
Luka Mikael sudah di perban dan dia berbaring di kasur. Diana yang menonton TV mengabaikan masalah mereka bertiga.
“Makanya tadi dengarkan perkataan Lina!."Bentak Youra yang menginjak luka kaki Mikael.
“Aaaaa!mana bisa aku mendengar kan perkataannya,kamu saja membungkam mulutnya!."Bentak Mikael yang meronta dan menarik kakinya yang sakit.
“Masa sih."Ucap Youra yang mengingat ingat.
“Ku hantam pasti ingat!."Ucap Mikael yang kesal memegang pedangnya.
“Ehehe."Ucap Youra yang tersenyum sembari menggaruk belakang kepalanya.
Diana memalingkan pandangannya dari televisi dan menatap ke langit atas yang melihat lapisan tipis menahan air.
Diana merubah tubuhnya ke mode Maharani sembari mengarahkan tangannya ke atas langit,dia menarik kebawah tangannya.
Sinar sangat panas dari matahari turun ke bumi menembus lautan dan menabrak dinding ion. Di luar lapisan ion terdapat ledakan namun serangan tadi tidak ada efek sama sekali.
“Sangat kuat,di pastikan aman lah."Suara hati Diana sembari mengembalikan wujudnya seperti semula.
__ADS_1
“Ada apa kak Diana?."Tanya Youra yang menatap Diana di dekat jendela.
“Tidak apa,hanya mencari udara segar di dekat jendela."Jawab Diana sembari berjalan kembali menuju TV.
“Tadi kalau tidak salah ada suara ledakan,jangan jangan Diana yang melakukan itu."Suara hati Mikael yang berbaring di kasur sembari mengamati Diana.
“Aku mau pergi mencari makanan dulu,kalian jangan keluar kemana mana."Ucap Lina berjalan keluar ruangan.
......Di Planet......
Kelima pasukan elite itu berada di gubug petani dengan tawanan Sandra seorang petani yang di ikat di kursi. Alexia menaruh sniper nya di meja tepat mengarah ke kepala petani.
“Kalian belum tanya mana bisa ku jawab."Ucap petani yang duduk di ikat di kursi.
“Ya betul apa yang dia bilang."Ucap marved dengan tatapan bodohnya dihadapan Alexia.
“Tolong tahan dia juga!!!."Bentak Alexia yang kesal terhadap marved.
Tenz,Shawn,dan Hyunh mengikat marved di bangku sebelah petani itu. Alexia melipat tangannya dan menatap petani itu dengan tatapan kejamnya.
__ADS_1
“Ku kasih beberapa pertanyaan,kenapa desa berubah drastis?."Tanya Alexia yang melipat kedua tangannya sembari menatap dengan tatapan kejamnya.
“Karena desa di serang oleh monster monster dari hutan hingga desa hancur saat itu."Jawab petani sembari berpikir untuk tidak membocorkan kejadian itu.
“Oh,terus apakah kamu tau dimana raja?."Tanya Alexia yang berjalan menuju sniper nya dan memasukkan satu peluru.
“Kalau tidak salah raja pergi dari planet tidak tau kemana."Jawab petani yang ketakutan dan tetap tidak membocorkan informasi.
“Baiklah kami akan membebaskan mu,terima kasih informasinya."Ucap Alexia sembari melempar pisaunya ke Tenz.
Tenz menangkap pisau yang di lempar Alexia dan menebas tali yang mengikat petani itu. Petani itu berlari keluar gubug namun Alexia tersenyum sembari mengarahkan sniper nya ke petani itu.
Alexia tersenyum sembari menarik pelatuk sniper nya,peluru melesat cepat hingga menembus jantung petani dan petani itu tergeletak mati.
“Apa maksudmu membebaskan!!!."Bentak marved yang marah dan menghancurkan kursi yang menahannya.
“Seorang seperti dia akan membocorkan informasi kalau kita sudah pulang ke planet."Ucap Alexia tersenyum sembari mengubah sniper nya menjadi kotak dan menaruh nya di punggungnya.
“Tenang marved,apa yang di lakukan Alexia selalu benar."Ucap Shawn yang memegang pundak marved.
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA DAN JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA DAN SAYA MINTA MAAF BILA ADA KOSAKATA YANG SALAH 🙏🏻