
Setelah kejadian itu Noel mulai mengumpulkan informasi tentang keluarga Sekar tampah Sekar ketahui dari Reza, bik lina dan pak Budi. Tapi dari semua informasi yang dia dapatkan hanya berujung pada jalan buntu. Karena sudah 3 minggu dirinya mengumpulkan informasi tapi tidak menemukan petunjuk lagi, Noel pun memberanikan diri bertanya langsung kepada Sekar.
Noel pun mengajak Sekar ke rumah pohon yang dulu pernah dia tunjukkan.
"Sekar maaf sebelumnya tapi kalau....."
Belum selesai bicara Sekar pun menyelah ucapan Noel.
"Nggak perlu dilanjutin aku udah tahu kok apa yang kamu mau katain."
"Kamu nggak marah kan.."
"Nggak kok malahan senang karena masih ada yang peduli sama aku, tapi kalau bisa sih jangan sembunyi-sembunyi banyak gini kalau kamu tanya langsung pun aku juga nggak bakal marah kok."
"Maaf yah... kalau belum siap pun aku nggak bakalan maksa kamu buat cerita kok." kata Noel.
"Hahaha noel kamu banyak berubah yah..." ledek Sekar.
"Nih anak yah orang lagi serius malah diketawain."
"Ok, ok nggak ketawa lagi deh, maaf yah..."
"Oh iya Noel karena kita udah lama nggak jalan-jalan gimana kalau minggu depan kita pergi ke Dufan sekalian ajak ajah kak Reza sama orang tua kamu."
"Haa? bukanya kamu tahu sendiri kalau papa itu nggak bisa diajak kompromi."
"Tenang saja itu aku yang atur, lihat saja besok pasti jadi hari yang paling menyenangkan di hidup kita."
***
Saat di rumah Sekar....
"Please.... bisa yah Sofia....!!"
"Nggak bisa begitu Sekar."
"Tapi kan kamu tinggal pura-pura jadi kakakku dan memberikan undangan kepada pak Adidarma dan libur sehari juga nggak akan mempengaruhi kinerja perusahaan kita bukan, ayolah please yah..."
"Karena kamu bersi keras, yaudah sekali saja yah..." kata Sofia pasrah.
"Makasih banyak..." kata Sekar sambil memeluk Sofia.
__ADS_1
"kenapa dia bersi keras begini..." gumang Sofia.
***
Saat hari H mereka pun pergi bersama ke dufan...
"Ayo kita masuk ke dalam...!!" ajak Noel.
"Tunggu sebentar, masih ada yang belum datang."
"Siapa?" tanya Reza, Noel dan mamanya kompak.
"Itu mereka datang..." sambil menunjuk ke arah seorang perempuan.
"Kak Sofia...." teriak Sekar.
Semua pun mengalikan pandangan ke arah yang sama bukan memperhatikan Sofia tapi Rendi Adidarma ayah Reza dan Noel.
"Papa..." ucap Noel dan Reza barengan.
"Jadi kamu beneran berhasil nih..." bisik Noel kepada Sekar.
Sekar hanya tersenyum tanda mengiyakan ucapan Noel.
"Tenang ajah mama nggak bakal masalah sama hal ini karena gue udah udang seseorang yang bakal buat mama tenang sepanjang hari."
"Siapa?" tanya Sekar.
"Nenek gue, itu orangnya baru di omongin udah muncul kan." sambil menunjuk ke arah neneknya.
"Maaf yah jalannya tadi macet."
"Nggak papa kok kita juga belum lama nunggu." kata Reza.
Saat melihat nenek Noel, Sekar terkejut melihat nenek Noel yang pernah dia temui di Amerika. "Nenek kan yang di Amerika dulu kan."
Nenek Noel pun menoleh ke arah Noel...
"Kamu kan yang bantuin saya waktu di Amerika dulu." kata nenek Noel yang mulai antusias.
Sekar hanya menganggukkan kepalahnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Yaampun ternyata dunia ini kecil banget yah." kata nenek Noel.
"Iya.."
Setelah mereka berkumpul, mereka pun masuk ke dalam dufan. Saat di sana mereka pun berpencar. Noel pergi dengan Sekar, sementara itu yang lainnya berpencar entah mana.
***
Sementara itu Reza tiba-tiba terpisah dari mama, papa dan neneknya. Saat kebingungan mencari orang yang dia kenal, Reza pun tidak sengaja bertemu Sofia yang sedang duduk di kursi taman yang tak jauh dari tempatnya. Reza pun menghampiri Sofia.
"Maaf apa boleh duduk di sini?" tanya Reza sopan.
"Duduk ajah.." jawab Sofia tampah menolehkan kepalanya.
"Makasih yah...."
"kamu salah satu teman yang Sekar ajak tadikan, tapi kalau di lihat dari segi penampilan sih kamu lebih mirip anak kuliahan dari pada anak SMA." kata Sofia.
"Yah gimana yah jelasinnya, yang pasti aju udah kenal Sekar saat dia berumur 4 thn dan aku juga baru lulus kulia tahun kemarin dan sekarang magang di sekolah dan sekarang." kata Reza.
"Apa kamu bisa bantuin saya menyelesaikan proyek ini nggak." tawar Sofia.
"Nggak perlu terlalu baku sih kalau bicara, oh iya boleh aku lihat proyek yang kamu kerjain dari tadi?" tanya Reza.
"Boleh kok."
Sofia pun memperlihatkan proyek yang dia kerjakan. Dalam waktu singkat Reza berhasil menyelesaikan proyek yang Sofia kerjakan selama berhari-hari...
"Hebat banget..."
"Ini udah selesai semua kalau gitu kenapa kita nggak bersenang-senang di sini, kan kita juga udah terlanjur ke sini kalau di sia-siain kan sayang."
"Ok lah nggak ada ruginya juga sih..." kata Sofia.
Hari itunpun juga menjadi hari yang bisa di bilang berharga bukan untuk Noel dan Sekar tapi juga bagi Reza dan Sofia.
***
MAKASIH YAH UNTUK PARA PEMBACA YANG UDAH BACA DAN BANTU LIKE CERITA INI YAH...
__ADS_1
"Bersambung... "