
“Itu cuma besi yang bergerak tanpa energi,sangat mudah pasti mengalahkannya."Ucap Mikael yang bersemangat sembari memegang pedangnya.
“Bukan mereka ancaman mu,tapi~~."Ucap Lina yang mulutnya di tutup Youra.
“Sudah kak,sana hush."Ucap Youra yang membungkam mulut Lina.
“Aku tidak ikut campur Lo."Ucap Diana yang duduk sembari menyalakan televisi.
“Baiklah,aku pergi dulu."Ucap Mikael yang membuka jendela dan membuang pedangnya kebawah.
Pedang Mikael tergeletak di tanah dan dia teleportasi di pedangnya. Para robot yang merasakan pengguna energi pun langsung menuju Mikael sembari mengubah wujudnya menjadi robot tempur penuh senjata.
Mikael memegang erat pedangnya dan menebas kan pedangnya ke robot robot itu. Robot yang pergerakan refleks nya lemah menjadi sangat mudah bagi Mikael,dia tetap menebas tubuh robot robot itu dan menghindari rudal yang di lontarkan.
Namun tiba ba ada peluru dari belakang menusuk tepat di sendi kaki Mikael. Mikael teriak kesakitan karena belum pernah tertembak peluru yang sangat cepat hingga menembus tubuhnya.
“Sudah di bilang jangan macam macam."Ucap Lina yang menatap seseorang.
“Dia siapa?."Tanya Youra yang terkejut dengan seseorang membawa senjata senapan.
__ADS_1
“Namanya adalah xeta."Jawab Lina yang menatap xeta.
Xeta adalah ketua pasukan penjaga kota,dia memiliki persenjataan lengkap di balik bajunya,dia memiliki insting yang sangat tajam dan pula kecepatan yang luar biasa walaupun bukan pengguna energi.
“Memang nya besi kecil seperti itu membuat ku sakit hah!!!."Bentak Mikael yang sangat kesal dan bergerak cepat menuju xeta.
“Huft,keras kepala."Ucap xeta yang santai mengarahkan senjatanya ke arah Mikael.
Xeta menarik pelatuk senjatanya sekali,senjata miliknya memuntahkan satu peluru dan menembus perut Mikael. Mikael terjatuh tersungkur di depan Xeta dengan perut dan kaki mengeluarkan darah yang banyak.
“Kau!!!."Bentak Mikael yang penuh amarah.
Seketika keluar angin yang sangat kencang hingga tubuh nya sedikit terbang. Lina dan Youra langsung melompat dari jendela karena suasana sudah sangat gawat.
Mereka berdua mendarat dengan keadaan terlentang karena angin sangat kencang. Youra berdiri menghampiri Mikael penuh kesal gara gara angin milik Mikael membuatnya tidak mendarat dengan aman.
“Woi gobl*k!!!katanya mau seneng seneng malah serius!!."Bentak Youra yang menampar belakang kepala Mikael.
__ADS_1
“Aduuuh maaf."Ucap Mikael yang mengelus belakang kepalanya yang sakit dan menghentikan kekuatannya.
“Untung di sekitar komplek sini sepi."Ucap Lina yang melihat sekitar.
“Apakah kamu baik baik saja hah!?."Bentak Youra yang masih kesal dan menginjak luka kaki Mikael.
“Aaaaaa singkirkan kakimu!!!."Bentak Mikael yang kesakitan dan mendorong kaki Youra.
“Hilih cengeng."Ucap Youra yang menarik kakinya.
“Kalau tidak salah kamu Lina,kenapa bisa bersama mereka?."Tanya Xeta yang mengarahkan senjatanya ke Mikael karena waspada.
“Mereka teman teman ku,sudah sana kembali bertugas,aku mengurus mereka."Jawab Lina sembari menarik Mikael.
“Hmmm baiklah."Ucap Xeta yang masih curiga dan menurunkan senjatanya.
Xeta berjalan pulang sedangkan Lina dan Youra menyeret Mikael ke atas menuju ruangan Lina. Sesampainya di ruangan,luka Mikael di perban oleh Lina.
TUNGGU KELANJUTANNYA DAN JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA DAN SAYA MINTA MAAF BILA ADA KOSAKATA YANG SALAH 🙏🏻
__ADS_1