
Ketika guru Xia menghantam guru Exel langsung terjadi gempa di sekitar sampai sampai sekolah Krisna menjadi dampaknya.Semua murid bingung kenapa bisa terjadi gempa di hari yang cerah ini.
“Tadi gempa atau khayalan saja?."Tanya guru sambil ketakutan dan bingung.
“Tadi itu gempa beberapa ibu guru,tapi hanya sekali saja."Jawab Krisna dengan menepuk jidatnya.
Mereka pun melanjutkan pembelajaran.Setelah sekolah selesai,Krisna pun menuju parkiran sepeda dan lagi lagi ada Lina di parkiran sepeda,Krisna mundur pelan pelan untuk melarikan diri namun Lina melihat Krisna.
“Oi Krisna,kamu mau kabur kan."Bentak Lina dengan mengejar Krisna.
“Tolong jangan ganggu aku sehari bisa tidak si."Ucap Krisna dengan berlari.
“Aku tidak bisa."Ucap Lina dengan berlari.
Lina pun mengejar Krisna dengan sangat cepat dan Krisna tertangkap oleh Lina,Krisna langsung memasang muka kesal karena dia kalah berlari oleh seorang cewek.
“Kamu itu pengejar maling ya,kok lari nya cepat sekali."Ucap Krisna dengan datar.
“Terima kasih atas pujiannya,tapi aku bukan pengejar maling!."Ucap Lina dengan menahan Krisna.
“Kamu ada urusan apa mencari aku?."Tanya Krisna dengan kesal.
__ADS_1
“Aku akan mengajak kamu ke suatu tempat."Jawab Lina dengan sangat senang.
“Ouh begitu ya."Ucap Krisna dengan datar.
“Kamu tidak senang di temani oleh wanita secantik aku?."Tanya Lina dengan berbunga-bunga.
“Tidak sama sekali."Jawab Krisna dengan datar.
Lina pun menyeret Krisna ke tempat yang sudah di siapkan Lina.Krisna di bawa ke sungai dan melihat alat pancing yang di siapkan oleh Lina.
“Lihat lah,hari ini topik kita memancing."Ucap Lina dengan bangga.
“Buat apa memancing?."Tanya Krisna dengan bingung.
“Aku mencium aroma kelicikan."Ucap Krisna dengan curiga.
“Untung aku sudah tanya ke kepala pelayan untuk mendekati seorang cowok,dan kepala pelayan menjawab kegiatan seolah olah romantis,aku berpikir memancing itu romantis karena pasti nanti aku akan menyuruh Krisna mengajari aku."Ucap Lina di pikirannya dan tersenyum senyum sendiri.
“Wah mencurigakan."Ucap Krisna dengan keringat dingin.
“Eh Krisna,aku tidak bisa memancing,tolong ajari aku."Ucap Lina dengan memegang pancing dan semangat.
__ADS_1
“Kalau ngga bisa memancing kenapa buat acara memancing!."Bentak Krisna dengan kesal.
“Ya aku kan mau meminta kamu mengajari aku."Ucap Lina dengan pura pura lemah.
“Kenapa tidak menyuruh asisten kamu untuk mengajari kamu."Ucap Krisna dengan kesal.
“Hiks kan aku maunya kamu yang mengajari aku."Ucap Lina dengan membendung air mata.
“Iya iya."Ucap Krisna dengan pasrah.
“Eh Krisna,memegang pancing itu bagaimana caranya?."Tanya Lina dengan tersenyum.
“Pegang saja pancingnya,di belakang kail tarikan ini lho."Jawab Krisna dengan memperagakan.
“Eh gimana,aku kan baru pertama kali."Ucap Lina dengan wajah kasihan.
Krisna pun memegang tangan Lina dan mengambil pancing,Krisna mengarahkan tangan Lina ke tempat pegangan dan Lina merona karena tangannya di pegang oleh Krisna.
“Kenapa muka kamu memerah?."Tanya Krisna dengan curiga.
“Eh tidak apa apa kok."Jawab Lina dengan suasana berbunga-bunga.
__ADS_1
“Huhuhu ternyata nona Lina sudah tumbuh dewasa."Ucap asisten yang bersembunyi di semak semak dan menangis melihat mereka.
TUNGGU KELANJUTANNYA DAN JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA DAN SAYA MINTA MAAF BILA ADA KOSAKATA YANG SALAH 🙏🙏