
Setelah kematian mamanya nenek Sekar mengajak Sekar tinggal bersamanya.
2 bulan berlalu setelah kematian mama Sekar, datanglah sebuah berita bahwa papa Sekar sudah siuman.
Sekar sangat gemetaran tak sabar untuk melihat papanya lagi, sesampainya di rumah sakit.....
"Papa.. Papa aku membawahkan buah-buahan untuk papa agar papa cepet sembuh dimakan yah buahnya!" dengan senyum polosnya.
"Siapa kamu?" tanya papa Sekar dengan raut wajah kebingungan.
"Papa ini aku Sekar putri papa."
"Maaf tapi saya gak punyak anak, lagian saya juga belum menikah pasti adhik manis ini salah orang."
"Papa ini aku Sekar." ucap Sekar menyakinkan apa yang barusan dirinya dengar.
"Maaf tapi sepertinya kamu salah orang." kata papa Sekar
Mendengar perkataan papanya, Sekar langsung berlari menemui dokter yang merawat papanya.
"Dokter apa yang terjadi pada papa saya kenapa dia tidak mengenali saya?"
Dokter hanya membisu diam tak bersuara.
"Jawab saya dok, kenapa, ada apa ini, sekar tak mengerti apa yang terjadi..."
__ADS_1
Tetesan air mata menghiasi wajah Sekar.
"Biar aku yang menjawab pertanyaan dimu itu keponakanku. " ucap seorang perempuan dari balik pintu yang tak lain adalah bibi sekar "Maria".
"Aku membawa berita baik untukmu keponakanku tersayang.... Ayahmu yang juga kakakku, kak Ren kehilangan sebagian ingatannya waktu kecelakaan kemarin jadi dia tidak ingat siapa kamu dan mamamu sekarang."
"Apa... gak, gak mungkin papa nggak akan lupa sama Sekar... Nggak ini gak mungkin...."
Dengan tubuh yang gemetar, air mata yang terus mengalir dan perasaan hancur Sekar pergi dari rumah sakit.
"Non kita mau kemana?" tanya supir pribadi Sekar pak Budi.
"Pak tolong antar Sekar ke rumah nenek!!!" kata Sekar sambil berlinang air mata.
"Baik non..."
"Apa kau yakin dengan keputusanmu ini sekar, bahkan umurmu saja baru menginjak 8 thn bagaimana kau bisa hidap diluar negri sendirian."
"Sekar sudah mempertimbangkanya nenek, disini tak ada lagi tempat untuk Sekar jadi izin kan Sekar pergi, Sekar janji akan kembali jika Sekar sudah lebih baik."
"Disini masih ada nenekkan yang menerima Sekar jadi Sekar tak perlu khawatir!!"
"Bukan hanya itu saja Sekar juga ingin lari dari kenyataan bahwa papa susah tidak mengingat Sekar lagi."
Mata Sekar berkaca-kaca nenek Sekar yang tak kuat melihat Sekar menderita mengizinkan sekar pergi ke Amerika dan menuntut ilmu disana.
__ADS_1
Keesokan harinya....
"Nenek Sekar pamit, jaga kondisi nenek baik-baik dan jangan sampai telat minum obatnya."
"Iya kamu baik- baik juga yah disana jika kamu mau pulang rumah nenek selalu terbuka buatmu."
"Iya nek Sekar pamit yah, good bye nenek..." sambil melambaikan tangan.
"Sekar hati-hati di jalan yah jangan lupa kasih tahu kalau udah sampai.. have a nice day baby.." Sambil membalas lambaian tangan Sekar.
Di pejalanan....
Takdir memang aneh, itulah kalimat yang aku sering dengar dari orang disekitarku, ternyata memang benar takdir itu aneh badahal aku masih merasa baru kemarin bersama papa dan mama, tapi sekarang mereka pergi meninggalkanku dengan masalah yang aku tak tahu apa aku bisa melewatinya atau tidak. Mama aku akan pergi jauh dari papa jadi tolong awasi aku yah, aku tahu mama sudah pergi jauh tapi mama yang bilang sendiri bahwa mama akan selalu berada disisiku dan aku percaya bahwa mama ada sisiku karna lewat hembusan angin aku bisa merasakan kehagatan mama.
"Nona Sekar kita sudah sampai di bandara dan semua barang nona sudah saya turunkankan."
"Makasih pak Budi saya pergi dulu."
"Iya jaga kesehatan Non."
"Makasih tolong jaga nenek yah..."
"Tentu saja saya akan menjaga nyonya besar sampai non pulang."
"Saya pamit..."
__ADS_1
"Selamat jalan..." ucap pak Budi sambil membungkukkan badannya.
Bersambung