PERJALANAN CINDERELLA

PERJALANAN CINDERELLA
8.PERTEMUAN (2)


__ADS_3

Besoknya Sekar pergi ke toko milik Reza sekalian memeriksa renovasi toko bunga milik orang tuanya.


Sesampainya di tempat tujuan...


"Non renovasinya hampir selesai tinggal pengecatan dan bagian depan, anda ingin mengecatnya dengan warna apa?" tanya arsitek.


"Warna oranye." sambil tesenyum.


"Baik."


"Sudah jam 9, aku harus pergi ke toko kak Reza."


Sesampainya disana....


"Selamat datang Sekar hari ini aku bawa teman loh." sapa Reza.


"Teman... siapa kak?"


"Sebentar lagi dia datang, oh iya aku minta tolong jaga tokoku sebentar karena aku harus melakukan pengiriman barang."


"Baik."


"Makasih yah dan maaf jadi ngerepotin."


"Gak papa kok hati-hati dijalan."


Sesaat setelah itu....


"Loe itu kenapa sih ceroboh banget, pesenan orang ditinggalin."


"Kak Reza masih nganterin barang jadi tunggu ajah, perkiraanku sih 5 menit lagi dia dateng." jawab Sekar dingin tampah menoleh.


Noel pun mengalikan pandangannya ke Sekar dan tiba-tiba Noel berteriak histeris...


"Kenapa ada cewek barbar disini?"

__ADS_1


Sekar langsung menoleh dengan wajah dingin dan Noel berjalan menuju Sekar.


"He loe ngapain di...disi?" tanya Noel.


"Kamu siapa yah?" jawab Sekar sinis.


"Apa loe kata dasar gadis gila?"


"Bodoh, aku bahkan nggak pernah ketemu kamu, kenapa kamu tiba-tiba teriak dan ngatain orang sembarangan." jawab Sekar dingin sambil membuang wajah.


"Dasar loe udah tua yah, jangan pura-pura gak ingat."


"Yah gue udah tua dan dewasa gak kanyak loe anak mama." acuh tak acuh.


"Anak mama, siapa loe hah apa loe gak tahu gue itu adhik dari pemilik toko ini."


"Bodoh amat." tetap besifat dingin.


Tiba-tiba Reza pun datang...


"Nggak papa kok kak dan kak Reza aku juga mintak maaf karena aku harus pergi siapin persyaratan buat masuk SMA besok, sekali lagi maaf yah kak." sambil beranjak dari tempatnya.


"gak papa kok kan masih ada lain kali good luck yah untuk pendaftarannya."


"Yah, good bye kak Reza." Sekar pun pergi dan berlalu.


"Rez cewek tadi yang mau ketemu sama loe?" tanya Noel.


Reza hanya mengangguk kepalanya


"Dasar cewek barbar udah buat janji main nyelonong pergi aja." kata Noel yang masih emosi.


"Ini nggak semua salah dia kok, ini juga salah kamu juga."


"What.. Ini salah gue?"

__ADS_1


"Yah tadi aku hanya bilang bawa barangku yang ketinggalan aja kan, kenapa kamu malah cari ribut sih."


"Udahlah jangan dibahas dia pasti nggak akan marah sama kamu."


"Yang benar aja gue yang jadi korban sepatu dia tapi dia nggak ingat siapa gue itu sih namanya nggak bertanggung jawab."


"Inget Noel dia ngelempar sepatunya untuk nyelamatin tas milik nenek yang dijambret di Amerika dan apa kamu nggak lihat kakinya tadi, kakinya memar semua karna ngejar jambret itu, apa kamu marah sampai segitunya gara-gara satu lukisan."


"Satu lukisan kata loh, lukisan itu mau gue bawa untuk ikut lomba dan kalau emang kakinya memar kenapa dia jalannya biasa aja?" kata Noel tak percaya.


"Dia itu selalu nyembunyiin rasa sakitnya agar orang disekitarnya gak khawatir, udahlah mau aku jelasin panjang lebar pun kamu nggak bakal ngerti apa yang dia rasain, karena kamu itu hanya pecundang yang kemauannya selalu diturutin."


"Hebat Reza adidarma loe bisa memahami isi hati anak itu tapi loe nggak pernah ngerti isi hati gue adhik loe sendiri." betak Noel


"Bukan gue tapi loe yang gak pernah mau di mengerti." kata Reza yang mulai di luar kendali.


"Dasar..."


Noel mengalungkan kepalanya dan beranjak pergi dari toko Reza.


***


Sementara itu Sekar dalam perjalanan pulang...


"Pak bud tolong pergi ke rumah sakit, saya mau periksakan kaki saya yang bengkak."


"Baik non Sekar."


Sesampainya di rumah sakit, Sekar tidak sengaja menabrak orang saat mau menemui dokter dan sebuah kebetulan orang yang Sekar tabrak adalah ayahnya sendiri.


 


**Bersambung**


 

__ADS_1


__ADS_2