
Setelah 7 Tahun lamanya Sekar terus menjalani kehidupanya yang biasa di luar negri, tapi dengan troma yang pernah dialami Sekar membuatnya sulit terbuka terhadap lingkungan sekitar dan dikenal sebagai pribadi yang dingin.
Suatu ketika Sekar pergi ke sebuah pameran lukisan yang diadakan di pusat kota. Secara tak sengaja saat pameran lukisan berlangsung, tas milik seorang nenek tua yang berdiri disampingnya di jambret oleh orang.
Sekar yang berada disamping nenek tersebut spontan mengejar pejambret itu di tengah keramaian. Dari jalan raya hingga gang-gang sempit ia lewati tapi si jambret itu nggak menyerah, walau keduanya sudah ngosngosa tapi mereka tetap berlari.
"Hari ini kenapa sial sekali si, kenapa harus ada jambret disaat aku mengenakan High Heels, aku sekarang udah lelah dan kakiku juga mulai sakit gak ada pilihan selain cara ini. " gumang Sekar sambil terus berlari mengejar penjambret itu.
Disatu titik Sekar berhenti dan melepaskan salah satu High Heelsnya dan bergaya seolah dirinya pemukul bisbol pro, tampah ragu Sekar melempar sepatunya dan alhasil sepatu itu melayang tepat di kepalah preman itu dan berhasil menghetikannya.
Akan tetapi karna lemparan Sekar yang terlalu kuat sepatu itu terpental jauh saat tepat sasaran dan alhasil sepatu tersebut telempar tepat dilukisan seorang cowok yang sedang melukis di taman kota yang lokasinya tak jauh dari pencopet itu.
"Upss sial..." seru Sekar sambil memukul jidatnya.
Sekar tak sempat melihat wajah cowok tersebut dan langsung mengambil tas dari pejambret itu. Setelah itu Sekar langsung melarikan diri.
"Dasar cewek sialan kalau ketemu gak bakal gue lepasin loe." sambil memegang High Heels Sekar.
***
Setelah berlari cukup jauh Sekar kembali ke pameran lukisan untuk mengembalikan tas milik nenek tadi.
"Terima kasih banyak." kata nenek tadi kepada Sekar.
__ADS_1
"Tidak perlu berterima kasih, saya hanya melakukan hal yang saya bisa."
"Kamu baik sekali, kalau kamu tidak keberatan saya bisa mengantarkan kamu pulang, anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih dari saya."
"Terima kasih untuk tawarannya tapi maaf saya sudah di jemput supir saya, saya pamit duluan nenek jaga diri baik-baik."
"Baiklah hati-hatilah di jalan."
Sekar hanya tersenyum dan beranjak pergi. Disisi lain nenek tadi memperhatikan kaki Sekar yang seolah berjalan dengan terseret.
"Ada apa dengan kakimu kenapa kamu berjalan terpincang-picang?" sambil memegang bahu Sekar.
"Tadi saya mengejar pejambret dengan dengan memakai High Heels jadi pergelengan kaki saya sedikit terluka."
"Tidak masalah nenek juga nggak salah kok kalau begitu saya pamit yah nek."
"Yasudah kalau begitu, maaf tapi kalau boleh tahu siapa namamu?"
"Nama saya Sekar, maaf saya harus segera pergi."
"Baiklah terimah kasih sekali lagi yah Sekar."
***
__ADS_1
Saat dalam perjalanan pulang....
"Maaf non tadi saya baru dapat kabar kalau nona besar sakit dan beliau ingin melihat nona mudah"
"Kalau begitu pesankan tiket kembali pulang sekarang dan suruh untuk pelayan mengemasi barangku!!" pintah Sekar.
Sepanjang perjalanan Sekar hanya murung dan termenung.
***
Di sisi lain....
"Kenapa hari ini gue apes banget lukisan yang seharusnya gue serain ke lombah pameran besok rusak gara-gara cewek resek yang main lempar lempar sepatu sembarangan dan gue juga aneh kenapa juga gue bawa-bawa sepatu si cewek barbar itu, Noel loe bener-bener nggak punya otak.." keluh Noel.
*Nama : Noel Adidarma
Ket. Anak bungsu keluarga Adidarma, memiliki kakak bernama Reza Adidarma.
Kedua orang tuanya bercerai saat umurnya 6 tahun dan dirinya harus berpisah dari ibunya dan kakaknya dan tinggal bersama ayahnya. Selalu menghadapi semua tekanan dari ayahnya yang menuntut dirinya harus sempurna untuk menjadi ahli waris keluarganya selanjutnya.
Besambung
__ADS_1