lalu kenapa kamu nggak jawab?" bentak Sofia.
"Maaf kak bukanya aku nggak mau jawab tapi aku nggak ngerti harus jawab apa."
"Maksutnya??"
"Sejak Sekar sakit aku banyak ngalamin bermacam-macam hal aneh."
"Aneh gimana??"
"Jadi bukan Reza yang beritahu kamu?"
"Iya."
Tiba-tiba Sofia tersenyum kecil.
"Ciee, ada yang cinta jatuh nih, eh maaf jatuh cinta."
Sofia pun langsung memukul Noel.
"Aww kak Sofia nggak seru ahh, nggak bisa di ajak bercanda."
"Udah tahu masih ajah bandel."
Sekar pun turun dan langsung membuat keduanya terdiam.
"Ada apa kenapa pas aku datang kalian diam?" tanya Sekar.
"Nggak ada apa-apa cuman mau kasih tau Noel kalau dia di cariin sama kakaknya, iya kan Noel." kata Sofia sambil menyikut tangan Noel.
__ADS_1
"I-iya, Sekar ayo kita berangkat sekarang!" ajak Noel.
"Ok, kak Sekar pergi dulu ya.."
"Iya, hati-hati yah.."
"Iya.."
Noel dan Sekar pun pergi....
***
Sesampainya di sana, Sekar langsung menjalani pemerikasaan. Setelah selesai Noel pun mengajak Sekar pergi ke taman yang ada di rumah sakit.
"Noel makasih yah udah nemenin."
"Yes..."
Noel pun terdiam dan suasa di sana menjadi tenang, tidak lama setelahnya tiba-tiba tertawa.
"Ada apa kenapa tiba-tiba ketawa gitu?"
"Nggak cuma mengingat masa lalu."
"Masa lalu?"
"Iya, dulu waktu kita pertama kali bertemu sifatmu dingin, cuek dan ngeselin banget."
"Ehh, kamu juga sama kok."
"Hahaha, tapi kalau udah kenal cukup dalam ternyata kamu itu manis yah."
"Aku bukan permen.." jawab Sekar.
"T_T"
"Yang kemarin aku katain ke kamu itu bukan sebagai sahabat, tapi sebagai seorang yang fall in love with you, Sekar i love you..."
Bersambung
__ADS_1