PERJALANAN CINDERELLA

PERJALANAN CINDERELLA
15.Waktu..


__ADS_3

"Kenapa apa loh takut sekarang." kata Olivia dengan angkuh.


Tangan Sekar mengepal menahan amarah yang ada di hatinya.


"Kenapa aku harus takut, hanya seorang pengecut yang memanfaatkan ketenaran orang tuanya untuk menindas orang lain." ujar Sekar dingin.


"Dasar gadis angkuh." teriak Olivia.


"Kalau saya gadis angkuh anda apa...?"


Olivia tak sanggup menahan amaranya, dia pun sekali lagi ingin menampar Sekar, tapi tangannya tertahan lagi oleh Noel.


"Siapa kamu beraninya ikut campur urusan orang." teriak Olivia.


Noel pun melepaskan tangan Olivia dan berkata.


"Hey asal loh tahu ajah gue anak pemenggang saham disekolah ini dan sekarang gue tanya siapa loh yang berani benget mau nampar Sekar."


"Apa gue nggak salah denger nih, anak dari pemenggang saham sekolah ha..ha...ha..." ujar Olivia.


"Gue nggak ingin ngomong sama orang kayak loh, buang waktu berharga gue ajah, Sekar ayo pergi!!" kata Noel beranjak pergi sambil menarik tangan Sekar.


"Lihat anak yang ngaku-ngaku anak pemenggang saham pergi.... seperti seekor kelinci bodoh." ujar Olivia.


Mendengar ucapan Olivia, Sekar pun menghentikan langkah kakinya dan melepaskan tangan Noel setelah itu dia pun berjalan menuju Olivia.


Praak


Tamparan dari tanggan Sekar tepat pada sasarannya.


"Sekarang dengarkan aku, seekor kijang yang selalu bayak bicara maka akan mati karena tercengkram oleh harimau yang kelaparan, selalu ingat apa yang aku katakan barusan jika kamu lupa maka tamparan itu akan mengingatkanmu lagi."


Sekar pun berbalik pergi bersama Noel.


"Ayo Noel kita pergi!!!" kata Sekar.


"Ok..." jawab Noel.


***


Saat di perjalanan....


"Hey Sekar loh tadi hebat banget, gue sampai nggak nyangka loh bisa bertindak kanyak tadi." kata Noel.

__ADS_1


Sekar tiba-tiba mengangis dipunggung Noel yang sedang mengedarai sepeda motornya.


"Kenapa gue selalu ngerasa sesak setiap kali liat dia nangis." gumang Noel.


Sesampainya dirumah Sekar....


"Sekar kita udah sampai." ucap Noel.


Sekar pun turun dari motor Noel.


"Maaf yah untuk yang tadi..."


"Gak masalah kok, oh iya nanti sore loh ada waktu nggak?" tanya Noel.


"Kayaknya ada..."


"Kalu gitu nanti jam empat gue jemput loh." ujar Noel.


"Emang mau kemana??" tanya Sekar.


"Nanti juga tahu sendiri, kalau gitu gue balik dulu yah..." kata Noel sambil beranjak pergi.


"Anak ini selalu ajah pergi sesuka hatinya."


"Non udah pulang makan dulu bibik udah masakin makanan kesukaan non."


Kata bik lina.


"Iya, bibik juga makan sini sama Sekar dan sekalian tolong panggil pak budi untuk makan juga." kata Sekar.


"Nggak perlu non nanti bibi bakal makan tapi nggak disini."


"Kenapa, bibik dan pak Budi udah Sekar anggap keluarga Sekar, maaf setelah kematian nenek Sekar jadi banyak ngerepotin dan kasar."


"Tapi non bibik kan pembantu jadi wajar kalau bibik ngelakuin hal itu."


"Kata siapa bagi Sekar bik lina sama pak budi sudah seperti keluarga Sekar."


"Baik."


"Sepertinya non Sekar sudah mulai pulih dari traumanya." gumang bik lina.


"Oh iya pak Budi gimana dengan toko bunganya?" tanya Sekar.

__ADS_1


"Sejauh toko tersebut sudah selesai di perbaiki sementara tinggal menunggu pasokan bunga-bunga dari pasar dan pegawai." kata pak budi.


"Maaf non dan pak budi saya tidak bermaksut menyelah, tapi lebih baik makanannya dihabiskan terlebih dahulu." selah bik lina.


"Baik.." jawab pak budi dan Sekar bersamaan.


Setelah selesai makan siang pak budi dan Sekar berdiskusi diruang tamu.


"Bagaimana dengan perusaaan, apa semua berjalan lancar?" tanya Sekar.


"Sejauh ini perusaan berjalan lancar dan berkembang pesat dari tahun sebelumnya dan banyak tawaran kerja sama dari perusaan luar negri yang cukup terkenal."


"Kalau begitu utus nona Sofia untuk mengurus kenjasama dengan perusahaan luar negri!!"


"Apa nona yakin dengan keputusan nona?"


"Iya, pembicaraan kita berakhir disini aku ada janji dengan teman, aku harus bersiap." ujar Sekar.


"Baik, semoga hari anda menyenangkan." kata pak budi.


***


"Non teman non udah sampai." kata bik lina dari balik pintu kamar Sekar.


"Iya Sekar keluar."


Setelah Sekar keluar dari kamarnya.


"Wah non lebih cantik dan penampilan non juga lebih fresh."


"Apaan sih bik lina terlalu memuji, emang benar sih Sekar nggak pernah pakai baju santai semenjak mama meninggal."


"Yaudah non pergi gih kasian temen non udah nunggu."


"Ayo berangkat." kata Sekar.


"Hey lama banget sih....."


 


Bersambung......


 

__ADS_1


__ADS_2