
“Aku masih tidak percaya kalau raja pergi dari planet."Ucap Alexia yang menjadikan sniper nya menjadi kotak dan menaruh di punggungnya.
“Huft,sepertinya kita yang harus mengecek istana."Ucap Shawn yang menatap istana lewat jendela.
“Kalian berangkat,aku akan mengawasi dari sini."Ucap Alexia yang naik menduduki meja.
“Oh baiklah."Ucap Shawn.
Tubuh Tenz seketika menjadi hitam pekat dan menghilang. Sedangkan mereka bertiga berlari menuju istana tanpa teleportasi. Alexia duduk mengamati istana lewat gubug petani itu.
......Di Istana......
Tenz merubah tubuhnya menjadi bayangan dan memunculkan dirinya di ruang gelap yang berada di istana.
Tenz mendengar suara langkah kaki 2 orang di dekat ruangannya,dia menarik pedangnya dan bersiap siap untuk menyerang.
Kedua pasukan yang saling berbicara tentang sesuatu dan melangkah tepat di depan pintu ruangan dimana Tenz berada.
Tenz menusuk pintu ruangan hingga menembus salah satu tubuh pasukan,dia menarik sembari memiringkan pedangnya dan menebas dari pintu hingga beberapa puluh cm ke dinding.
Tebasan itu membuat tubuh pasukan yang tidak tertusuk menjadi terbelah menjadi dua sedangkan yang tertusuk tergeletak tanpa nyawa karena kehabisan darah.
Tenz mendorong pintu ruangan namun dinding di bagian pintu menjadi runtuh akibat tebasan dari pedandarah. Tenz tersenyum bersalah dan berjalan menuju ruangan raja yang berada di bawah tanah.
Sedangkan mereka bertiga sampai di istana dan menghancurkan bagian belakang istana untuk pintu masuk. Para pasukan istana mendengar ada serangan dari belakang istana pun langsung bergegas ke belakang istana.
Langkah mereka terhenti melihat ketiga pasukan elite yang sangat menakutkan,mereka menundukkan badannya sembari membuang senjata mereka untuk memberikan pengampunan terhadap ketiga pasukan elite.
“Ehhh sambutan yang bagus sekali."Ucap marved yang tersipu malu.
“Woi ingat misi kita!."Bentak Shawn yang menampar marved.
__ADS_1
“Oh ya ngomong ngomong kenapa kita lewat belakang,padahal pintu depan kan ada?."Tanya Hyunh yang kebingungan.
“Ya kalau lewat jalur depan berarti itu orang baik,kalau lewat jalur belakang itu adalah orang jahat."Jawab Shawn yang berpikir.
“Terus apa fungsi pintu depan kalau penjahat lewat jalur belakang?."Tanya Hyunh yang masih bingung.
“Teruh apa faedahnya kamu bertanya seperti itu!."Bentak Shawn yang kesal.
“Untuk mengetahui apa yang belum ku ketahui."Ucap Hyunh sembari menaruh kedua tangannya di pinggang.
“Hmmm terserah lah."Ucap Shawn yang menyerah karena kebingungan.
Tenz yang sampai di bawah tanah melihat ruangan raja di kunci oleh pintu besi yang tidak mudah untuk menghancurkan nya,dia mengubah tubuhnya menjadi bayangan dan masuk melewati sela sela pintu besi itu.
Tenz sanpai di dalam ruangan dan merubah tubuhnya kembali seperti semula. Namun Tenz terkejut melihat ruangan raja yang kosong tidak ada apa apa,dia pun merubah tubuhnya kembali menjadi bayangan dan menuju mereka bertiga yang bersama para pasukan kerajaan.
Tenz muncul di depan marved dengan tubuh kembali seperti semula. Seluruh pasukan terkejut melihat adanya Tenz juga,mereka terdiam tidak ingin memberitahukan yang sebenarnya karena pasti Tenz akan curiga bila sudah melihat ruangan raja yang kosong.
“Kami tidak tau."Jawab serentak pasukan.
“Ehhh...Ku tanya satu lagi,dimana raja?."Tanya Tenz sembari tersenyum dan menancapkan pedangnya di tanah.
“Kami tidak tau."Jawab serentak pasukan.
Tenz tersenyum sembari menarik pedangnya,dia menarik salah satu pasukan hingga terjungkal di tanah dan menebas lehernya.
Tenz menancapkan pedangnya ke tubuh pasukan yang mati itu hingga tubuhnya di masuki oleh energi hitam dan menggeliat seperti zombie.
“Dimana raja?."Tanya Tenz yang menancap kan pedangnya ke tubuh mayat itu.
“Raja sudah mati 5 tahun yang lalu di bunuh oleh Krisna."Jawab mayat pasukan itu yang berubah menjadi zombie.
__ADS_1
“Siapa itu Krisna!?!."Tanya Tenz dengan bentakan penuh emosi sembari menancapkan pedangnya ke tubuh mayat itu.
“Krisna adalah seorang pengguna energi hebat."Jawab mayat pasukan itu yang berubah menjadi zombie.
“Dimana dia tinggal!?."Tanya Tenz dengan tatapan kejam ke seluruh pasukan sembari menancapkan pedangnya ke tubuh mayat itu.
“Dia berasal dari bumi,namun dia menghilang setelah raja di bunuh olehnya."Jawab mayat pasukan yang berubah menjadi zombie.
“Setelah raja mati,siapa yang memimpin?."Tanya Tenz yang menenangkan diri sembari menancapkan pedangnya ke tubuh mayat itu.
“Seorang bernama Diana dan kedua anak buahnya Mikael beserta Youra."Jawab mayat pasukan itu yang berubah menjadi zombie.
Tenz mencabut pedangnya dari mayat itu dan mayat itu mengeluarkan energi hitam dari tubuhnya. Para pasukan menarik senjata masing-masing karena takut di bunuh oleh keempat pasukan elit itu.
“Memangnya kekuatan kalian bisa menyaingi kami hmmm."Ucap Hyunh yang memutar tombaknya.
“Bunuh mereka!!!."Bentak Shawn yang menarik kedua tombaknya.
Mereka bertiga mengamuk membunuh para pasukan sedangkan Marved berada di lapangan desa yang bermain sepak bola bersama anak anak.
“Pritttt opside opside!."Bentak Marved yang menirukan suara peluit sembari menodongkan kertas putih.
“Apa salah saya wasit?."Tanya anak yang menggiring bola.
“Kamu tadi bermain dengan menggunakan kaki."Jawab Marved sembari mengangkat kartu putih.
“Ini kan sepak bola!!!."Bentak serentak anak anak.
“Eh kukira basket ehehe."Ucap Marved yang tersenyum merasa bersalah.
TUNGGU KELANJUTANNYA DAN JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA DAN SAYA MINTA MAAF BILA ADA KOSAKATA YANG SALAH 🙏🏻
__ADS_1