
Noel seketika terdiam melihat Sekar.
"Hey kenapa bengong ayo berangkat."
"Maaf, ayo kita pergi sekarang."
Sesampainya ditempat tujuan...
"Taman hiburan."
"Iya, taman hiburan ini baru diresmikan kemarin nggak ada salahnya kan untuk berlibur sekaligus istirahat setelah tes ujian masuk."
"Udah lama banget nggak kesini, makasih yah Noel."
Noel hanya tersenyum, melihat Sekar yang begitu bahagia.
"Ayo masuk gue udah beli tiketnya."
"Ok..." jawab Sekar antusias.
Setelah masuk Sekar langsung menarik tangan Noel dan membawanya berkeling dan bermain.
Kebahagia yang Sekar rasakan setelah sekian lama membuatnya lupa akan masalah dan luka lama yang selama ini dia simpan.
"Udah malem nih pulang yuk." ajak Noel.
"Hey kita belum naik bianglala."
"Nggak ini udah malem nanti orang rumah nyariin." tegas Noel.
"Ayolah kumohon kali ini aja.... Please... Yah noel yah...." rayu Sekar.
Melihat sisi lain Sekar yang kekanak-kanak membuat Noel menyerah dan menanggapi dengan penuh kepasraan.
"Ok ayo kita pergi...!!" kata Noel sambil menggandeng tangan Sekar.
Saat berada di dalam bianglala...
__ADS_1
"Wah... Menakjubkan..."
"Hey loh nggak bisa duduk diem yah."
"Yah kan momen kayak gini langkah banget, kalau dilewatin kan sayang."
Noel hanya bisa pasra dengan sifat Sekar yang kekanak-kanak. Sesaat Noel sempat memperhatikan Sekar dan tak sengajah melihat tangan Sekar menggigil, Noel pun melepaskan jaket yang ia kenakan dan memakaikan-nya kepada Sekar.
"Apa yang kamu lakukan??" tanya Sekar yang setengah terkejut.
"Pakai ajah gue tahu kok kalau loh kedinginan."
"Makasih yah untuk hari ini No-el..." kata Sekar sambil tersenyum.
Saat melihat Sekar yang tersenyum bahagia seolah membuat hati Noel bertekat untuk membuat senyum itu terus terukir.
Setelah mereka turun dari bianglala, Noel langsung mengajak Sekar pulang, walau sulit tapi Noel berhasil membuat Sekar pulang.
***
Sesampai-nya di rumah Sekar.
"You're welcome.." jawab Noel.
"Kalau kamu mau kamu boleh mampir dulu kok."
"Nggak usah lain kali ajah udah malem nanti takutnya orang rumah nyariin."
"Oh yaudah hati-hati yah."
"Yah, bye.."
Setelah Noel pergi Sekar pun masuk ke dalam rumahnya.
"Non udah pulang, gimana harinya?" tanya bik Lina yang tiba-tiba muncul.
"Yaampun bik kirain siapa dadi, hari ini lumayan menyenangkan."
__ADS_1
"Bagus lah sudah lama juga non tidak bersantai, oh iya non bibik siapin makan malam yah buat non."
"Nggak perlu Sekar udah kenyang, bik Lina istirahat ajah Sekar mau langsung tidur ajah." kata Sekar sambil berjalan menuju kamarnya.
***
Sementara itu di rumah Reza....
Ding dong...
Suara bel rumah yang telah ditekan sekian kali yang langsung membangunkan Reza dari tidurnya.
"Siapa sih malam-malam begini berkunjung." kata Reza yang masih setengah sadar.
Reza pun turun dan mendapati mamanya yang keluar dari kamar.
"Za siapa yang bertamu malam-malam begini?" tanya mama Reza.
"Nggak tahu, ini Reza mau cek."
Reza pun membuka pintu rumahnya dan betapa terkejutnya dirinya karena mendapati Noel yang sedang berdiri dibalik pintu.
"Noel....." kata Reza yang langsung shok.
"Biasa aja kali..." sahut Noel.
Reza pun menyuruh Noel masuk dan bertemu dengan mamanya. Melihat Noel mamanya merasa sangat senang. Bagaimana tidak dirinya sudah dipisah kan dari Noel selama 3 tahun lebih dan tidak pernah diizinkan bertemu Noel setelah perpisahan dirinya dan suaminya.
"Noel ini kamu kan...." kata mamanya sambil memeluk erat Noel.
"Iya.." jawab Noel.
"Akhirnya mama bisa ketemu kamu lagi.. Kamu udah besar yah sekarang..."
Hari itu Noel merasa lebih baik dan seperti menemukan sesuatu yang telah lama hilang yaitu belaian dan aroma seorang ibu yang telah lama hilang.
Tapi dibalik itu Noel juga merasa bersalah karena dirinya tidak pernah tahu kondisi mamanya sendiri, orang yang selalu ada saat dia sakit dulu tapi dirinya tidak pernah ada saat orang itu benar-banar membutukanya.
__ADS_1
Bersambung....