
Setelah mendengar ucapan Sekar keduanya pun terdiam dan berhenti menyalakan satu sama lain.
"Lupakan saja aku sebenarnya bukan itu yang ingin aku bahas." kata Sekar.
"Sekar sekarang udah malam sebaik-nya kamu pulang." kata Reza.
"Baik."
Sekar pun berdiri dan mulai beranjak, tiba-tiba langkah-nya terhenti saat Noel memegang tangan-nya.
"Ada apa?" tanya Sekar.
"Sekarang udah malem, lebih baik loe bareng gue ajah." Ujar Noel.
Mendengar ucapan Noel Reza pun angkat bicara.
"Noel benar lebih baik kamu bareng sama dia?"
"Nggak perlu aku udah cukup ngerepotin hari ini." ujar sekar yang berusaha menarik tangan-nya kembali.
"Ngerepotin nggak juga tuh." kata Noel
sok cool.
"Tapi...."
"Nggak ada tapi, Noel anterin Sekar sekarang!" pintah Reza.
"Mesti nggak loe suruh gue bakal nganterin dia kok." ujar Noel sambil beranjak pergi sambil menarik tangan Sekar.
__ADS_1
"Kak Sekar pamit." kata Sekar sambil terus berjalan.
"Makasih yah... Sekar." kata Reza yang masih berdiri di dekat jendelah.
"Untuk apa???"
Reza hanya tersenyum dan setelah itu Sekar pun keluar sari toko dan pulang dengan Noel.
Sesampainya di rumah.....
"Makasih yah.." kata Sekar sambil memberikan helm ke Noel.
"Nggak gue yang harus-nya bilang makasih." kata Noel sambil mengambil helm dari Sekar.
"Makasih untuk apa???"
"Udah malem, good bye..."
"Hey jawab dulu pertanyaanku...." teriak Sekar.
***
Sesampainya di rumah, Noel langsung disambut oleh papanya.
"Dari mana ajah kamu jam segini baru pulang?" tanya papa Noel dengan suara meninggih.
Noel tak menghiraukan ucapan papanya dan bergegas masuk ke kamar-nya.
"Noel." bentak papa Noel.
__ADS_1
"Apa sih yang papa mau, Noel udah besar pa jadi papa nggak perlu ngatur atau ikut campur urusan Noel." teriak Noel.
Papanya hanya terdiam dan kecewa karena putra yang telah ia besar kan berani melawan dirinya. Noel pun masuk ke kamar-nya dan mengunci-nya.
"Sekar makasih karena berkat loe gue bisa bicara dan bersama kakak gue walau hanya sebentar." ujar Noel dalam hatinya sambil melihat bintang dibalkon kamarnya.
***
Sementara saat Reza pulang ke rumah-nya Reza langsung bercerita kepada mama-nya tentang kejadian yang ia alami. Mama Reza senang saat Reza bercerita bahwa Noel sudah bisa menganggap-nya kakak.
"Pasti kamu lelah yah harus mengurus mama dan toko." kata mama Reza yang langsung membuat suasana menjadi canggung.
Reza pun menarik nafas-nya dan berkata "Mama gak perlu merasa bersalah begitu, awalnya kan itu toko yang mama bangun dengan uang mama sendiri untuk menyekolahkan Reza, tapi saat mama sakit sekarang giliran Reza untuk merawat mama. Reza juga nggak peduli seberapa Reza lelah Reza akan selalu akan merawat mama."
Mendengar ucapan Reza mama Reza meneteskan air mata. Setelah itu dirinya memeluk Reza yang duduk di dekatnya sambil menaru kepalah-nya di atas pangkuanya.
"Makasih Reza..."
***
Semetara di tempat Sekar. Sekar temenung di balkon rumah-nya sambil bergumang sendiri di balkon kamar-nya.
"Ma hari ini Sekar merasa kalau dunia ini kembali berwarna, melihat dan merasakan semua ini Sekar juga merasa takut kalau semua ini akan berakhir seperti sebelumnya. Sekar takut kalau semuanya akan terulang lagi."
***
Kesunyian malam menghanyutkan ketiganya, roda waktu berberputar diatas renungan ke tiganya, sebuah kisah telah dimulai dan biarlah "TIME will answer "
__ADS_1
Bersambung