
Setelah menunggu begitu lama, akhirnya Noel berada di pengunjung episode...
"*Maaf Daniel aku udah nggak suka sama kamu lagi."
"Kenapa, maaf aku dulu emang nyia-nyiain kamu aku udah sadar sekarang kalau Linda cuman mau nguras harta aku ajah, tolong Amelia beri aku kesempatan!!"
"Maaf aku udah terlanjur sakit, aku nggak mau sakit karena hal yang sama lagi makasih udah pernah ada di hidupku, selamat tinggal Daniel*..."
Perlahan tokoh utama wanita dalam film fantasi Noel pun perlahan menghilang termakan oleh cahaya yang begitu terang.
"Amelia..." teriak pemeran laki-laki.
"Daniel aku akan kembali ke dunia tempatku berasal, selamat tinggal dan terimah kasih..."
"Tidak..." teriak pemeran utama pria.
The and*...
"Wah... kok endingnya nggak jelas banget sih, emang salah sih Daniel suka sama Linda tapi kenapa si Amelia nggak ngasih kesempatan buat si Daniel lagi..." oceh Noel nggak jelas.
"Noel udah selesaikan filmnya sekarang belikan gula sama tepung..!!" kata mamanya dari dapur.
"Iya ma..." jawab Noel dengan wajah malas.
Noel pun berlangsung pergi membeli barang yang dimintai mamanya. Setelah beberapa menit Noel pun keluar dari toko dan kembali ke rumah.
Saat di perjalanan Noel secara tidak sengaja menabrak seorang gadis dan menjatuhkan belanjaan yang dibawa gadis tersebut.
"Sorry tadi nggak sengaja." kata Noel sambil mengambil barang gadis yang dia tabrak tadi.
"Iya.. gak papa.." sahut gadis tadi.
Saat mereka melihat satu sama lain.
"Kak Noel..." kata gadis tadi.
__ADS_1
"Siapa yah?" tanya Noel.
"Aku yang nggak sengaja kakak hampir tabrak." kata gadis itu.
"Oh... udah ingat sekarang, tapi nggak inget namamu.."
"Yaudah kenalan lagi, kenalin aku Dira." kata Dira sambil mengulurkan tangannya.
"Noel." balas Noel sambil membalas uluran tangan Dira.
"Oh iya kalau nggak sibuk kakak ada waktu nggak?" tanya Dira.
"Sorry nggak ada." jawab Noel.
"Sayang banget padahal mau aku traktir tadi."
"Sorry lain kali ajah yah, aku duluan bye.." kata Noel sambil beranjak pergi.
"Oh ok hati-hati."
...
***
Di sisi lain Reza masih mempersiapkan dokumen untuk rapat, setelah beberapa lama direktur utama dan anggota dewan tertinggi lainnya memasuki ruangan rapat, Reza terkejut tenyata salah satu anggota dewan tersebut adalah ayahnya sendiri.
Para petinggi melihat Reza dengan tatapan sinis seolah merendahkan martabat Reza.
Reza awalnya gugup setengah mati, tapi hal itu musnah saat Sekar masuk ke dalam ruangan rapat dan tersenyum seolah memberikan semangat kepadanya. Tampa basa-basi lagi Reza pun memulai rapat tersebut.
16 menit kemudian akhirnya rapat selesai.
"Kak selamat yah semua klayen kita tadi puas sama rapat kali ini, pasti kak Sofia bakalan senang." kata Sekar saat berjalan keluar gedung.
"Apaan sih itu kan cuman hal yang biasa." jawab Reza malu-malu.
__ADS_1
"Ah kak Reza malu nih yah..." goda Sekar.
"Apaan sih Kar.. udahlah sampai sini ajah aku masih ada urusan nih." kata Reza ketika keluar dari gedung.
"Oh yaudah hati-hati yah kak, oh iya aku boleh minta tolong nggak?" tanya Sekar.
"Minta tolong apa?" tanya Reza balik.
"Minggu depan kak Sofia bakal balik ke Indonesia, aku nggak bisa jemput dia di bandara jadi apa kakak bisa jemput?"
"Ah.. kayaknya bisa, jam berapa dia pesawatnya mendarat?" tanya Reza.
"Sekitar jam 8, gimana apa kakak bisa jemput?" tanya Sekar lagi.
"Ok.."jawab Reza sambil beranjak pergi.
"Ok, hati-hati yah kak.." kata Sekar sambil melambaikan tangan.
***
Sementara itu saat Noel pulang...
"Ma Noel balik.." kata Noel sambil masuk ke dalam rumahnya.
Saat Noel masuk ke dalam rumahnya dirinya dikejutkan dengan kehadiran Dira yang tiba-tiba berada di dalam rumahnya bersama mamanya.
"Ehh... ini ada apa yah..." ucap Noel dalam hati.
"Eh Noel udah balik.." sambut mamanya.
"Ma ini sebenernya ada apa?" tanya Noel yang masih terkejut.
"Kenalin ini Dira mama tadi nggak sengaja ketemu dia di depan rumah sambil jalan bolak-balik nggak jelas, yah mama datengin, katanya dia mau ketemu sama kamu yaudah mama suruh masuk." kata mama Noel.
"Halo kak Noel..." sapa Dira sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
"Ini ada apa sih...?" gumang Noel kebingungan sendiri.
Bersambung....