
“Ayo pergi," Ucap Krisna menaruh pedang di punggungnya.
“Kemana?" Tanya Youra yang bingung.
“Ke suatu tempat dimana kita semua akan tenang," Jawab Krisna dengan tersenyum.
Youra merobek telunjuknya dan membuat lingkaran besar untuk teleportasi.
Krisna menempelkan tangannya di kepala Youra untuk mengendalikan teleportasi ke tempat yang dia tuju.
Yang lain masuk kedalam lingkaran dan seketika mereka teleportasi ke suatu planet.
Mereka sampai di planet bernama stilvenus, planet yang sangat hijau di tumbuhi rerumputan pepohonan dan banyak orang orang ramah tidak mengenal pertarungan.
“Masukkan senjata ke dimensi kalian, jangan sekali kali menunjukkan senjata di sini," Ucap Krisna memasukkan senjata di dimensinya.
Mereka memasukkan seluruh peralatan senjata ke dimensi.
Mereka berjalan masuk kedalam desa di sambut oleh orang orang dengan penuh keramahan.
__ADS_1
Xeta merasa dirinya sangat nyaman di tempat ini walaupun baru saja datang.
Yang lainnya berjalan fokus dengan penuh waspada mengikuti Krisna.
Youra merasa kalau orang orang di planet stilvenus adalah orang yang sangat baik, dia berjalan menatap sekitar mengamati mereka yang berbincang penuh gembira dan dia juga berpikir bagaimana Krisna bisa menemukan planet seperti ini.
“Krisna, bagaimana kamu bisa menemukan planet ini?" Tanya Diana sembari melihat sekitar.
“Aku hanya ingat suatu pesan dari seseorang yang telah menghilang beberapa tahun yang lalu," Jawab Krisna sembari berjalan menatap sekitar.
“Lah bukannya kamu di segel," Bisik Lina merasa bingung.
“Yaa intinya ada seorang yang memberitahu kan ku tempat ini dan orang itu yang memberikan ku kekuatan luar biasa," Ucap Krisna sembari berjalan menatap sekitar.
“Dia berpikir untuk mencari tempat tinggal dulu, ide bagus," Ucap Lina yang mengikuti Krisna.
“Hmmm kalau begitu aku mencari pekerjaan di sini," Ucap Xeta penuh semangat menuju sembarang arah.
“Aku akan mencari hewan dan tumbuhan di hutan," Ucap Kaila menatap sekitar berjalan ke sembarang arah.
__ADS_1
“Hei aku ikut!" Bentak Diana dan Mikael mengikuti Kaila.
“Hmmm aku ngapain ya... Ngikutin Lina dan kakak aja lah, bisa saja Lina mengapa ngapain Kakak," Ucap Youra mengendap-ngendap mereka berdua.
Youra berjalan kaki jinjit mengendap ngendap di belakang mereka berdua memasuki semak semak bersembunyi di balik batang pohon.
Aku berjalan jinjit supaya tidak terdengar langkah kakiku beserta membawa ranting yang memiliki ruas daun.
Krisna dan Lina masuk ke dalam apartemen berbicara kepada manager apartemen untuk menyewa satu lantai namun manager apartemen itu tertawa terbahak bahak mendengar ada yang akan menyewa satu lantai.
“Apa mata uang di sini?" Tanya Krisna sembari tersenyum memunculkan kartu kredit di tangannya.
“Ini adalah duplikat bumi, mata uang nasional di seluruh dunia merupakan dolar, namun kalian berada di duplikat Indonesia yang bermata uang rupiah," Jawab manager apartemen.
“Bagaimana kalau dengan ini?" Tanya Krisna sembari melempar kartu kredit nya ke meja.
Manager apartemen terkejut melihat black card yang baru saja di lempar Krisna, dia menjawab iya sembari menyerahkan seluruh kunci di lantai 6 yang satu lantai kosong.
Mereka berdua mengambil kunci kunci itu menuju lantai 6 untuk mengecek.
__ADS_1
Lina merasa sangat bingung bagaimana mungkin Krisna mendapatkan black card dan pula selama ini dia di segel.
TUNGGU KELANJUTANNYA DAN JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA DAN SAYA MINTA MAAF BILA ADA KOSAKATA YANG SALAH 🙏🏻