
"Gimana udah lengkap semuakan?" tanya Noel.
"Udah, kamu ngeremehin aku_-" jawab Reza.
"Nggak gue hanya mastiin ajah, gue nggak mau kalau loh bikin kakak ipar gue sampai kecewa nantinya." ejek Noel.
Mendengar hal itu wajah Reza langsung memerah.
"Ciee... baru gitu ajah udah malu nih yeh... hahaha..." goda Noel.
Reza pun melempar Noel dengan bantal karena merasa tidak nyaman.
"Gitu ajah marah, hati-hati kalau cowok suka marah-marah nanti nggak ada cewek yang suka loh..." kata Noel sambil terus mengejek Reza.
"Bodoh ngapain juga mikirin itu, aku ini udah dewasa nggak kayak kamu masih anak bau kencur yang suka ngebucin."
"Anak bau kencur tapi udah banyak yang suka, nggak kayak kakak yang jones seumur hidup." ejek Noel dengan tertawa terbahak-bahak.
"Keluar sana nggak bantuin malah bikin kesel ajah!!"
"Iya-iya gitu ajah marah..."
Noel pun keluar dari kamar Reza.
"Gitu ajah marah cih..."
Melihat Noel yang keluar dari kamar Reza sambil kesal mamanya pun menghampirinya.
"Ada apa?" tanya mamanya.
Noel pun duduk dan meletakkan kepalanya di atas pangkuan mamanya yang duduk di kursi roda.
"Ada apa?" tanya mamanya kedua kalinya sambil mengelus rambut Noel.
"Nggak ada apa-apa." jawab Noel.
Mamanya hanya tersenyum sambil terus mengelus rambut Noel.
"Udah lama banget tapi rasanya masih sama seperti dulu, nggak terasa kamu sekarang udah besar yah Noel."
"Hmm tapi aku tetap pingin terus sama mama bagi Noel sekali pun, mama adalah yang paling utama."
__ADS_1
"Tapi Noel kan udah ada Sekar...."
"Tapi Sekar juga butuh mama, sejak kecil dia udah hidup sendirian, jadi Noel mau dia juga ngerasain punya orang tua kayak Noel."
"Kamu mungkin sudah besar tapi sifat kamu masih kayak dulu yah..."
Mendengar mamanya bicara seperti itu Noel hanya tersenyum dan tertawa kecil.
***
Sementara di sisi lain....
"Kak Sofia yakin soal keputusan kakak?"
"Yakin nggak yakin sih Kar." jawab Sofia.
"Lah kok gitu...?" tanya Sekar.
"Yah aslinya sih nggak enak juga kalau bicara jujur sama Reza tapi mau gimana lagi, emang kamu punya ide yang lebih bagus?"
"Nggak sih hanya saja... apa nggak ngerepotin kak Reza nantinya dan ini juga menyangkut soal perusahaan loh kak apa nggak berbahaya?" tanya Sekar.
"Tenang kita percaya ajah dulu sama dia." jawab Sofia penuh pertimbangan.
***
Keesokan paginya....
"Ma Reza berangkat dulu yah doain semoga lancar."
"Iya mama pasti doain kamu yang terbaik semangat yah Reza."
"Iya betul tuh buat kakak ipar bangga.." goda Noel.
"Nih anak nggak ada habis-habisnya yah..." kata Reza sambil memukul kepala Noel.
"Aww sakit tau..." omel Noel.
"Yaudah Reza berangkat yah..." kata Reza sambil beranjak pergi.
"Iya hati-hati..." kata mama Reza.
__ADS_1
"Good luck dan semoga semua lancar.."
"Thanks Noel."
...
***
Sesampainya di perusahaan Reza langsung di sambut oleh Sekar.
"Hai kak Reza..." sapa Sekar.
"Sekar kenapa kamu ada disini?" tanya Reza.
"Aku juga bagian perusahaan ini jadi aku datang untuk ikut rapat juga."
Mendengar ucapan Sekar Reza terkejut sekaligus takjub pada Sekar.
Keduanya pun berjalan sambil mengobrol.
"Wah hebat juga yah kamu."
"Nggak juga ini juga berkat kak Sofia, kalau nggak ada dia pasti aku juga nggak akan bisa ngurus perusahaan ini."
"Oh iya sebenarnya Sofia itu siapa kamu?" tanya Reza.
"Kak Sofia.... itu udah aku anggap kayak kakak sendiri."
"Hah jadi dia bukan sepupu kamu?" tanya Reza.
"Iya gitu deh, aku pertama kali ketemu kak Sofia itu waktu di Amerika."
"Oh.."
Saat keduanya mengobrol tidak terasa kedua sudah berada di depan pintu ruang rapat.
"Kita udah sampai nih kak, good luck ya untuk presentasi pertama kakak..." kata Sekar.
"Iya makasih..."
Tampa menunggu lagi keduanya pun masuk ke dalam ruangan rapat...
__ADS_1
Bersambung....