PERJALANAN CINDERELLA

PERJALANAN CINDERELLA
6.KENANGAN


__ADS_3

10 Tahun yang lalu....


"Hari ini adalah hari pertama pembukaan toko, Reza semangat."


Ini adalah hari pertama Reza membuka toko sepatu miliknya, tapi sudah lama dia menunggu tak ada satupun orang yang datang, tapi setelah lama menunggu datang lah dua orang bersama seorang gadis kecil.


"Selamat siang, apa ada orang?"


"Ah selamat siang, selamat datang di toko sepatu Reza, ada yang bisa saya bantu?" berdiri menyapa pengunjung.


"Yaampun apa kamu pemilik toko ini?"


Tanya salah seorang wanita yang yang menggandeng tangan anak perempuan.


"Bukan ini toko milik mama saya, saya hanya membantu di sini."


"Hebat, tapi apa kamu nggak kualahan kalau begini."


"Yah, mungkin sedikit merepotkan jika harus mengurus toko dan sekolah secara bersamaan..." Reza tersipu malu.


"Wah memang hebat yah, pekenalkan saya Redra dan ini istri saya Mentari kami pemilik toko bungga yang ada sebelah toko ini."


"Salam kenal, kalau yang lucu ini siapa?"


"Ini putri kami namanya Sekar."


"Kakak apa kakak suka bunga, Sekar bawahkan bunga mawar dari toko untuk kak.." Sekar terhenti.


"Kak Reza salam kenal adhik manis."


Sahut Reza sambil tesenyum lebar.


"Yah salam kenal, kak Reza ini untuk kak Reza." sambil menyerakan bunga.


"Wah terimah kasih ya." sambil menerimah bunga tersebut.

__ADS_1


"Oh iya kami pemilik toko bunga yang ada di samping toko ini jadi kalau ada sesuatu mampir saja." Mentari.


"Baik...."


"Pangil aja tante, oh iya kalau gak keberatan apa tante gak papa tanya?"


"Gak papa kok."


"Kamu ini umur berapa?”


"Saya umur 12 tahun."


"Wah kamu hebat banget Reza, tapi kalau gak keberatan apa kamu mau makan siang bareng kami?"


"Apa nggak merpotkan?"


"Nggak sama sekali kok, kalau kamu melewatkan kesempatan ini kamu akan menyesal loh.." ujar Rendra


"Baiklah, makasih om, tante dan Sekar."


"Begitulah ceritanya dan sepatu itu hadia dariku untuk tante mentari dulu."


"Oh jadi begitu, jadi kakak tau rumah si cewek barbar itu." tanya Noel.


"Dulu sih tahu tapi sekarang nggak."


"Kok gitu?!!"


"Sekitar 7 tahun yang lalu mereka mengalami tragedi mengerikan, jadi mulai sejak itu aku sudah nggak berhubungan dengan keluarga itu lagi."


"Reza apa yang kamu Maksut tragedi mengerikan itu?" tanya neneknya.


Reza hanya menganggukan kepalahnya.


"Tunggu dulu ini tragedi mengerikan apa sih yang kalian maksut?" sahut Noel yang tidak mengerti pembicaraan ini.

__ADS_1


"Lebih baik ini tidak dibahas lagi." ujar neneknya tegas dengan bernjak pergi menjauh.


"Rez gue gak papa tanya nggak?"


"Sejak kapan kamu belajar minta izin." jawab Reza sinis


"Yah boleh apa nggak?


"Yaampun sewot banget sih iya iya tanya ajah."


"Gimana bisa ada nama si cewek barbar itu di sepatu itu?"


"He namanya itu Sekar dan dia itu bukan cewek barbar T_T."


"Yaudah jawab ajah napa si!!"


"Itu ibunya yang mintak digituin, udah dulu yah aku harus cepet pesen tiket balik, kalau nggak kita nggak bisa pulang besok."


"Kenapa sih buru-buru amat baru seminggu liburan, nambah lah seminggu lagi."


"Lalu kamu nggak ikut pendaftaran SMA dan gak ingin sekolah, yaudah deh kalau nanti papa nanyak aku bilang Noel yang minta gimana?"


"Eh....Jangan.... yaudah pergi sana gih!!!"


"Tadi disuruh gak buru-buru, sekarang malah diusir otak kamu bermasalah yah?"


"Ah.. Banyak bicara cepat pergi nanti keburu gak dapet tiketnya." Sambil mendorong Reza keluar.


Noel pun berbaring di tempat tidunya sambil memperhatikan sepatu Sekar yang ada diatas meja.


"Sekar yah, gue jadi penasaran."


 


Bersambung

__ADS_1


 


__ADS_2