
"Maaf saya nggak sengaja tadi saja nggak lihat kalau ada orang!"
"Pa...papa." dengan suara kecil.
"Maaf anda bilang apa tadi?"
"Bukan apa-apa, maaf saya harus pergi dan saya juga mintak maaf untuk yang tadi." beranjak pergi.
"Baik hati-hati.."
Setelah Sekar pergi....
"Kenapa rasanya aku sangat mengenal gadis itu seperti dekat tapi aku gak ingat apapun." kata orang tadi.
***
Sekar pun pergi ke kamar mandi dan menagis tanpa suara tapi dia masih memendam semua yang ada dihatinya rasanya sakit sepeti dilempar kealiran air yang cepat dan sangat dalam.
"Kenapa ayah selalu membuat luka lama yang telah aku tutup terbuka lagi, kenapa dunia ini sangat kejam apa salahku, apa aku salah jika aku ingin bahagia dan apa sesulit itukah untuk membuat segalah sesuatu sempurna, aku lelah terus lari sari kenyataan, aku lelah memikul tanggung jawab yang besar dan aku lelah harus mengingat semua yang terjadi dihari itu..." air mata terus mengalir.
Setelah beberapa lama Sekar pun keluar dari kamar mandi dan saat keluar dari kamar mandi dan tak sengaja menabrak seseorang lagi dan orang itu juga tak lain adalah Noel.
"Hey jalan tuh pekek mata jangan pakek dengkul."
Setelah itu mereka bertatapan satu sama lain.
"Cewek barbar ngapain loe disini, jangan-jangan loe ngikutin gue yah?”
Sekar hanya diam, melihat Sekar diam saja Noel justru semakin memperhatikan Sekar.
"Loe habis nangis yah." tebak Noel.
Mendengar ucapan Noel, Sekar hanya diam.
__ADS_1
"Melihat ekspresi loe itu berarti kata-kata gue gak salah yah."
"Bukan urusan mu." berjalan menjauh.
Tiba-tiba kaki Sekar sakit dan tak bisa bergerak Sekar pun jatuh ke lantai. Noel yang melihat Sekar pada saat itu pun langsung berlari menuju Sekar..
"He cewek barbar loe nggak papa kan?"
Sekar tetap diam dan berusaha untuk berdiri, tapi semakin dia berusah kakinya semakin sakit.
"Bodoh, cewek bodoh." bentak Noel.
Tiba-tiba Noal menggendong Sekar, yah Sekar pun sempat melawan tapi kondisinya saat itu membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa, jadi disepanjang jalan menuju ke tempat dokter mereka menjadi pusat perhatian.
Sesampainya disana......
"Disini kan ruangan dokternya?"
"Yah, kamu bisa turunin disini
"Fine." Jawab Noel singkat
Noel pun menurungkan Sekar, tapi kaki Sekar masih tidak kuat berdiri jadi Sekar pun akhirnya terjatuh lagi.
"Dasar gadis bodoh, apanya yang gak sakit berdiri ajah gak bisa gimana bisa masuk." sambil menggedong Sekar.
Sekar hanya diam dan memalingkan wajahnya. Setelah itu Noel masuk ke ruangan dokter dan membaringkan Sekar di kasur.
"Thanks udah nolongngin, sekarang kamu bisa pergi."
"Loe itu aneh banget sih, bicara loh berubah-ubah kayak bunglon."
Tiba-tiba datang lah seorang dokter dan menyelah pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Maaf saya terlambat nona mudah tadi saya ada pasie gawat darurat."
"Gak papa kok dok saya juga baru datang."
"Yasudah sekarang kita mulai pemeriksaan, tapi sebelum itu anda ini siapa yah kalau bukan siapa-siapa pasie harap keluar."
"Biarin ajah dok dia disini dia sepupu saya."
"Apa dia bilang tadi sepupu." gumang Noel dalam hatinya.
"Yasudah pertama-tama non Sekar...."
"Maaf dok saya menyelah, panggil saja saya Sekar gak perlu non."
"Baik, sekarang tolong buka sepatu dan kaos kaki anda."
"Baik."
Sekar pelan-pelan membukan sepatu dan kaos kakinya.
"Hey kaki loe kenapa kok bisa memar begitu?"
"Nggak perlu khawatir ini juga sudah lebih baik dari sebelumnya." jawab dokter.
"Lebih baik apanya dok itu lukanya parah banget." kata Noel cemas.
"Yaampun kamu lebih mirip pacar dari pada saudaranya."
"What.." Spontan barengan.
Bersambung
__ADS_1