
"Kak Reza semangat yah..." kata Sekar.
"Makasih.."
Ketika keduanya masuk ke dalam ruangan rapat para anggota inti dalam rapat itu melihat sinis Reza.
"Apakan nona Ceo itu sudah mengaku kalah dalam menghadapi rapat ini." bisik seorang anggota dewan ke anggota yang lain.
"Haha pasti perusahaan ini akan bangkrut sebentar lagi." lanjut yang lainya.
Di tengah-tengah pembicaraan mereka Sekar menyelah dengan aura pembunuh.
"Para anggota sekalian jika kalian ingin tetap perkerja disini maka lakukan tugas kalian dan berhenti bergosip..."
"Hey siapa kamu berani-beraninya mengajari kami tentang bisnis dan siapa yang membiarkan mu masuk.." bentak salah seorang anggota dewan.
Sekar hanya tersenyum masam sambil menghampiri anggota dewan tersebut. Tamparan meluncur tepat ke pipi pria itu.
"Dasar anak bre**sek..." teriak pria tersebut.
"Sekertaris Diana panggil sekuriti dan usir pria ini dari sini usahakan besok surat pengunduran dirinya ada di atas meja nona Sofia." ujar Sekar sambil melihat pria itu sinis.
"Ba-baik nona muda..." jawab orang tersebut.
Sekuriti datang dan membawa pria itu keluar dari ruangan rapat.
"Dasar siapa kamu beraninya memperlakukan ku seperti ini..." bentak pria itu lagi.
__ADS_1
"Berhenti..." kata Sekar.
Sekar pun menghampiri pria itu lagi dan berkata...
"Paman pasti pernah mendengar kalau perusahaan ini di pimpin oleh orang yang sangat misterius kan..."
"Aku beritahu rahasia kecil orang itu adalah aku Sekar, alias Dewi Putri Sekar Sari, jika dalam 5 menit anda tidak pergi maka saya bisa saja membongkar kalau anda adalah pecandu narkoba." bisik Sekar.
Mendengar bisikan Sekar pria tadi terdiam dan pergi tampah memberontak lagi.
"Maaf atas keributan tadi mohon selesaikan tugas masing-masing sebelum para tamu dan dewan tertinggi datang."
"Baik..." ucap anggota dewan inti.
"Maaf yah kak..."
"Nggak papa kok malah takjub banget sama kamu."
"Ok good luck ya..." kata Reza.
"Iya makasih Good luck juga buat kak Reza.."
Setelah itu Sekar beranjak pergi meninggalkan ruang rapat. Reza pun bergegas melihat semua yang ia persiapkan dalam berhari-hari.
***
Sementara itu Noel sedang di rumahnya sambil rebahan dan nonton TV di ruang tamu.
__ADS_1
"Bosen... kenapa setiap cewek yang ada di film suka rebutan cowok padahal kan cowok nggak satu kenapa harus rebutan." gerutu Noel sambil terus melihat filmnya.
Mamanya yang dari tadi mendengar Noel yang berbicara nggak jelas pun menghampirinya.
"Ada apa sih kenapa ribut terus dari tadi..?" tanya mama Noel.
"Eh mama... nggak ada apa-apa kok Noel cuman kesel ajah liat film." jawab Noel sambil cengengesan nggak karuan.
"Noel-noel kan bisa ganti tayangan kenapa mesti gaduh gara-gara film drama..."
"Nggak seru mah kalau begitu Noel pingin tau siapa yang menang nanti..." kata Noel.
"Tadi katanya nggak suka..._-"
"Ah emang Noel bilang gitu yah..." ujar Noel pura-pura nggak tau.
"Kalau gitu apa mama bisa mintak tolong?"
"Maap bukan Noel nggak mau tapi nungguin filmnya kelar yah.." kata Noel sambil bersikap manis.
"Yasudah lah, tapi kalau udah kelar tolong belikan tepung sama gula soalnya udah mau habis di dapur." kata mamanya.
"Ok ma." jawab Noel sambil fokus melihat filmnya.
"Noel-noel." gumang mamanya dalam hati melihat tingkah lakunya.
__ADS_1
Bersambung