PERJALANAN CINDERELLA

PERJALANAN CINDERELLA
31.Love plant..


__ADS_3

Sekar yang masih penasaran terus mengikuti Olivia sampai di sebuah hotel.


"Kenapa dia pergi ke sini, bukankah dia tinggal serumah dengan papa?" pikir Sekar.


Tak lama kemudian Olivia pun masuk ke dalam hotel tersebut, tanpa pikir panjang Sekar langsung mengikuti Olivia masuk ke dalam hotel tersebut.


Saat Olivia masuk ke dalam hotel, dirinya langsung disambut oleh seorang cowok tadi yang dia panggil dengan sebutan Leo.


"Bukannya itu cowok yang bersama Olivia saat di cafe tadi." gumang Sekar.


Tak lama setelah itu Olivia berbicara pada Leo dan seolah menjelaskan sesuatu.


"Kenapa cowok itu nggak asing banget yah, kayak pernah ketemu tapi kenapa aku nggak ingat..?"


Sekar yang penasaran dengan kedua orang tersebut mencoba menghampiri keduanya dengan senatural mungkin.


"Eh.. Kakak senior, kebetulan banget yah kita bertemu disini." sapa Sekar seolah tidak mengetahui apa-apa.


"Kenapa nih anak muncul disaat begini sih..." omel Olivia dalam hati.


"Siapa dia?" tanya Leo tiba-tiba.


"Ah dia..." belum selesai berbicara ucapannya di potong oleh Sekar.


"Saya Sekar junior kak Olivia." selah Sekar.


"Olivia siapa?" tanya Leo.


"Hah?" Sekar pun bertanya-tanya dengan ucapan Leo barusan.


"Ah kalau di sekolah banyak yang manggil aku Olivia, jadi dia itu murid baru di sekolah jadi belum tahu apa-apa." kata Olivia sedikit panik.


Sekar pun bertanya-tanya seolah tidak mengetahui apa-apa.


"Oh ya udah kalau begitu kita pergi sekarang?" tanya Leo.


"Ayo..." jawab Olivia.


"Oh iya salam kenal yah namaku Andrelio Leo pacar Sekar." kata Leo sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Salam kenal namaku Dewi Putri Sekar Sari." kata Sekar sambil membalas uluran tangan Leo.


Saat Leo mendengar Sekar yang memperkenalkan dirinya, Leo sedikit terkejut.


"Ah.. namamu mirip yah sama nama Sekar."


"Hmm... kan namaku memang Sekar."


"Bukan kamu tapi orang yang kamu panggil Olivia tadi, namanya sebenernya sama dengan nama kamu."


"Hah... bukankah nama kak Olivia itu..."


"Ah Leo kita harus pergi sekarang keburu tutup tokonya." sahut Olivia menyela ucapan Sekar.


"Maaf ya kami sedang buru-buru, lain kali kita sambung lagi see you..." kata Leo yang langsung di tarik Olivia pergi.


"Hah...?" Sekar yang kebingungan.


***


Pada pagi hari yang tenang, seperti biasa Noel pergi menjemput Sekar untuk berangkat sekolah bersama.


Suara bel rumah Sekar yang sudah beberapa kali di tekan berulang-ulang oleh Noel.


"Eh den Noel, non Sekar masih sarapan masuk dulu saja." kata bik Lina setelah membuka pintu.


"Makasih bik.."


Noel pun masuk dan pergi menghampiri Sekar.


"Morning princess..." sapa Noel.


"Morning prince..." jawab Sekar.


"Hey masih pagi jangan pamer cinta napa sih..." ujar Sofia.


"Ciee... kak Sofia iri yah, makanya cepetan jadian sama kak Reza." kata Noel tanpa berpikir.


Sofia pun langsung menarik telinga Noel yang menggoda dirinya.

__ADS_1


"Aww... sakit kak iya-iya aku salah." rengek Noel kesakitan.


"Makanya jangan suka isengin kak Sofia." ujar Sekar.


"Tapi bener kan kak Sofia dan kak Reza pantes banget kalau jadian..?" tanya Noel pada Sekar.


"Iya sih, kenapa kakak nggak nembak kak Reza duluan ajah.." lanjut Sekar memberikan saran.


"Kamu itu yah masak perempuan yang nembak duluan, dimana-mana itu laki-laki yang nembak duluan." ujar noel.


"Ehh kenapa gitu..." banta Noel.


"Kalau sukanya sama kak Reza itu beda Noel." bantah Sekar.


"Beda gimana?" tanya Noel.


"Kak Reza itu orangnya nggak peka banget makanya kalau kak Sofia nggak nembak kak Reza duluan pasti kak Reza nggak bisa faham sama perasaan kak Sofia." jawab Sekar.


"Iya juga yah.."


"HEY KALAU KALIAN MAU BICARA NGGAK PERLU BAWA-BAWA NAMAKU SEGALAH..." teriak Sofia yang sedari tadi diam saja mendengar pembicaraan Noel dan Sekar.


"Ah biasa aja kak nggak perlu ngegas juga kali." kata Noel.


"Tapi kan kak yang aku bicarain sama Noel itu bukan omong kosong, sekarang Sekar kasih contoh dulu kak Reza perna di tembak sama perempuan pada saat kak Reza berumur 12 thn tapi kak Reza malah bilang ke anak perempuan itu Kita kan teman jadi wajar kalau kita saling suka dan saling bantu." kata Sekar.


"Bukan itu ajah, waktu hari valentine kak Reza nerima banyak banget coklat tapi malah di kasih ke temen-temennya dan para guru, alhasil semua jadi bingung sendiri." lanjut Noel.


"Hah... kalau begitu emang nggak ada harapan kan?" tanya Sofia.


"Nggak kok semua itu tergantung kak Sofia ajah kalau kak Sofia ikut alur polosnya kak Reza yah terima ajah nasib kayak cewek-cewek itu." ujar Noel.


"Oleh karena itu kakak harus buat kak Reza ngerti kalau kak Sofia itu nggak suka dia sebagai teman tapi sebagai seseorang yang benar-benar spesial, udah yah kak good luck aku sama Noel berangkat dulu, bye kak." kata Sekar sambil beranjak pergi.


"Tenang ajah kita ada untuk kakak kalau seumpama kakak gagal kok." kata Noel.


"Berangkat sekolah sana....!!!" teriak Sofia sambil melempar buah apel yang ada di meja kepada Noel.


Noel berhasil menghindar dan terus berjalan sambil menggandeng tangan Sekar.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2