PERJALANAN CINDERELLA

PERJALANAN CINDERELLA
7.PERTEMUAN


__ADS_3

keesokan hari setelah Reza membeli tiket, akhirnya Noel, Reza dan neneknya pulang ke Jakarta.


"Akhirnya sampai juga." lemas kecapean duduk di pesawat.


"Gitu aja capek cemen loe." ledek Noel.


"Hah yang dadi di pesawat bawaannya mau mutah kanyak ibu hamil itu jauh lebih cemen T_T." balas Reza sinis.


"Dasar **** jantan." ejek Noel.


"Hey siapa yang kamu panggil **** jantan ha burung puyuh?" sahut Reza.


"Apa Loe kata..... dasar dadar gulung." kata Noel semakin berapi-api.


"Hey udah kalian berdua jangan ribut, ini bandara bukan perpustakaan." sahut neneknya.


"Nenek di perpustakaan malah gak boleh ngobrol -_-." jawab Reza dan Noel barengan.


"Udahlah supir kita udah jemput tuh ayo keburu jalanan macet." ujar neneknya


***


Setelah sampai dirumah.....


"Akhirnya nyapai juga dirumah." Noel


"Oh yah aku baru inget hari ini papa ingin bicara sama kamu Noel, jadi kata papa setelah sampai rumah kamu disuruh ke kantornya." sambil cengar cengir gak karuan.


"kenapa gak bilang dari tadi bodoh kan tadi juga jalannya satu arah." bentak Noel sambil menarik kera baju Reza.


"Yah sorry namanya juga lupa." merasa tak berdosa.


"Dasar tikus selokan." berjalan menjauh


"Apa.... Siapa yang kamu bilang tikus selokan ha... Dasar adhik gak tahu di untung."


"Biari... " kata Noel sambil menjulurkan lidahnya.


***


Sementara itu sekar sibuk mempersiapkan formulir dan syarat-syarat pendaftaran masuk sekolah tingkat atas (SMA). Tiba-tiba seorang pembantu Sekar datang yang tidak lain adalah bik Lina.


"Non makanannya sudah siap." ucap bik Lina dengan suara merendah.


"Pergi lah aku tidak lapar!" jawab Sekar dingin.

__ADS_1


"Tapi non Sekar belum makan apapun dari kemarin."


"Sudah aku bilang aku tidak lapar pergi jangan ganggu aku!" teriak Sekar dengan suara meninggih


"Ba....baik non." kata bik Lina beranjak pergi meninggalkan Sekar.


"Bodoh kenapa semuanya jadi beratakan begini semua formulir pendaftaran untuk masuk sekolah pun belum aku isi." omel sekar pada dirinya sendiri.


Sekar termenung beberapa saat...


"Lebih baik keluar dulu, cari angin biar gak sters."


Sekar pun pergi keluar bersama pak Budi. Saat di perjalanan Sekar tak sengaja teringat sesuatu.


Tempat toko bunga milik orang tuanya dulu.


***


Sesampainya disana, toko itu seperti gudang mungkin lebih buruk dari itu atapnya rusak ambruk, mukin gara-gara badai, bunga-bunga yang ditanam oleh keluarganya dulu sekarang mati dan bercampur dengan tanah dan di langit-langit toko banyak tumbuhan menjalar.


"Toko ini hampir roboh, jika terus bengini pemerintah akan meratakan toko ini dengan tanah." Ucap pak budi.


"Pak bh beli tempat ini dan mulai renovasi ulang tempat ini dalam jangka waktu tiga hari saya mau tempat ini sudah direnovasi!!" pintah Sekar.


"Baik nona mudah."


"Tempat ini penuh kenangan yang berharga setiap sudut tempat ini menyimpan kenangan papa, mama Sekar dan Kak.."


Tiba-tiba Sekar pun mengingat sesuatu yang sudah dia lupakan selama ini yaitu dan itu adalah "Reza".


Setelah itu Sekar berlari keluar dan menujuh sebuah toko sepatu di sebelah toko milik orang tuanya dan berharap dirinya memiliki harapan untuk melihat kakaknya lagi.


Sesampainya di toko itu Sekar langsung masuk dan diapun di sambut.


"Selamat datang di toko sepatu Reza ada yang bisa saya bantu." ucap seorang pemilik toko.


Mereka berdua pun saling bertatapan.


"Kak Reza." teriak Sekar sambil berlinangan air mata.


Untung saja pada saat itu tidak ada pengunjung jadi Sekar pun tidak menjadi pusat perhatian.


"Siapa yah?" tanya Reza kebingungan.


"Bodoh ini aku Sekar.... Hiks.."

__ADS_1


"Se..Sekar ini beneran kamu...?"


"Yes..." sambil menganguk kan kepalahnya.


Reza pun senang sampai dirinya kehilangan kendali dan langsung memeluk Sekar.


"Sekar ini beneran kamu kan aku udah lama cari-cari kamu tapi gak pernah ketemu sekarang baru aku bisa lega bahwa berita itu salah."


"Maaf kak Sekar baru inget sama kakak."


"Nggak papa aku juga mintak maaf."


"Kak aku tahu kakak senang tapi bisa nggak peluknya nggak lama-lama, aku ini sudah besar bukan anak kecil lagi nanti kalau ada yang lihat nanti dikira macem-macem."


"Hehe benar juga, sorry yah nanti gak bakal aku ulangi lagi." sambil melepaskan pelukannya.


Keduanya pun tersenyum bahagia.


"Aku mau bicara sama kakak besok disini apa kakak bisa?"


"Tenang saja besok bisa kok sekitar jam 9 pagi, karena biasanya diwaktu itu tokonya sepih jadi bisa bicara."


"Baik besok Sekar bakal cerita banyak dan tanya sesuatu ke kakak apa kak Reza nggak keberatan?"


"Tenang saja Sekar sudah kakak anggap keluarga kakak sendiri jadi gak perlu sungkan-sungkan."


"Makasih, oh iya aku mau mintak tolong, apa kakak bisa buat kan seputu seperti yang kakak buatkan dulu untuk mama?"


"Hmm mungkin bisa." jawab Reza


"Makasih yah kak."


"You're welcome."


"Yaudah Sekar balik dulu yah, karna masih banyak yang harus Sekar urus see you tomorrow." sambil beranjak pergi.


"Ok jaga diri baik-baik see you Sekar."


Setelah Sekar pergi....


"Reza bodoh kenapa aku gak bilang ajah kalau sepatunya ada sama Noel, Reza bodoh dan bilang kakinya kenapa.... Bodoh..."


Bersambung....


 

__ADS_1


 


__ADS_2