PERJALANAN CINDERELLA

PERJALANAN CINDERELLA
22.Ratusan kenangan


__ADS_3

Hari itu keluarga Noel utuh kembali dan melakukan nostalgia bersama, Reza mulai mau berbicang dengan papanya dan mereka seperti keluarga kecil yang sempurna.


"Kerja bagus..." kata Sofia sambil memeluk Sekar.


"Ya..." jawab Sekar.


Setelah melakukan banyak hal mereka pun pulang dengan senyuman terukir di wajah mereka.


Saat pulang Sekar memutuskan untuk pulang dengan Sofia. Dan saat salam perjalanan pulang.


"Apa kita perlu mampir ke rumah Dr. Rian?" tanya Sofia.


"Tidak perlu aku akan ke sana besok, lagi pula dia sedang berkencang dengan isyrinya hari ini." jawab Sekar.


***


Keesokan harinya di sekolah, saat di kelas...


"Kenapa Sekar belum datang, gak kayak seperti biasanya." gerutu Noel.


Noel pun menunggu Sekar di kelas sambil memainkan bulpennya, sampai akhirnya bel masuk pun berbunyi. Dan guru pun masuk ke kelas dan mulai mengabsen..


"Dewi Putri Sekar Sari..."


"Maaf bu Sekar hari ini tidak hadir." kata salah satu murid.


"Apa ada yang tahu Sekar kenapa?" tanya sang guru.


Seluruh siswa terdiam dan tak ada satu pun yang menjawab.


"Yah sudah kalau begitu kita mulai pelajaran hari ini, ketua kelas kumpulkan seluruh pekerjaan rumah yang saya berikan kemari lusa dan yang nggak ngerjakan keluar dan bersiin kamar mandi."


"Mati gue nggak sempet ngerjain tadi.." batin Noel.


Skip, sepulangnya dari sekolah Noel pun pergi ke rumah Sekar dan sesampainya disana Noel terus menekan bel rumah Sekar, tapi tak ada balasan. Noel pun memutuskan untuk pulang.


Sesampainya di rumah, Noel terus mengirim dan menelpon Sekar tapi tak adah balasan. Seharian dirinya murung dan hanya berbaring di atas sofa.


Melihat adhiknya yang tidak seperti biasanya Reza pun menghampiri Noel.


"Hey kenapa dari tadi murung terus dari tadi biasanya kan kamu keluar sama Sekar, kenapa sekarang gabut di rumah?" tanya Reza.


"Orangnya ada nggak ada, gimana bisa keluar bareng." jawab Noel sinis.


"Emangnya dia kemana?" tanya Reza.


"Kalau tau ngapain aku gabut di rumah." kata Noel.


"Emang di sekolah dia nggak bilang mau kemana gitu?"


"Dia nggak masuk tadi."

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Reza.


"Nggak tau.."


"Yaudah chat atau telpon ajah ngapain harus gabut!!!"


"Loe kira dari tadi gue ngapain -_- "


"Yaudah aku coba tanya ajah sama Sofia." kata Reza.


"Ngemeng kek dari tadi kalau punya nomernya kak Sofia." teriak Noel.


"Iya maaf, tunggu masih belum diangkat sama orangnnya, nih udah diangkat tunggu jangan berisik."


"Halo, Sofia maaf menggangu mau nanya Sekar kenapa yah tadi Noel bilang Sekar nggak masuk tadi." kata Reza.


"Sekar gak papa kok cuman kecapean ajah." kata Sofia.


Tiba-tiba seorang berbicara kepada Sofia dan membuatnya khawatir.


"Maaf aku lagi sibik nanti aku hubungi lagi yah.." kata Sofia dan menutup pembicaraan.


"Dia mengakhir panggilannya." kata Reza.


"Gak papa kok yang penting nggak terjadi sesuatu yang buruk sama Sekar kan."


"Cieee perhatian nih yah..." goda Reza.


"Kamu masih sehat kan atau aku yang sakit." kata Reza memastikan.


