
“Darimana kamu mendapatkan black card itu?" Tanya Lina yang bingung.
“Ehehe, masa kamu tidak ingat di saat kita beli barang batang sebelum turnamen dulu," Jawab Krisna tersenyum licik.
“Seharusnya kan kamu mengembalikan itu sebelum turnamen!!" Bentak Lina yang terkejut.
“Tapi mau mengembalikan bagaimana, guru Exel saja sudah meninggal," Ucap Krisna berhenti di depan pintu lift menekan tombol untuk lift menuju lantai terbawah.
Youra mengamati cara mereka menjalankan sesuatu, tiba tiba turun pintu dan terbuka membuat Youra terkejut karena dia belum pernah melihat nya.
Krisna dan Lina masuk ke lift berangkat menuju lantai 6.
Youra masuk kedalam menghampiri lift tadi, aku menekan nekan tombol yang sama seperti yang ia lihat tadi.
Lift turun dengan kosong membuka pintu, aku berjalan masuk ke lift penuh curiga mengendus ngendus lift apakah ada bahan peledak atau tidak.
Aku melihat tombol yang sama seperti di luar namun tombol nya ada angka angka dan aku menggerakkan tanganku di angka 6.
Lift seketika bergerak dan Youra teriak kencang ketakutan karena lift naik.
__ADS_1
Sesampainya di lantai 6 pintu lift terbuka lebar menunjukkan Youra yang merangkak keluar dengan mulut berbusa tubuh bergemetar.
“Sampai kapanpun aku tidak akan menaiki alat tempur itu (maksudnya lift uang dia anggap alay tempur)," Ucap Youra dengan tubuh bergemetar bangun membersihkan mulutnya.
Aku berjalan menuju pintu kamar yang terbuka dan mendengar suara kasur bergoyang.
Aku merona membayangkan sesuatu yang aneh dan mencoba untuk tetap tenang.
Namun di dalam ruangan Krisna membenarkan kasur yang bergoyang goyang karena salah satu kaki kasur tidak sama panjangnya dengan yang lain jadi dia menaruh tangannya di kasur hingga membuat kasur bergoyang.
“Haish pakai apa ya untuk mengganjal kaki kasur kecil ini," Ucap Krisna yang menggoyang goyangkan kasur sembari berpikir.
Youra mendobrak pintu dengan memejamkan matanya sembari berkata “Jangan kalian kira bisa begituan, kalian belum sah!,"
“Apa maksudmu?" Tanya Krisna dan Lina yang kebingungan.
“Hmmm anu seperti nya aku salah kamar, mungkin kamar sebelah," Ucap Youra yang malu malu berpikiran salah.
“Jangan jangan kamu mengikuti kami dari tadi kan," Ucap Lina berdiri melipat tangannya menatap Youra.
__ADS_1
“Hmmm tidak," Ucap Youra tersenyum bersalah sembari menggelengkan kepalanya.
“kalau kamu tidak mengikuti bagaimana mungkin paham cara kerja lift itu," Ucap Lina menyipitkan matanya menatap Youra.
“Dan pula kenapa kalian hanya berdua di kamar seperti orang berbulan madu hah!" Bentak Youra yang kesal tidak bisa menahan diri untuk tetap berbohong.
“Mana mungkin!!" Bentak serentak Krisna dan Lina dengan wajah merona.
“Xixixi aku mendengar tadi suara kasur bergoyang," Ucap Youra tertawa licik berjalan mundur kebelakang.
Krisna menendang majalah yang menahan kaki kecil kasur dan menggoyang goyangkan kasur untuk memperlihatkan ke Youra namun Youra tidak paham apa yang di maksud.
“Maksudnya?" Tanya Youra yang bingung.
“Aku itu tadi membenarkan kaki kasur, bukan melakukan itu," Jawab Krisna sembari menunjuk kaki kecil kasur.
Youra terdiam menatap kaki kasur yang sangat kecil di bandingkan ketiga kaki lainnya.
TUNGGU KELANJUTANNYA DAN JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA DAN SAYA MINTA MAAF BILA ADA KOSAKATA YANG SALAH 🙏🏻
__ADS_1