
“Darikapan aku di sini."Ucap Kaila yang kebingungan.
“Ahahaha maaf ya,aku hanya tidak ingin membuang waktu untuk izin ke kalian,jadinya aku langsung melakukan teleportasi hehehe."Ucap Krisna dengan tersenyum bersalah.
“Ada apa ya?."Tanya Niko yang bingung.
“Oh ya,rencana aku mengundang kalian semua kesini yaitu membeli rumah atau gedung untuk di jadikan markas kita."Jawab Krisna yang sangat bersemangat.
“Hmmm aku saran kalau ada ruang tengah dan 6 kamar karena kita ada 6 orang."Ucap Exo yang berpikir.
“Yup setuju aku kalau itu,satu kamar di huni satu dan kalian isi senjata atau peralatan."Ucap Yunli yang berpikir untuk menyimpan barang apa.
“Wah aku bisa menggunakan itu untuk kamar hacker,tapi aku cuma punya 1 komputer haish."Ucap Niko yang kehilangan semangat.
“Kalian gunakan black card itu untuk keperluan kalian,dan kalian tenang saja karena kartu itu uangnya tidak akan habis."Ucap guru Exel sembari masuk ke dalam rumah.
“Aku dapat membuat racun sebanyak-banyaknya dan membeli bahan bahan racun hore."Ucap Setianza yang sangat senang.
Krisna melihat ke Kaila karena dia yang kelihatannya sangat tidak bersemangat tentang membangun markas.
__ADS_1
“Hei kak,kamu kenapa?."Tanya Krisna yang bingung.
“Kenapa aku cewek sendiri dalam markas?."Tanya Kaila dengan mata membendung air mata.
“Hmmm maaf ya kak."Ucap Krisna dengan tersenyum bersalah.
“Sudah,ayok kita ke kawasan perumahan yang baru saja di bangun."Ucap Yunli sangat semangat.
“Baiklah,kalian masuk ke dalam lingkaran tadi kembali."Ucap Krisna dengan mengangkat pedangnya ke atas.
Mereka semua teleportasi di belakang kantor perumahan,Krisna berjalan masuk bersama Yunli untuk melihat lihat rumah yang akan mereka beli.
“Haish kami mau membeli rumah."Ucap Yunli sembari menunjukkan black card.
“Oh mau teh atau kopi adek adek ganteng."Ucap manager perumahan yang berubah baik dan mengambilkan 2 kursi.
“Kami cuma sebentar doang di sini,oh ya apakah ada rumah dengan kamar 6 dan ada ruang tengahnya untuk bersantai ?."Tanya Krisna dengan tersenyum.
“Kami punya 1 rumah besar dengan 8 kamar,beserta ruang tengah untuk bersantai,4 kamar mandi,taman di tengah rumah,dan ada kolam renangnya juga,seharga 14 milyar."Jawab manager perumahan dengan mata bersinar karena mencium aroma uang.
__ADS_1
“Baiklah,kami ambil rumah itu."Ucap Yunli memberikan black card.
“Kami juga sudah mengisi ruang tengah itu dengan furnitur seperti sofa,meja,AC,televisi 65 inch,dan ada pengeras suara untuk menambah suara televisi...kami memberikan itu untuk bonus."Ucap manager perumahan sehari menggesek black card.
“Terima kasih ya pak."Ucap Krisna sembari tersenyum.
“Ini kartunya tuan tuan."Ucap manager perumahan sembari memberikan kartu manager perumahan.
“Baiklah,kami akan menuju rumahnya langsung ya."Ucap Yunli yang keluar dari tempat pemasaran.
“Oh ya pak,apakah saya boleh minta peta ke rumahnya?."Tanya Krisna yang bingung dimana rumahnya.
“Oh iya saya lupa memberikan,ini petanya."Jawab manager perumahan dengan tersenyum dan memberikan peta ke Krisna.
Krisna keluar dari kantor pemasaran dan melihat Yunli beserta yang lainnya kebingungan.
“Kalian kenapa?."Tanya Krisna dengan menghampiri.
“Ngomong ngomong rumahnya dimana?."Tanya Yunli dengan tersenyum bingung.
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA DAN JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA DAN SAYA MINTA MAAF BILA ADA KOSAKATA YANG SALAH 🙏🏻