"Kamu sakit Re...?" tanya mamanya yang tiba-tiba muncul.


"Bukan Re ma, tapi Noel kayaknya harus di perikasa." jawab Reza.


"Kok nama gue kebawa-bawa yah.." batin Noel.


"Noel???" mamanya mulai bingung.


"Iya Noel, masa tadi dia bilang mau ngerjain pr tadi.." jawab Reza.


"Beneran kamu salah denger Re." kata mamanya yang juga nggak percaya dengan yang di katakan Reza.


" keluarga gue kok gini amat sih, orang mau ngerjain pr ajah kayak mau ada meteor jatuh." omel Noel dalam hati sambil naik dan menuju kamarnya.


Sementara di tempat Sekar...


"Gimana keadaan Sekar dr. Rian, apa dia baik-baik ajah?" tanya Sofia.


"Yah aku nggak bisa bilang apapun sementara Sekar harus dirawat inap." kata Dr. Rian.


"Baik, tolong lakukan yang terbaik!!"

__ADS_1


"Tentu saja, lagi pula Sekar bukan pasien baru yang saya tangani." jawab sang dokter.


***


Sementara itu Noel ketiduran saat mengerjakan pr fisika yang belum dia selesaikan.


Saat itu Noel bermimpi dirinya berada di taman hiburan yang pernah dia datangi bersama Sekar. Saat dirinya menyusuri taman hiburan tersebut, Noel menjumpai Sekar yang sedang tertidur lelap di sebuah kursi taman hiburan. Tiba-tiba Sekar terbangun saat Noel menghampiri dirinya.


"Noel..." kata Sekar sambil tersenyum.


"Kenapa kamu nggak masuk tadi, apa kamu tahu aku di hukum gara-gara nggak ngerjain tugas."


Noel pun seketika tidak dapat mengendalikan emosinya lagi. Tapi Sekar hanya tersenyum dan mendekat kepada Noel.


"Hey bodoh... Kamu nggak bisa terus menerus harus ngandelin aku, karena aku juga nggak akan selalu ada bersamamu." kata Sekar dengan wajah tersenyum dan berumuran air mata.


"Apa maksutmu.... Kenapa kamu bicara seolah akan pergi, aku nggak akan masalah jika kamu selalu marah-marah dan berkata banyak hal, tapi apapun yang terjadi kamu nggak boleh pergi."


"Setidaknya kamu selalu mengerti diriku dan selalu bisa aku andalkan." kata Noel yang wajahnya mulai behiasi air mata.


"Kamu yang selalu ada saat aku butukan, bukan aku yang ada untuk kamu Noel. Aku selalu berfikir kenapa akhirnya aku malah dekat dengan kamu yang memberikan kesan buruk saat kita pertama bertemu, tapi di sisi lain aku senang dan bersyukur karena orang yang mengisi hari-hariku adalah kamu, thanks Noel." ujar Sekar sambil menghapus air mata Noel.


Sekar pun mulai menghilang dari hadapan Noel diantara sekerumpulan kelopak bunga yang berjatuhan. Yang langsung membuat Noel langsung bangun dari tidurnya.


Saat Noel terbangun dirinya langsung turun dari tempat tidurnya dan berlari keluar.


"Noel kamu mau kemana?" tanya Reza.


"Mau ke rumah Sekar." jawab Noel.


"Sekar nggak ada di rumahnya, dia ada di rumah sakit sekarang." kata Reza.


"Apa... Dia kenapa...?" tanya Noel.


"Sofia bilang dia cuman kecapean." jawab Reza.


"Dia sekarang ada di rumah sakit mana?" tanya Noel.


"Kurang tahu Sofia masih belum bales chatku." jawab Reza.


"Tapi dia cuman kecapean doang kan?"


"Iya, gak perlu gitu amat kali."


Noel pun lega dan menuju kembali ke kamar-nya.


"Maaf Noel aku nggak punya pilihan selain berbohong." kata Reza dalam hati.


 


Bersambung...

__ADS_1


 


__ADS_2